alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Sunday, 26 June 2022

Ngapain Coba…? Salon Digerebek, Siang Bolong Cowoknya Dalam Kondisi Telanjang

BANJARBARU – Belum sepekan kasus pasangan mesum di indekos. Kamis (28/2), Satpol PP Banjarbaru kembali menggerebek pasangan mesum. Menariknya, kali ini lokasinya di sebuah Salon di Jalan RO Ulin Banjarbaru.

Kamis (28/2), jadi hari yang sial dengan bagi EP (72) dan SW (47). Niatnya mau wik, wik, wik. Keduanya harus digelandang oleh Satpol PP Banjarbaru. Pasangan beda usia ini kepergok berduaan di sebuah Salon di Jalan RO Ulin Loktabat Selatan Banjarbaru. Tepatnya di Salon Wahyu.

Satpol PP Banjarbaru sebetulnya tidak mengagendakan penggerebekan. Satuan penegak Perda ini hanya menjalankan tugasnya untuk mengecek izin salon tersebut.

Favehotel Banjarmasin

Pasalnya, ditengarai bahwa izin salon tersebut tidak diperpanjang. Alhasil, petugas melakukan pengecekan ke lokasi.

Gayung bersambut. Saat melakukan pengecekan. Rupanya petugas mendapati ada aktivitas lelaki berumur dan wanita dewasa di sebuah bilik bersekat tirai. Saat dipergoki, si lelaki sedang telentang. Tanpa pakaian sehelai pun.

“Posisi laki-laki (EP) telentang dengan kondisi telanjang. Untuk perempuannya di bagian atasnya sedang memijat tapi masih mengenakan pakaian,” kata PPNS Seksi Sidik Lidik, Syamsiar Panani didampingi PPNS Seksi Binwaslu, Dooni Kosworo yang memimpin giat di lokasi.

Lantaran yang lelaki ditemukan tanpa mengenakan pakaian sehelai pun. Pasangan yang diduga kuat melakukan tindak asusila ini langsung diamankan petugas. Lengkap beserta barang bukti; handuk, bantal dan handbody.

Ternyata dari hasil penyelidikan yang dilakukan petugas di Mako Satpol PP. Si perempuan rupanya tak menampik sering menjajakan layanan pijat plus-plus.

“Dari pengakuannya memang bisa melayani plus-plus. Cuman eksekusinya bukan di salon tersebut, ke luar cari tempat,” kata Plh Kasatpol PP Banjarbaru, M Barhin usai mem-BAP pelaku.

Lantas bagaimana dengan lelaki di salon tersebut? Dari penuturan ternyata EP terbilang sudah “pemain lama”. Ia disebut paham betul soal bagaimana layanan esek-esek di salon atau jasa pijat.

“Yang lelaki memang sudah hafal dan paham bagaimana kalau pengin lebih di salon. Jadi memang ada mengarah ke asusila,” beber Barhin.

Adapun untuk besaran harga yang dipatok SW. Ternyata untuk pijat normal dikenakan biaya Rp150.000. “Kalau mau lebih (plus-plus) dari Rp250.000 hingga Rp300.000. Tapi lokasinya di luar,” tambahnya.

Menariknya, dari penuturan PPNS Seksi Lidik Sidik; Syamsiar yang memintai keterangan si lelaki. Ternyata si EP yang merupakan warga Malang dan baru menetap tiga bulan di Kota Idaman berdalih menderita impoten.

“Dari pengakuannya dia mengaku sedang Impoten. Tidak tahu juga benar atau tidaknya,” cerita Syamsiar.

Diceritakan Syamsiar lagi, bahwa dari penuturan keduanya tidak hubungan intim. “Iya, masih sebatas ciuman aku mereka,” ujarnya.

Terkait tindaklanjut dari pengungkapan praktik prostitusi ini. Plh Kasatpol PP Banjarbaru, Barhin menuturkan bahwa Selasa (5/3) pasangan mesum ini akan disidangkan di Pengadilan Negeri Banjarbaru.

“Kita akan bawa ke pengadilan Selasa nanti. Keduanya yang disidangkan, karena melanggar Perda larangan pelacuran,” tegas Barhin.

Sanksi pun kata Barhin tidak berhenti di meja hijau. Namun operasional salon tersebut ujarnya juga akan ditutup. Hal ini lantaran lalai dalam pengawasan terhadap praktik tindak asusila di tempat tersebut.

