alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Sunday, 3 July 2022

Setelah Meninjau Lokasi Dinas PUPR Angkat Tangan

BANJARBARU – Banjir. Bencana alam yang satu ini acap kali menimpa Banjarbaru. Bahkan predikat “langganan” sepertinya cocok disematkan. Lantaran setiap musim penghujan, beberapa wilayah Cempaka dan Landasan Ulin selalu calap. Meskipun ada penurunan.

Banjir pun sebetulnya dapat diatasi dengan cara dicegah. Polemiknya sebelas dua belas antar daerah. Meluapnya aliran sungai di sekitar permukiman. Sungai disebut ada pendangkalan dan sempit. Ditambah tumpukan sampah.

Mengingat banjir berdampak terhadap masyarakat. Kemarin (18/2), rombongan Komisi III DPRD Banjarbaru tinjau beberapa titik rawan. Seperti di area Tonhar Landasan Ulin dan juga di Cempaka; RT 29, Kertak Baru dan Los Basung.

Favehotel Banjarmasin

Peninjauan ini tidak independen. Melainkan para anggota legislatif ini memboyong Dinas Pekerjaan Umum & Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarbaru. Sebagaimana salah satu pemangku kewenangan untuk memperbaiki aliran sungai atau drainase yang bermasalah.

Kepala Dinas PUPR Banjarbaru, Jaya Kreshna turun langsung. Bersama jajaran, ia meninjau ke lapangan langsung. Peninjauan di mulai dari area Landasan Ulin Tonhar. Tepatnya di Jembatan seberang SPBU Landasan Ulin. Yang kerap disebut “biang kerok” banjir di Tonhar.

Di peninjauan ini, Jaya menemui ada polemik. Yang mana seharusnya jembatan harus diperlebar, pihaknya tidak punya kewenangan.

“Ini wewenang Balai Jalan Provinsi. Tapi kita akan laporkan soal peninjauan ini dan dikoordinasikan” katanya.

Tetapi Jaya menegaskan, pihaknya akan memperbaiki aliran sungai yang masih masuk wewenang PUPR.

“Tonhar sebetulnya sudah kita tangani di beberapa titik terhambatnya aliran sungai di ranah wewenang kami. Tetapi memang di Jembatan sama belakang SPBU ini wewenang pihak lain,” jelasnya lagi.

Normalisasi katanya akan segera digodok. Khususnya di Sungai Pulantan yang memang sering meluap jika hujan deras mengguyur.

“Harapannya dengan adanya normalisasi bisa mencegah banjir,” sebutnya.

Berlanjut ke daerah Cempaka. Jaya dan rombongan meninjau beberapa titik. Bahkan hingga masuk ke permukiman padat penduduk. Masalahnya sama. Sungai sempit dan dangkal.

“Kita sudah tinjau, mulai dari Hulu; Sungai Kuranji hingga hilirnya; Sungai Basung. Memang dari temuan sementara, sungainya dangkal dan sempit, serta ada permukiman penduduk juga di bantaran sungai,” bebernya.

Langkahnya? PUPR katanya akan mempercepat proses normalisasi sungai. Misalnya mengeruk agar tidak dangkal lagi. Serta membuat sungai lebih lebar agar aliran air bisa mengalir leluasa. Lebarnya disebut Jaya direncanakan 6-8 meter. Tergantung kondisi medan.

“Secepatnya (normalisasi). Kita juga minta bantuan aparat pemerintahan (Lurah & Camat) termasuk tokoh-tokoh masyarakat di sini untuk hal ini. Kalau dengan masyarakat sudah clear, kira akan turun secepatnya,” katanya. (rvn/by/bin)

BANJARBARU – Banjir. Bencana alam yang satu ini acap kali menimpa Banjarbaru. Bahkan predikat “langganan” sepertinya cocok disematkan. Lantaran setiap musim penghujan, beberapa wilayah Cempaka dan Landasan Ulin selalu calap. Meskipun ada penurunan.

Banjir pun sebetulnya dapat diatasi dengan cara dicegah. Polemiknya sebelas dua belas antar daerah. Meluapnya aliran sungai di sekitar permukiman. Sungai disebut ada pendangkalan dan sempit. Ditambah tumpukan sampah.

Mengingat banjir berdampak terhadap masyarakat. Kemarin (18/2), rombongan Komisi III DPRD Banjarbaru tinjau beberapa titik rawan. Seperti di area Tonhar Landasan Ulin dan juga di Cempaka; RT 29, Kertak Baru dan Los Basung.

Favehotel Banjarmasin

Peninjauan ini tidak independen. Melainkan para anggota legislatif ini memboyong Dinas Pekerjaan Umum & Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarbaru. Sebagaimana salah satu pemangku kewenangan untuk memperbaiki aliran sungai atau drainase yang bermasalah.

Kepala Dinas PUPR Banjarbaru, Jaya Kreshna turun langsung. Bersama jajaran, ia meninjau ke lapangan langsung. Peninjauan di mulai dari area Landasan Ulin Tonhar. Tepatnya di Jembatan seberang SPBU Landasan Ulin. Yang kerap disebut “biang kerok” banjir di Tonhar.

Di peninjauan ini, Jaya menemui ada polemik. Yang mana seharusnya jembatan harus diperlebar, pihaknya tidak punya kewenangan.

“Ini wewenang Balai Jalan Provinsi. Tapi kita akan laporkan soal peninjauan ini dan dikoordinasikan” katanya.

Tetapi Jaya menegaskan, pihaknya akan memperbaiki aliran sungai yang masih masuk wewenang PUPR.

“Tonhar sebetulnya sudah kita tangani di beberapa titik terhambatnya aliran sungai di ranah wewenang kami. Tetapi memang di Jembatan sama belakang SPBU ini wewenang pihak lain,” jelasnya lagi.

Normalisasi katanya akan segera digodok. Khususnya di Sungai Pulantan yang memang sering meluap jika hujan deras mengguyur.

“Harapannya dengan adanya normalisasi bisa mencegah banjir,” sebutnya.

Berlanjut ke daerah Cempaka. Jaya dan rombongan meninjau beberapa titik. Bahkan hingga masuk ke permukiman padat penduduk. Masalahnya sama. Sungai sempit dan dangkal.

“Kita sudah tinjau, mulai dari Hulu; Sungai Kuranji hingga hilirnya; Sungai Basung. Memang dari temuan sementara, sungainya dangkal dan sempit, serta ada permukiman penduduk juga di bantaran sungai,” bebernya.

Langkahnya? PUPR katanya akan mempercepat proses normalisasi sungai. Misalnya mengeruk agar tidak dangkal lagi. Serta membuat sungai lebih lebar agar aliran air bisa mengalir leluasa. Lebarnya disebut Jaya direncanakan 6-8 meter. Tergantung kondisi medan.

“Secepatnya (normalisasi). Kita juga minta bantuan aparat pemerintahan (Lurah & Camat) termasuk tokoh-tokoh masyarakat di sini untuk hal ini. Kalau dengan masyarakat sudah clear, kira akan turun secepatnya,” katanya. (rvn/by/bin)

Most Read

Artikel Terbaru

/