alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Saturday, 2 July 2022

Akui Sering Wik-Wik-Wik, Dua Sejoli yang Digerebek di Intan Sari Ternyata Berstatus Mahasiswa

Dua sejoli yang berstatus mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Banjarbaru, digerebek petugas Satpol PP Banjarbaru pada Selasa (26/2) dini hari. Mereka kedapatan berduaan di sebuah kamar kos di Intan Sari Banjarbaru.

————————————————-

MUHAMMAD RIFANI, Banjarbaru

Favehotel Banjarmasin

————————————————-

NA (20) tertegun. Didampingi teman prianya, KF (20). Mahasiswi asal Hulu Sungai Selatan ini hanya bisa pasrah. Menjawab pertanyaan dari petugas Satpol PP Banjarbaru pada Selasa (26/2) pagi.

Ia dimintai keterangan lantaran kepergok satu kamar dengan pasangannya di sebuah kos-kosan di Intan Sari Banjarbaru.

Keduanya digelandang petugas usai warga sekitar resah dengan tingkah laku mereka yang kerap berduaan hingga bermalam di kos tersebut.

NA tergolong irit bicara. Suaranya gadis berparas manis ini juga tidak begitu nyaring. Berbeda dengan KF yang sedikit lebih lantang. Meskipun keduanya sama-sama harus menanggung malu akibat perbuatan mesumnya.

Saat disambangi wartawan, keduanya kompak menutup wajah. Menahan malu. Ketika coba diwawancarai pun, mereka enggan berkomentar. Hanya diam. KF yang merupakan mahasiswa dari Kalbar pun juga tak berani berbicara.

NA dan KF saat diinterogasi mengakui perbuatannya. Mereka sering tidur satu kasur.

“Benar, keduanya mengakui sering melakukan hubungan badan,” kata Kasatpol PP Marhain Rahman melalui PPNS Seksi Opsdal, Yanto Hidayat.

Sebelum diinapkan gratis di Mako Satpol PP untuk pagi harinya dimintai keterangan. Dalam upaya penggerebekan rupanya sempat alot. Lantaran kedua sejoli ini kekeuh tidak mau membuka pintu kamar.

“Menang keduanya sudah lama kita target. Pas tadi malam ada laporan dari warga juga. Pas kita sambangi, kondisi pintu terkunci. Bahkan digembok dari luar. Tapi lampu kamar menyala,” kata salah seorang personil Satpol PP yang melakukan penggerebekan.

Saat diintip, sang lelaki katanya mencoba mengelabui dengan menempel ke dinding.

“Menempel ke dinding. Agar tidak kelihatan dari satu sisi. Kalau perempuannya awalnya tidak terlihat sama sekali,” ceritanya.

Lantaran sudah yakin ada pasangan tersebut ditambah saat diintip seperti bersembunyi. Personil Satpol PP melakukan negosiasi untuk membuka pintu yang terkunci.

“Saat kita ancam mau dobrak lantaran tidak ada respons. Akhirnya lelaki ini keluar kamar. Tapi lewat jendela. Sebab pintu utama dikunci dengan gembok dari luar,” ujarnya.

Benar saja. Saat dibukakan pintu. NA memang berada di kamar tersebut. Meskipun keduanya sedang dalam kondisi mengenakan pakai lengkap.

“Langsung kita amankan ke Mako. Lalu disuruh menginap di Mako untuk pagi (Selasa) dimintai keterangan,” ujarnya.

Ternyata modus yang digunakan KF tergolong cerdik. Untuk memuluskan aksinya hingga puluhan kali tanpa terendus warga atau penghuni kos lainnya. KF terlebih dahulu mendrop NA ke dalam kamarnya.

“Yang wanita dimasukkan ke kamar terlebih dahulu. Lalu dikuncinya dari luar. Jadi seakan-akan kamar kos itu tidak ada orangnya. Nah, lelaki ini masuk lewat jendela kamarnya,” ungkap Yanto usai mem-BAP keduanya pada Selasa (26/2) siang

Soal status dan identitas keduanya. Yanto menerangkan bahwa KF dan NA sama-sama berusia 20 tahun.

“Satu kampus cuman beda jurusan. Masih semester empat,” tambahnya.

Untuk tindaklanjut dari perbuatan tindak asusila ini. Petugas memanggil orang atau wali dari keduanya.

“Kita panggil dan jelaskan. Terus juga meminta untuk dibina dan diawasi secara penuh,” ujarnya.