“Tadi pemilik sudah kita panggil. Ia mengakui tidak mengetahui soal praktik itu. Tapi tetap akan kita tutup lantaran lalai dalam pengawasan terhadap karyawan atau lokasi tersebut,” pungkasnya. (rvn)

BANJARBARU – Belum sepekan kasus pasangan mesum di indekos. Kamis (28/2), Satpol PP Banjarbaru kembali menggerebek pasangan mesum. Menariknya, kali ini lokasinya di sebuah Salon di Jalan RO Ulin Banjarbaru.

Kamis (28/2), jadi hari yang sial dengan bagi EP (72) dan SW (47). Niatnya mau wik, wik, wik. Keduanya harus digelandang oleh Satpol PP Banjarbaru. Pasangan beda usia ini kepergok berduaan di sebuah Salon di Jalan RO Ulin Loktabat Selatan Banjarbaru. Tepatnya di Salon Wahyu.

Satpol PP Banjarbaru sebetulnya tidak mengagendakan penggerebekan. Satuan penegak Perda ini hanya menjalankan tugasnya untuk mengecek izin salon tersebut.

Favehotel Banjarmasin

Pasalnya, ditengarai bahwa izin salon tersebut tidak diperpanjang. Alhasil, petugas melakukan pengecekan ke lokasi.

Gayung bersambut. Saat melakukan pengecekan. Rupanya petugas mendapati ada aktivitas lelaki berumur dan wanita dewasa di sebuah bilik bersekat tirai. Saat dipergoki, si lelaki sedang telentang. Tanpa pakaian sehelai pun.

“Posisi laki-laki (EP) telentang dengan kondisi telanjang. Untuk perempuannya di bagian atasnya sedang memijat tapi masih mengenakan pakaian,” kata PPNS Seksi Sidik Lidik, Syamsiar Panani didampingi PPNS Seksi Binwaslu, Dooni Kosworo yang memimpin giat di lokasi.

Lantaran yang lelaki ditemukan tanpa mengenakan pakaian sehelai pun. Pasangan yang diduga kuat melakukan tindak asusila ini langsung diamankan petugas. Lengkap beserta barang bukti; handuk, bantal dan handbody.

Ternyata dari hasil penyelidikan yang dilakukan petugas di Mako Satpol PP. Si perempuan rupanya tak menampik sering menjajakan layanan pijat plus-plus.

“Dari pengakuannya memang bisa melayani plus-plus. Cuman eksekusinya bukan di salon tersebut, ke luar cari tempat,” kata Plh Kasatpol PP Banjarbaru, M Barhin usai mem-BAP pelaku.

Lantas bagaimana dengan lelaki di salon tersebut? Dari penuturan ternyata EP terbilang sudah “pemain lama”. Ia disebut paham betul soal bagaimana layanan esek-esek di salon atau jasa pijat.

“Yang lelaki memang sudah hafal dan paham bagaimana kalau pengin lebih di salon. Jadi memang ada mengarah ke asusila,” beber Barhin.

Adapun untuk besaran harga yang dipatok SW. Ternyata untuk pijat normal dikenakan biaya Rp150.000. “Kalau mau lebih (plus-plus) dari Rp250.000 hingga Rp300.000. Tapi lokasinya di luar,” tambahnya.

Menariknya, dari penuturan PPNS Seksi Lidik Sidik; Syamsiar yang memintai keterangan si lelaki. Ternyata si EP yang merupakan warga Malang dan baru menetap tiga bulan di Kota Idaman berdalih menderita impoten.

“Dari pengakuannya dia mengaku sedang Impoten. Tidak tahu juga benar atau tidaknya,” cerita Syamsiar.

Diceritakan Syamsiar lagi, bahwa dari penuturan keduanya tidak hubungan intim. “Iya, masih sebatas ciuman aku mereka,” ujarnya.

Terkait tindaklanjut dari pengungkapan praktik prostitusi ini. Plh Kasatpol PP Banjarbaru, Barhin menuturkan bahwa Selasa (5/3) pasangan mesum ini akan disidangkan di Pengadilan Negeri Banjarbaru.

“Kita akan bawa ke pengadilan Selasa nanti. Keduanya yang disidangkan, karena melanggar Perda larangan pelacuran,” tegas Barhin.

Sanksi pun kata Barhin tidak berhenti di meja hijau. Namun operasional salon tersebut ujarnya juga akan ditutup. Hal ini lantaran lalai dalam pengawasan terhadap praktik tindak asusila di tempat tersebut.

“Tadi pemilik sudah kita panggil. Ia mengakui tidak mengetahui soal praktik itu. Tapi tetap akan kita tutup lantaran lalai dalam pengawasan terhadap karyawan atau lokasi tersebut,” pungkasnya. (rvn)

Most Read

Artikel Terbaru

/