alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Sunday, 3 July 2022

Siswa XII SMK Pertanian Banjarbaru Ikuti Uji Sertifikasi Produksi Benih

BANJARBARU –SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru melaksanakan Uji Sertifikasi Profesi (USP) di bidang pertanian bagi siswa kelas XII TP. 2018/2019, yang dilaksanakan selama 4 hari terhitung mulai 19 sampai 22 Februari 2019.

Salah satu peserta di uji sertifikasi bidang produksi benih, yaitu siswa dari kompetensi keahlian Agribisnis Tanaman Pangan & Hortikultura (ATPH), Agribisnis Pembenihan & Kultur Jaringan (APKJ).

Terdapat 67 siswa yang mengikuti uji sertifikasi bidang produksi benih, yaitu 33 siswa Agribisnis Tanaman Pangan & Hortikultura, 34 siswa Agribisnis Pembenihan & Kultur Jaringan.

Favehotel Banjarmasin

Uji Sertifikasi Profesi yang dilaksanakan ini merupakan sertifikasi di bidang pertanian, sehingga para asesornya berasal dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pertanian yang berada di naungan BPPSDMP, Kementerian Pertanian.

Siswa kelas XII ini akan di uji, baik berupa uji teori, wawancara dan praktek. Mereka akan dinilai apakah kompeten di bidang profesi yang mereka ambil atau malah tidak kompeten.

Menurut Nur Eva Hayati, salah satu asesor Pelaksana produksi benih mengatakan, “Pada uji ini ditekankan kompetensinya, pengetahuan, ketrampilan, kecekatan yang dimulai dari bagaimana memfilter benih sebelum tanam, cara pengolahan, penanaman, pemeliharaan, menentukan dosis, kadar air dan nantinya menciptakan benih yang bermutu”, Katanya.

Uji sertifikasi ini dinilai berdasarkan standar penilaian yang telah di tentukan dari BNSP, diantaranya: Menyusun kebutuhan benih, merencanakan produksi benih, menerapkan teknik penanaman, mengelola pertamanan, melakukan panen, melakukan pengolahn calon benih, melakukan penanganan benih, menyiapkan pengujian dan terakhir melakukan pengujian.

Terdapat 6 asesor untuk uji sertifikasi pelaksana produksi benih diantaranya Disperta Kabupaten Nganjuk, Ditjen Hortikultura, SMKN Plosoklaten, BBPP Ketindan, Polbangtan Malang.

Uji sertifikasi yang di fasilitasi oleh sekolah ini merupakan bentuk kesadaran sekolah dalam mencetak lulusan yang memiliki keahlian dalam suatu bidang profesi, yang ditunjukkan dengan adanya sertifikat dari LSP.

Apabila nanti dinyatakan kompeten, hasil dari penilaian mereka akan di bawa ke Badan Nasional Sertifikasi Profesi disingkat (BNSP), setelah  penilaian di anggap valid, setelahnya akan diserahkan ke LSP Pertanian untuk dibuatkan sertifikat yang berlaku 4 tahun. (wd/humas)

BANJARBARU –SMK Pertanian Pembangunan Negeri Banjarbaru melaksanakan Uji Sertifikasi Profesi (USP) di bidang pertanian bagi siswa kelas XII TP. 2018/2019, yang dilaksanakan selama 4 hari terhitung mulai 19 sampai 22 Februari 2019.

Salah satu peserta di uji sertifikasi bidang produksi benih, yaitu siswa dari kompetensi keahlian Agribisnis Tanaman Pangan & Hortikultura (ATPH), Agribisnis Pembenihan & Kultur Jaringan (APKJ).

Terdapat 67 siswa yang mengikuti uji sertifikasi bidang produksi benih, yaitu 33 siswa Agribisnis Tanaman Pangan & Hortikultura, 34 siswa Agribisnis Pembenihan & Kultur Jaringan.

Favehotel Banjarmasin

Uji Sertifikasi Profesi yang dilaksanakan ini merupakan sertifikasi di bidang pertanian, sehingga para asesornya berasal dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pertanian yang berada di naungan BPPSDMP, Kementerian Pertanian.

Siswa kelas XII ini akan di uji, baik berupa uji teori, wawancara dan praktek. Mereka akan dinilai apakah kompeten di bidang profesi yang mereka ambil atau malah tidak kompeten.

Menurut Nur Eva Hayati, salah satu asesor Pelaksana produksi benih mengatakan, “Pada uji ini ditekankan kompetensinya, pengetahuan, ketrampilan, kecekatan yang dimulai dari bagaimana memfilter benih sebelum tanam, cara pengolahan, penanaman, pemeliharaan, menentukan dosis, kadar air dan nantinya menciptakan benih yang bermutu”, Katanya.

Uji sertifikasi ini dinilai berdasarkan standar penilaian yang telah di tentukan dari BNSP, diantaranya: Menyusun kebutuhan benih, merencanakan produksi benih, menerapkan teknik penanaman, mengelola pertamanan, melakukan panen, melakukan pengolahn calon benih, melakukan penanganan benih, menyiapkan pengujian dan terakhir melakukan pengujian.

Terdapat 6 asesor untuk uji sertifikasi pelaksana produksi benih diantaranya Disperta Kabupaten Nganjuk, Ditjen Hortikultura, SMKN Plosoklaten, BBPP Ketindan, Polbangtan Malang.

Uji sertifikasi yang di fasilitasi oleh sekolah ini merupakan bentuk kesadaran sekolah dalam mencetak lulusan yang memiliki keahlian dalam suatu bidang profesi, yang ditunjukkan dengan adanya sertifikat dari LSP.

Apabila nanti dinyatakan kompeten, hasil dari penilaian mereka akan di bawa ke Badan Nasional Sertifikasi Profesi disingkat (BNSP), setelah  penilaian di anggap valid, setelahnya akan diserahkan ke LSP Pertanian untuk dibuatkan sertifikat yang berlaku 4 tahun. (wd/humas)

Most Read

Artikel Terbaru

/