alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Teteskan Air Mata Duduk di Kursi Roda

Enam tahun bukan waktu yang singkat. Selama itulah Misrad (55) mengalami kelumpuhan. Ia hanya bisa berdiam diri di dalam kamar. Bahkan untuk akan dan minum, hingga mandi.

— Oleh: MAULANA, Banjarmasin. —

Beberapa waktu lalu, personel Polsekta Banjarmasin Tengah menyambangi rumah Misrad. Membawakan kursi roda untuk pria ini. Kondisinya baru, masih terbungkus.

Kala itu Misrad tak menduganya sama sekali. Ia meneteskan air mata ketika mencoba duduk di kursi roda tersebut.

Rumah Misrad berada di Jalan Sejahtera II Kelurahan Kelayan Luar. Tiga bulan lalu, rumahnya habis terbakar diamuk si jago merah. Pria ini hanya berdiam rebahan di ruang kamar berukuran 2×2. Tidurnya cuma beralaskan tikar dan kain sarung. Ia dirawat oleh putrinya; Noorhayati.

“Sudah enam tahun seperti ini. Dulunya bapak ini sehat kuat. Kalau pergi jalan kaki. Begitu terserang struk seperti ini, langsung mengalami kelumpuhan. Dan selama itu juga hanya bisa di dalam kamar,” cerita sang putri.

Kata Noorhayati, sebelum sakit, ayahnya penjual bensin di tepi jalan. Segala aktivitas sebenarnya dilakukan lebih banyak jalan kaki. Entah kenapa serangan struk menimpanya.

“Ini rumah baru saja diperbaiki. Semalam habis terbakar, di sini saya tinggal bersama ayah serta suami saya dan anak. Ibu sudah pisah dengan ayah, jadi saya yang merawatnya,” katanya.

Kedatangan rombongan Polsek Banjarmasin Tengah dipimpin Kanit Binmas Iptu Sukarmi, Selasa (27/5) tadi. Di sana anggota juga disambut ketua RT setempat, Zainal Arifin.

Iptu Sukarmi mengatakan, diberikannya kursi roda tersebut, untuk memberi motivasi kepada Misrad. Agar lebih bersengamat untuk sembuh.

“Sekarang, Pak Misrad bisa berjalan keluar rumah dan melihat orang. Bisa dibantu oleh anak atau cucunya,” ucapnya.

Disebut Sukarmi, penyerahan ini dilakukan setelah mendengar kabar dari ketua RT. Yang menyampaikan bahwa ada warga binaan di Kelurahan Kelayan Luar, mengalami kelumpuhan cukup lama.

“Ya, kami hanya bisa sedikit membantu. Harapannya, bisa dimanfaatkan dan dijaga agar selalu bisa digunakan untuk Pak Misrad,” pesanya.(at/ema)

 

Enam tahun bukan waktu yang singkat. Selama itulah Misrad (55) mengalami kelumpuhan. Ia hanya bisa berdiam diri di dalam kamar. Bahkan untuk akan dan minum, hingga mandi.

— Oleh: MAULANA, Banjarmasin. —

Beberapa waktu lalu, personel Polsekta Banjarmasin Tengah menyambangi rumah Misrad. Membawakan kursi roda untuk pria ini. Kondisinya baru, masih terbungkus.

Kala itu Misrad tak menduganya sama sekali. Ia meneteskan air mata ketika mencoba duduk di kursi roda tersebut.

Rumah Misrad berada di Jalan Sejahtera II Kelurahan Kelayan Luar. Tiga bulan lalu, rumahnya habis terbakar diamuk si jago merah. Pria ini hanya berdiam rebahan di ruang kamar berukuran 2×2. Tidurnya cuma beralaskan tikar dan kain sarung. Ia dirawat oleh putrinya; Noorhayati.

“Sudah enam tahun seperti ini. Dulunya bapak ini sehat kuat. Kalau pergi jalan kaki. Begitu terserang struk seperti ini, langsung mengalami kelumpuhan. Dan selama itu juga hanya bisa di dalam kamar,” cerita sang putri.

Kata Noorhayati, sebelum sakit, ayahnya penjual bensin di tepi jalan. Segala aktivitas sebenarnya dilakukan lebih banyak jalan kaki. Entah kenapa serangan struk menimpanya.

“Ini rumah baru saja diperbaiki. Semalam habis terbakar, di sini saya tinggal bersama ayah serta suami saya dan anak. Ibu sudah pisah dengan ayah, jadi saya yang merawatnya,” katanya.

Kedatangan rombongan Polsek Banjarmasin Tengah dipimpin Kanit Binmas Iptu Sukarmi, Selasa (27/5) tadi. Di sana anggota juga disambut ketua RT setempat, Zainal Arifin.

Iptu Sukarmi mengatakan, diberikannya kursi roda tersebut, untuk memberi motivasi kepada Misrad. Agar lebih bersengamat untuk sembuh.

“Sekarang, Pak Misrad bisa berjalan keluar rumah dan melihat orang. Bisa dibantu oleh anak atau cucunya,” ucapnya.

Disebut Sukarmi, penyerahan ini dilakukan setelah mendengar kabar dari ketua RT. Yang menyampaikan bahwa ada warga binaan di Kelurahan Kelayan Luar, mengalami kelumpuhan cukup lama.

“Ya, kami hanya bisa sedikit membantu. Harapannya, bisa dimanfaatkan dan dijaga agar selalu bisa digunakan untuk Pak Misrad,” pesanya.(at/ema)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/