Selain itu, kedua pasangan di mabuk asmara ini turut menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya tersebut. (rvn/by/bin)

Dua sejoli yang berstatus mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Banjarbaru, digerebek petugas Satpol PP Banjarbaru pada Selasa (26/2) dini hari. Mereka kedapatan berduaan di sebuah kamar kos di Intan Sari Banjarbaru.

————————————————-

MUHAMMAD RIFANI, Banjarbaru

Favehotel Banjarmasin

————————————————-

NA (20) tertegun. Didampingi teman prianya, KF (20). Mahasiswi asal Hulu Sungai Selatan ini hanya bisa pasrah. Menjawab pertanyaan dari petugas Satpol PP Banjarbaru pada Selasa (26/2) pagi.

Ia dimintai keterangan lantaran kepergok satu kamar dengan pasangannya di sebuah kos-kosan di Intan Sari Banjarbaru.

Keduanya digelandang petugas usai warga sekitar resah dengan tingkah laku mereka yang kerap berduaan hingga bermalam di kos tersebut.

NA tergolong irit bicara. Suaranya gadis berparas manis ini juga tidak begitu nyaring. Berbeda dengan KF yang sedikit lebih lantang. Meskipun keduanya sama-sama harus menanggung malu akibat perbuatan mesumnya.

Saat disambangi wartawan, keduanya kompak menutup wajah. Menahan malu. Ketika coba diwawancarai pun, mereka enggan berkomentar. Hanya diam. KF yang merupakan mahasiswa dari Kalbar pun juga tak berani berbicara.

NA dan KF saat diinterogasi mengakui perbuatannya. Mereka sering tidur satu kasur.

“Benar, keduanya mengakui sering melakukan hubungan badan,” kata Kasatpol PP Marhain Rahman melalui PPNS Seksi Opsdal, Yanto Hidayat.

Sebelum diinapkan gratis di Mako Satpol PP untuk pagi harinya dimintai keterangan. Dalam upaya penggerebekan rupanya sempat alot. Lantaran kedua sejoli ini kekeuh tidak mau membuka pintu kamar.

“Menang keduanya sudah lama kita target. Pas tadi malam ada laporan dari warga juga. Pas kita sambangi, kondisi pintu terkunci. Bahkan digembok dari luar. Tapi lampu kamar menyala,” kata salah seorang personil Satpol PP yang melakukan penggerebekan.

Saat diintip, sang lelaki katanya mencoba mengelabui dengan menempel ke dinding.

“Menempel ke dinding. Agar tidak kelihatan dari satu sisi. Kalau perempuannya awalnya tidak terlihat sama sekali,” ceritanya.

Lantaran sudah yakin ada pasangan tersebut ditambah saat diintip seperti bersembunyi. Personil Satpol PP melakukan negosiasi untuk membuka pintu yang terkunci.

“Saat kita ancam mau dobrak lantaran tidak ada respons. Akhirnya lelaki ini keluar kamar. Tapi lewat jendela. Sebab pintu utama dikunci dengan gembok dari luar,” ujarnya.

Benar saja. Saat dibukakan pintu. NA memang berada di kamar tersebut. Meskipun keduanya sedang dalam kondisi mengenakan pakai lengkap.

“Langsung kita amankan ke Mako. Lalu disuruh menginap di Mako untuk pagi (Selasa) dimintai keterangan,” ujarnya.

Ternyata modus yang digunakan KF tergolong cerdik. Untuk memuluskan aksinya hingga puluhan kali tanpa terendus warga atau penghuni kos lainnya. KF terlebih dahulu mendrop NA ke dalam kamarnya.

“Yang wanita dimasukkan ke kamar terlebih dahulu. Lalu dikuncinya dari luar. Jadi seakan-akan kamar kos itu tidak ada orangnya. Nah, lelaki ini masuk lewat jendela kamarnya,” ungkap Yanto usai mem-BAP keduanya pada Selasa (26/2) siang

Soal status dan identitas keduanya. Yanto menerangkan bahwa KF dan NA sama-sama berusia 20 tahun.

“Satu kampus cuman beda jurusan. Masih semester empat,” tambahnya.

Untuk tindaklanjut dari perbuatan tindak asusila ini. Petugas memanggil orang atau wali dari keduanya.

“Kita panggil dan jelaskan. Terus juga meminta untuk dibina dan diawasi secara penuh,” ujarnya.

Selain itu, kedua pasangan di mabuk asmara ini turut menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya tersebut. (rvn/by/bin)

Most Read

Artikel Terbaru

/