alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Saturday, 2 July 2022

Kecewa, Tak Sesuai Ekspektasi

BANJARMASIN – Pertandingan cabang olahraga (cabor) gulat SEA Games XXX 2019 Filipina dipastikan hanya mempertandingkan 14 nomor pertandingan.

Hal ini tak sesuai ekspektasi tim gulat Indonesia dan beberapa tum gulat Asia Tenggara lainnya. Pasalnya, 14 nomor pertandingan cenderung lebih menguntungkan tuan rumah, ketimbang kontingen dari negara Asia Tenggara lainnya.

Pelatih gulat Kalsel, Zulhaidir mengaku kecewa dengan hal ini. Menurutnya, dalam sebuah ajang olahraga multievent, khusus cabor gulat idealnya mempertandingkan minimal 18 kelas atau nomor pertandingan.

Favehotel Banjarmasin

“Hal ini tentunya berpengaruh terhadap proses seleksi tim gulat Indonesia yang akan diberangkatkan ke Filipina. Pasalnya, tiap provinsi diminta mempersiapkan pegulat di tiap kelas pertandingan. Kalau pegulat yang kami siapkan ternyata kelasnya tak dipertandingkan, persiapan kami jadinya sia-sia,” ujar pria yang akrab disapa Haidir ini.

Ditambahkan Haidir, dalam waktu dekat ini para pegulat Kalsel, terutama yang senior akan bertolak ke Jakarta. Mereka akan bertanding di Kejurnas Gulat 2019 yang merupakan ajang seleksi nasional (Seleknas) menuju ASEAN Games XXX 2019 Filipina.

“Yang jelas kami tetap berangkat full team. Mudah-mudahan, para pegulat yang kami andalkan bisa lolos Seleknas dan kelas yang mereka geluti juga dipertandingkan di ASEAN Games,” sebutnya.

Sementara itu, kekecewaan juga nampak di wajah Nastrusniccu Roxxana Andrea, pegulat putri Kalsel kelas 76 kilogram bebas.

“Kabarnya, kelas yang saya tekuni justru tidak dipertandingkan. Tapi, saya tetap diberangkatkan ikut Kejurnas di Jakarta. Kalau benar-benar tak dipertandingkan di SEA Games, saya kecewa,” ujar pegulat naturalisasi Romania itu.(oza)

BANJARMASIN – Pertandingan cabang olahraga (cabor) gulat SEA Games XXX 2019 Filipina dipastikan hanya mempertandingkan 14 nomor pertandingan.

Hal ini tak sesuai ekspektasi tim gulat Indonesia dan beberapa tum gulat Asia Tenggara lainnya. Pasalnya, 14 nomor pertandingan cenderung lebih menguntungkan tuan rumah, ketimbang kontingen dari negara Asia Tenggara lainnya.

Pelatih gulat Kalsel, Zulhaidir mengaku kecewa dengan hal ini. Menurutnya, dalam sebuah ajang olahraga multievent, khusus cabor gulat idealnya mempertandingkan minimal 18 kelas atau nomor pertandingan.

Favehotel Banjarmasin

“Hal ini tentunya berpengaruh terhadap proses seleksi tim gulat Indonesia yang akan diberangkatkan ke Filipina. Pasalnya, tiap provinsi diminta mempersiapkan pegulat di tiap kelas pertandingan. Kalau pegulat yang kami siapkan ternyata kelasnya tak dipertandingkan, persiapan kami jadinya sia-sia,” ujar pria yang akrab disapa Haidir ini.

Ditambahkan Haidir, dalam waktu dekat ini para pegulat Kalsel, terutama yang senior akan bertolak ke Jakarta. Mereka akan bertanding di Kejurnas Gulat 2019 yang merupakan ajang seleksi nasional (Seleknas) menuju ASEAN Games XXX 2019 Filipina.

“Yang jelas kami tetap berangkat full team. Mudah-mudahan, para pegulat yang kami andalkan bisa lolos Seleknas dan kelas yang mereka geluti juga dipertandingkan di ASEAN Games,” sebutnya.

Sementara itu, kekecewaan juga nampak di wajah Nastrusniccu Roxxana Andrea, pegulat putri Kalsel kelas 76 kilogram bebas.

“Kabarnya, kelas yang saya tekuni justru tidak dipertandingkan. Tapi, saya tetap diberangkatkan ikut Kejurnas di Jakarta. Kalau benar-benar tak dipertandingkan di SEA Games, saya kecewa,” ujar pegulat naturalisasi Romania itu.(oza)

Most Read

Artikel Terbaru

/