alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Tuesday, 28 June 2022

Hati-Hati…!!!! Kesehatan PSK Tidak Lagi Diperiksa

BANJARBARU – Meski resmi ditutup sejak Desember 2016 silam. Namun, secara diam-diam bisnis prostitusi di Pembatuan masih menggeliat.

Sayangnya, walaupun masih beroperasi para pekerja seks komersial (PSK) tidak lagi melakukan cek kesehatan secara rutin.

Padahal, ada sejumlah penyakit kelamin yang seringkali diderita oleh para PSK. Ketika Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Banjarbaru masih rutin melaksanakan tes kesehatan di eks lokalisasi, Jalan Kenanga, Landasan Ulin Timur tersebut.

Favehotel Banjarmasin

“Sejak ditutup, kami tidak pernah lagi memeriksa PSK di sana. Padahal, kabarnya masih ada puluhan PSK yang beroperasi,” kata Sekretaris KPA Banjarbaru Edi Sampana, kepada Radar Banjarmasin.

Lanjutnya, karena tak lagi diperiksa, dikhawatirkan ada beberapa PSK yang tidak mengetahui sedang menderita penyakit kelamin. Atau mungkin tidak tahu bagaimana cara mengobatinya.

“Kalau sudah seperti itu, maka di Pembatuan bakal jadi sarang penyakit. Lalu, disebar ke para hidung belang,” ucapnya.

Edi menjelaskan, penyakit yang sering diderita PSK ialah sipilis, kencing nanah, jamur pada kelamin hingga HIV/AIDS.

“Penyakit-penyakit itu menular dan berbahaya. Apalagi HIV/AIDS, bisa membawa kematian. Dulu kami yang mengobati para PSK, sekarang tidak lagi,” jelasnya.

Lalu kenapa mereka tidak lagi melaksanakan pemeriksaan rutin? Dia mengungkapkan, usai eks lokalisasi Pembatuan ditutup, KPA Banjarbaru kesulitan mendeteksi PSK. Karena, beroperasinya secara diam-diam.

“Selain itu, RT setempat juga tidak mendukung kami. Jadi kami susah melakukan tes di sana,” pungkasnya. (ris/al/ris)

BANJARBARU – Meski resmi ditutup sejak Desember 2016 silam. Namun, secara diam-diam bisnis prostitusi di Pembatuan masih menggeliat.

Sayangnya, walaupun masih beroperasi para pekerja seks komersial (PSK) tidak lagi melakukan cek kesehatan secara rutin.

Padahal, ada sejumlah penyakit kelamin yang seringkali diderita oleh para PSK. Ketika Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Banjarbaru masih rutin melaksanakan tes kesehatan di eks lokalisasi, Jalan Kenanga, Landasan Ulin Timur tersebut.

Favehotel Banjarmasin

“Sejak ditutup, kami tidak pernah lagi memeriksa PSK di sana. Padahal, kabarnya masih ada puluhan PSK yang beroperasi,” kata Sekretaris KPA Banjarbaru Edi Sampana, kepada Radar Banjarmasin.

Lanjutnya, karena tak lagi diperiksa, dikhawatirkan ada beberapa PSK yang tidak mengetahui sedang menderita penyakit kelamin. Atau mungkin tidak tahu bagaimana cara mengobatinya.

“Kalau sudah seperti itu, maka di Pembatuan bakal jadi sarang penyakit. Lalu, disebar ke para hidung belang,” ucapnya.

Edi menjelaskan, penyakit yang sering diderita PSK ialah sipilis, kencing nanah, jamur pada kelamin hingga HIV/AIDS.

“Penyakit-penyakit itu menular dan berbahaya. Apalagi HIV/AIDS, bisa membawa kematian. Dulu kami yang mengobati para PSK, sekarang tidak lagi,” jelasnya.

Lalu kenapa mereka tidak lagi melaksanakan pemeriksaan rutin? Dia mengungkapkan, usai eks lokalisasi Pembatuan ditutup, KPA Banjarbaru kesulitan mendeteksi PSK. Karena, beroperasinya secara diam-diam.

“Selain itu, RT setempat juga tidak mendukung kami. Jadi kami susah melakukan tes di sana,” pungkasnya. (ris/al/ris)

Most Read

Artikel Terbaru

Dua Dibekuk, Satu DPO

Karyawati Gelapkan Uang Perusahaan

Jasad Itu Ternyata Masinis Kapal

Giliran Anak Wahid Jadi Saksi

/