alexametrics
29.1 C
Banjarmasin
Tuesday, 28 June 2022

Melanggar lagi, Wajah Pelanggar Pun Masih Sama

BANJARMASIN – Bawaslu Banjarmasin lagi-lagi menemukan pelanggaran pemasangan alat peraga kampanye (APK). Jumlahnya sebanyak 120 buah. 70 lebih sedikit dari penertiban beberapa waktu lalu.

“Kami akan turun lagi menertibkan. Pelanggaran pemasangan APK yang kami temukan tak ada habis-habisnya,” ucap Ketua Bawaslu Banjarmasin, Muhammad Yasar, kemarin (25/2).

Bawaslu memang belum akan menertibkan. Terlebih dulu, mereka akan memperingatkan pemiliknya. Bahwa APK yang terpasang menyalahi aturan.

Favehotel Banjarmasin

“Kami hendaknya mereka melepas sendiri. Kalau tak dilepas, paling lambat dua pekan lagi kami bersihkan,” tegasnya tanpa mau memberitahu kapan actionnya.

Pelanggaran pemasangan APK kali ini pemiliknya rata-rata sama dengan yang sudah ditertibkan sebelumnya. Yasar menyayangkan hal itu.

Dia menyebut, mestinya penertiban sebelumnya menjadi pembelajaran bagi para peserta pemilu dan partai politik.

Lebih lucu lagi, titik lokasi yang pernah dibersihkannya malah dimanfaatkan peserta pemilu lain. Padahal, jelas-jelas titik tersebut sudah dilarang. Bahkan APK sebelumnya saja dilepas paksa.

“Kami bingung juga. Seperti memanfaatkan kesempatan,” tukasnya.

Tanpa mau membeberkan di mana saja, Yassar menyebut pelanggaran APK yang terpasang diantaranya berupa spanduk, baliho hingga banner yang tidak sesuai ketentuan.

Seperti memasang di pohon, fasilitas publik (tiang listrik), rumah ibadah dan gedung pemerintahan.

Sementara itu, Koordinator Penindakan Pelanggaran Bawaslu Banjarmasin, Subhani menambahkan upaya pelepasan paksa APK ini adalah obat terakhir. Ketika upaya pencegahan selalu diindahkan peserta pemilu.

“Satu-satunya langkah adalah penurunan paksa,” tegasnya. (mof/at/nur)

BANJARMASIN – Bawaslu Banjarmasin lagi-lagi menemukan pelanggaran pemasangan alat peraga kampanye (APK). Jumlahnya sebanyak 120 buah. 70 lebih sedikit dari penertiban beberapa waktu lalu.

“Kami akan turun lagi menertibkan. Pelanggaran pemasangan APK yang kami temukan tak ada habis-habisnya,” ucap Ketua Bawaslu Banjarmasin, Muhammad Yasar, kemarin (25/2).

Bawaslu memang belum akan menertibkan. Terlebih dulu, mereka akan memperingatkan pemiliknya. Bahwa APK yang terpasang menyalahi aturan.

Favehotel Banjarmasin

“Kami hendaknya mereka melepas sendiri. Kalau tak dilepas, paling lambat dua pekan lagi kami bersihkan,” tegasnya tanpa mau memberitahu kapan actionnya.

Pelanggaran pemasangan APK kali ini pemiliknya rata-rata sama dengan yang sudah ditertibkan sebelumnya. Yasar menyayangkan hal itu.

Dia menyebut, mestinya penertiban sebelumnya menjadi pembelajaran bagi para peserta pemilu dan partai politik.

Lebih lucu lagi, titik lokasi yang pernah dibersihkannya malah dimanfaatkan peserta pemilu lain. Padahal, jelas-jelas titik tersebut sudah dilarang. Bahkan APK sebelumnya saja dilepas paksa.

“Kami bingung juga. Seperti memanfaatkan kesempatan,” tukasnya.

Tanpa mau membeberkan di mana saja, Yassar menyebut pelanggaran APK yang terpasang diantaranya berupa spanduk, baliho hingga banner yang tidak sesuai ketentuan.

Seperti memasang di pohon, fasilitas publik (tiang listrik), rumah ibadah dan gedung pemerintahan.

Sementara itu, Koordinator Penindakan Pelanggaran Bawaslu Banjarmasin, Subhani menambahkan upaya pelepasan paksa APK ini adalah obat terakhir. Ketika upaya pencegahan selalu diindahkan peserta pemilu.

“Satu-satunya langkah adalah penurunan paksa,” tegasnya. (mof/at/nur)

Most Read

Artikel Terbaru

/