alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Tuesday, 28 June 2022

13 Rambu Dipasang Menjelang Uji Coba Pengalihan Arus Jalan Pierre Tandean

BANJARMASIN – 26 Februari ini akan dilakukannya uji coba pengalihan arus di Jalan Pierre Tandean. Sebagai tanda, beberapa rambu sudah dipasang.

“Total ada 13 rambu yang dipasang,” kata Kasi Management dan Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Banjarmasin, Febri.

Rambu-rambu itu disebar di beberapa titik. Seperti di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kampung Melayu, Seberang Mesjid, Aes Nasution dan Pierre Tandean.

Favehotel Banjarmasin

Setelah dilakukan uji coba, pada 1 Maret nanti, Dishub sudah mantap akan menerapkan satu arah di Pierre Tendean. Sebagai solusi mengatasi kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut. Itu ditegaskan oleh Kadishub Banjarmasin, Ichwan Noor Chaliq.

“Akan diberlakukan secara permanen,” tegasnya.

Arus lalu lintas memang di sana bisa disebut padat. Terutama saat weekend atau ketika ada event. Tambah parah, dengan parkir kendaraan yang memakan badan jalan.

Untuk menyiasati lalu lintas, biasanya diterpaksa menerapkan buka tutup ketika ada penumpukan pengendara.

Tak hanya memberlakukan satu arah di kawasan Pierre Tendean. Dishub juga bakal menerapkannya di ruas jalan lain. Seperti Jalan Sudirman.

Di ruas ini, biasanya dapat dilalui dari Jalan Keramaian dan Jalan As Musaffa. Nah, mulai 1 Maret nanti, pengendara cuma bisa melalui jalan ini dari arah Jalan Pasar Lama dan Jalan Kampung Melayu. (mr-154/at/nur)

BANJARMASIN – 26 Februari ini akan dilakukannya uji coba pengalihan arus di Jalan Pierre Tandean. Sebagai tanda, beberapa rambu sudah dipasang.

“Total ada 13 rambu yang dipasang,” kata Kasi Management dan Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Banjarmasin, Febri.

Rambu-rambu itu disebar di beberapa titik. Seperti di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kampung Melayu, Seberang Mesjid, Aes Nasution dan Pierre Tandean.

Favehotel Banjarmasin

Setelah dilakukan uji coba, pada 1 Maret nanti, Dishub sudah mantap akan menerapkan satu arah di Pierre Tendean. Sebagai solusi mengatasi kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut. Itu ditegaskan oleh Kadishub Banjarmasin, Ichwan Noor Chaliq.

“Akan diberlakukan secara permanen,” tegasnya.

Arus lalu lintas memang di sana bisa disebut padat. Terutama saat weekend atau ketika ada event. Tambah parah, dengan parkir kendaraan yang memakan badan jalan.

Untuk menyiasati lalu lintas, biasanya diterpaksa menerapkan buka tutup ketika ada penumpukan pengendara.

Tak hanya memberlakukan satu arah di kawasan Pierre Tendean. Dishub juga bakal menerapkannya di ruas jalan lain. Seperti Jalan Sudirman.

Di ruas ini, biasanya dapat dilalui dari Jalan Keramaian dan Jalan As Musaffa. Nah, mulai 1 Maret nanti, pengendara cuma bisa melalui jalan ini dari arah Jalan Pasar Lama dan Jalan Kampung Melayu. (mr-154/at/nur)

Most Read

Artikel Terbaru

/