alexametrics
23.1 C
Banjarmasin
Monday, 27 June 2022

Pemprov Kalsel Segera Meluncurkan Geopark Meratus

Tak lama lagi Pemprov Kalsel meluncurkan Geopark Meratus. Dari  36 situs geologi (geosite) termasuk dari geopark ini, dua geosite sedang dikembangkan. Yakni Mandiangin dan Lembah Kahung di Kabupaten Banjar. 

Tujuannya, demi mengurangi ketergantungan Kalsel atas sektor pertambangan. Lebih-lebih batu bara. Menjadikan pariwisata sebagai tulang punggung baru ekonomi Banua.

“Dua geosite ini telah dikembangkan dengan pembangunan infrastruktur penunjang. Ini barulah awal,” ungkap Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq.

Favehotel Banjarmasin

Geopark Meratus telah memperoleh pengakuan pemerintah pusat sebagai geopark nasional. Geopark atau Taman Bumi bukan hanya menuntut upaya konservasi lingkungan. Tapi juga pengembangan pariwisata dan ekonomi masyarakat.

Dalam gambaran besarnya, ada 36 geosite yang tersebar di sembilan kabupaten dan satu kota.

“Selanjutnya, harus ditata dan dikelola sebagai destinasi wisata nasional. Bahkan internasional,” imbuh Hanif.

Konser ramai, geopark diresmikan, bukan berarti pekerjaan pemprov tuntas. Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kalsel, Isharwanto mengingatkan masih ada masalah besar menunggu di depan.

“Bersyukur karena pemerintah pusat sudah menetapkan Meratus dalam kawasan geopark nasional. Tapi masih ada persoalan. Tantangan terberat adalah tumpang-tindih perizinan di dalam kawasan geopark,” terang Isharwanto.

ke-36 geosite ini paling banyak berada di Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Tengah. Mencakup hutan, goa, air terjun, karst, lembah, dan danau. Bahkan pendulangan intan di Cempaka Banjarbaru juga termasuk.

Pengelolaan Geopark Meratus dikerjasamakan bersama Forum Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Kalsel. Ketua forum itu, Dindin Makinudin mengatakan, agar gaungnya terdengar hingga keluar, peluncuran Geopark Meratus bakal dimeriahkan oleh konser Slank pada Minggu (24/2).

Band rock yang telah mewarnai dunia musik Indonesia selama 35 tahun terakhir. Punya basis fans besar, tak terkecuali di Kalsel.

“Konsernya nanti di Kiram Park,” ujar Dindin.

Dindin menegaskan, semua perusahaan di Kalsel turut bertanggungjawab dalam pengembangan geopark. Terutama yang telah memperoleh banyak keuntungan dari sekitar kawasan Meratus.

“Dana CSR penting untuk memberdayakan masyarakat sekitar geosite melalui Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata), lembaga desa, dan LSM lokal,” jelasnya.

Secara sederhana, geological park adalah sebuah kawasan dimana masyarakat sekitar diajak melindungi dan memanfaatkan warisan alam. Termasuk nilai geologi, arkeologi dan budaya yang terkandung di dalamnya. (fud/by/ran)

Tak lama lagi Pemprov Kalsel meluncurkan Geopark Meratus. Dari  36 situs geologi (geosite) termasuk dari geopark ini, dua geosite sedang dikembangkan. Yakni Mandiangin dan Lembah Kahung di Kabupaten Banjar. 

Tujuannya, demi mengurangi ketergantungan Kalsel atas sektor pertambangan. Lebih-lebih batu bara. Menjadikan pariwisata sebagai tulang punggung baru ekonomi Banua.

“Dua geosite ini telah dikembangkan dengan pembangunan infrastruktur penunjang. Ini barulah awal,” ungkap Kepala Dinas Kehutanan Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq.

Favehotel Banjarmasin

Geopark Meratus telah memperoleh pengakuan pemerintah pusat sebagai geopark nasional. Geopark atau Taman Bumi bukan hanya menuntut upaya konservasi lingkungan. Tapi juga pengembangan pariwisata dan ekonomi masyarakat.

Dalam gambaran besarnya, ada 36 geosite yang tersebar di sembilan kabupaten dan satu kota.

“Selanjutnya, harus ditata dan dikelola sebagai destinasi wisata nasional. Bahkan internasional,” imbuh Hanif.

Konser ramai, geopark diresmikan, bukan berarti pekerjaan pemprov tuntas. Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kalsel, Isharwanto mengingatkan masih ada masalah besar menunggu di depan.

“Bersyukur karena pemerintah pusat sudah menetapkan Meratus dalam kawasan geopark nasional. Tapi masih ada persoalan. Tantangan terberat adalah tumpang-tindih perizinan di dalam kawasan geopark,” terang Isharwanto.

ke-36 geosite ini paling banyak berada di Hulu Sungai Selatan dan Hulu Sungai Tengah. Mencakup hutan, goa, air terjun, karst, lembah, dan danau. Bahkan pendulangan intan di Cempaka Banjarbaru juga termasuk.

Pengelolaan Geopark Meratus dikerjasamakan bersama Forum Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Kalsel. Ketua forum itu, Dindin Makinudin mengatakan, agar gaungnya terdengar hingga keluar, peluncuran Geopark Meratus bakal dimeriahkan oleh konser Slank pada Minggu (24/2).

Band rock yang telah mewarnai dunia musik Indonesia selama 35 tahun terakhir. Punya basis fans besar, tak terkecuali di Kalsel.

“Konsernya nanti di Kiram Park,” ujar Dindin.

Dindin menegaskan, semua perusahaan di Kalsel turut bertanggungjawab dalam pengembangan geopark. Terutama yang telah memperoleh banyak keuntungan dari sekitar kawasan Meratus.

“Dana CSR penting untuk memberdayakan masyarakat sekitar geosite melalui Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata), lembaga desa, dan LSM lokal,” jelasnya.

Secara sederhana, geological park adalah sebuah kawasan dimana masyarakat sekitar diajak melindungi dan memanfaatkan warisan alam. Termasuk nilai geologi, arkeologi dan budaya yang terkandung di dalamnya. (fud/by/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/