alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Friday, 1 July 2022

Satu Warga Daha Meninggal Karena DBD

KANDANGAN – Teror demam berdarah dengue (DBD) masih terus terjadi. Kali ini, seorang warga Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) meninggal dunia karena penyakit yang diakibatkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti tersebut.

Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan Dinkes HSS, Hanti Wahyuningsih membenarkan kabar adanya satu warga meninggal dunia karena kasus DBD.

Warga yang meninggal dunia berjenis kelamin pria berusia 36 tahun beralamat di Desa Teluk Labak, Kecamatan Daha Utara.

Favehotel Banjarmasin

“Meninggalnya sekitar dua minggu lalu karena DBD serta komplikasi akibat hipertensi,” ujarnya, Kamis (21/2).

Kasus DBD awal tahun ini di Kabupaten HSS meningkat cukup signifikan.

Dinkes HSS merinci sampai bulan Februari sudah terdata 108 kasus sampai minggu kedua tadi. Sedangkan di tahun 2018 dari Januari sampai Februari hanya 25 kasus.

“Dibandingkan awal tahun lalu, tahun ini kasus DBD naik,” banding Hanti.

Berbagai antisipasi dilakukan Dinkes HSS untuk mencegah semakin berkembanganya wabah DBD.

Memasuki bulan Februari ini Pemkab HSS melakukan gerakan masal pemberantasan sarang nyamuk (PSN) untuk memutus mata rantai tumbuh kembangnya nyamuk DBD di semua sekolah.

Kemudian di minggu kedua gerakan PSN dilanjutkan menyasar seluruh desa/kelurahan di Kabupaten HSS.

“Gerakan PSN ini dilakukan setiap hari Jumat,” sebut Hanti.

Gerakan PSN serentak setiap Jumat tersebut langsung di pantau Bupati HSS Achmad Fikry didampingi Kepala Dinkes HSS Siti Zainab.

Pencegahan DBD yang dipantau adalah kegiatan PSN dengan cara 3M (menutup, menguras, mengubur) plus menaburkan bubuk larvasida (lebih dikenal dengan abate) pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, menggunakan obat nyamuk sampai menggunakan kelambu saat tidur.

Bupati HSS, Achmad Fikry menjelaskan bahwa gerakan PSN ini harus terus dibiasakan di masyarakat. Supaya lingkungan tidak ada sarang nyamuk.

“Gerakan PSN ini harus dilakukan semua lapisan masyarakat. Jangan hanya melakukan fogging, karena tidak menyelesaikan masalah. Fogging hanya mematikan nyamuk dewasa saja,” ujarnya yang mengimbau warga harus membiasakan membuang sampah pada tempatnya.

Fikry juga mengingatkan masyarakat mengenali gejala DBD, jika ada masyarakat terindikasi panas selama dua hari tanpa turun, segera bawa ke Puskesmas atau layanan kesehatan terdekat lainnya.

“Bawa segera ke layanan kesehatan, sekarang berobat gratis karena ada BPJS semesta,” tuntasnya. (shn/by/ran)

KANDANGAN – Teror demam berdarah dengue (DBD) masih terus terjadi. Kali ini, seorang warga Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) meninggal dunia karena penyakit yang diakibatkan gigitan nyamuk Aedes Aegypti tersebut.

Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan Dinkes HSS, Hanti Wahyuningsih membenarkan kabar adanya satu warga meninggal dunia karena kasus DBD.

Warga yang meninggal dunia berjenis kelamin pria berusia 36 tahun beralamat di Desa Teluk Labak, Kecamatan Daha Utara.

Favehotel Banjarmasin

“Meninggalnya sekitar dua minggu lalu karena DBD serta komplikasi akibat hipertensi,” ujarnya, Kamis (21/2).

Kasus DBD awal tahun ini di Kabupaten HSS meningkat cukup signifikan.

Dinkes HSS merinci sampai bulan Februari sudah terdata 108 kasus sampai minggu kedua tadi. Sedangkan di tahun 2018 dari Januari sampai Februari hanya 25 kasus.

“Dibandingkan awal tahun lalu, tahun ini kasus DBD naik,” banding Hanti.

Berbagai antisipasi dilakukan Dinkes HSS untuk mencegah semakin berkembanganya wabah DBD.

Memasuki bulan Februari ini Pemkab HSS melakukan gerakan masal pemberantasan sarang nyamuk (PSN) untuk memutus mata rantai tumbuh kembangnya nyamuk DBD di semua sekolah.

Kemudian di minggu kedua gerakan PSN dilanjutkan menyasar seluruh desa/kelurahan di Kabupaten HSS.

“Gerakan PSN ini dilakukan setiap hari Jumat,” sebut Hanti.

Gerakan PSN serentak setiap Jumat tersebut langsung di pantau Bupati HSS Achmad Fikry didampingi Kepala Dinkes HSS Siti Zainab.

Pencegahan DBD yang dipantau adalah kegiatan PSN dengan cara 3M (menutup, menguras, mengubur) plus menaburkan bubuk larvasida (lebih dikenal dengan abate) pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, menggunakan obat nyamuk sampai menggunakan kelambu saat tidur.

Bupati HSS, Achmad Fikry menjelaskan bahwa gerakan PSN ini harus terus dibiasakan di masyarakat. Supaya lingkungan tidak ada sarang nyamuk.

“Gerakan PSN ini harus dilakukan semua lapisan masyarakat. Jangan hanya melakukan fogging, karena tidak menyelesaikan masalah. Fogging hanya mematikan nyamuk dewasa saja,” ujarnya yang mengimbau warga harus membiasakan membuang sampah pada tempatnya.

Fikry juga mengingatkan masyarakat mengenali gejala DBD, jika ada masyarakat terindikasi panas selama dua hari tanpa turun, segera bawa ke Puskesmas atau layanan kesehatan terdekat lainnya.

“Bawa segera ke layanan kesehatan, sekarang berobat gratis karena ada BPJS semesta,” tuntasnya. (shn/by/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/