alexametrics
24.1 C
Banjarmasin
Sunday, 29 May 2022

Sidak: Parcel Lebaran Mulai Diawasi

BANJARMASIN – Mendekati Idul Fitri permintaan parcel Lebaran mulai marak. Dinas Perdagangan (Disdag) Kalsel mulai melakukan pengawasan untuk keamanan isi parcel.

Bahkan belum lama tadi Disdag melakukan sidak langsung ke sejumlah toko modern yang banyak menjual parcel lebaran.

Kepala Disdag Provinsi Kalsel H Birhasani mengaku, kegiatan ini penting dilakukan untuk menciptakan keamanan pangan bagi masyarakat pada saat Lebaran.

“Ini kegiatan rutin kami setiap akhir Ramadan, semua parcel maupun bahan makanan yang ada di supermarket akan disidak, mulai dari makanan kalengan dan sebagainya untuk menjaga kadaluarsanya bahan makanan yang dikonsumsi masyarakat,” ucapnya.

Ia menghimbau kepada para pelaku usaha, agar tidak mengedarkan atau menjual barang makanan yang sudah kadaluarsa atau ada kemasannya yang rusak.

“Apabila nanti ada ditemukan, kami tidak segan untuk membawa masalah ini ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK),” tegasnya.

Dalam sidak tersebut, tidak ditemukan barang yang kedaluwarsa, namun petugas cuma menemukan beberapa makanan dan minuman kaleng yang kemasannya sudah penyok.

Sementara itu, Sekretaris Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tubagus mengimbau kepada para konsumen agar bisa lebih teliti lagi untuk membeli bahan makanan dan tidak terkecoh dengan harga yang murah. Diapun berharap agar konsumen setiap tahunnya bisa lebih cerdas lagi saat membeli barang konsumsi. (sya/ij/ema)

BANJARMASIN – Mendekati Idul Fitri permintaan parcel Lebaran mulai marak. Dinas Perdagangan (Disdag) Kalsel mulai melakukan pengawasan untuk keamanan isi parcel.

Bahkan belum lama tadi Disdag melakukan sidak langsung ke sejumlah toko modern yang banyak menjual parcel lebaran.

Kepala Disdag Provinsi Kalsel H Birhasani mengaku, kegiatan ini penting dilakukan untuk menciptakan keamanan pangan bagi masyarakat pada saat Lebaran.

“Ini kegiatan rutin kami setiap akhir Ramadan, semua parcel maupun bahan makanan yang ada di supermarket akan disidak, mulai dari makanan kalengan dan sebagainya untuk menjaga kadaluarsanya bahan makanan yang dikonsumsi masyarakat,” ucapnya.

Ia menghimbau kepada para pelaku usaha, agar tidak mengedarkan atau menjual barang makanan yang sudah kadaluarsa atau ada kemasannya yang rusak.

“Apabila nanti ada ditemukan, kami tidak segan untuk membawa masalah ini ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK),” tegasnya.

Dalam sidak tersebut, tidak ditemukan barang yang kedaluwarsa, namun petugas cuma menemukan beberapa makanan dan minuman kaleng yang kemasannya sudah penyok.

Sementara itu, Sekretaris Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tubagus mengimbau kepada para konsumen agar bisa lebih teliti lagi untuk membeli bahan makanan dan tidak terkecoh dengan harga yang murah. Diapun berharap agar konsumen setiap tahunnya bisa lebih cerdas lagi saat membeli barang konsumsi. (sya/ij/ema)

Most Read

Artikel Terbaru

/