alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Wednesday, 29 June 2022

Makan Korban Jiwa, DLH Siap Relokasi TPS Sungai Ulin

BANJARBARU – Kamis (7/2) lalu. Satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu & anak meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Sungai Ulin Banjarbaru.

Ketiganya meregang nyawa usai menabrak sebuah mobil jenis mini bus yang parkir memakan badan jalan untuk membuang sampah ke TPS di dekat lokasi kecelakaan.

Buntut dari kecelakaan maut yang menghilangkan tiga nyawa ini. Keberadaan TPS yang berada di bibir jalan PM Noor ini mulai dibicarakan.

Favehotel Banjarmasin

Beberapa pengguna jalan dan warga sekitar pun berharap TPS tersebut bisa direlokasi. Ke tempat yang tidak rawan memicu kemacetan hingga kecelakaan.

Nasri, warga sekitar saat diwawancarai Radar Banjarmasin mengatakan bahwa TPS yang berada di depan Gereja Betel Indonesia Sungai Ulin itu memang rawan. Sebab banyak warga yang membuang sampah memarkirkan kendaraannya memakan badan jalan.

“Kalau mobil bahaya lagi mas, hampir memakan separo badan jalan. Tambah rawan juga sebab pengendara di sini kencang-kencang, dan posisi TPS berada di tanjakan dan tikungan, sehingga kalau ada yang berhenti jadi kurang terpantau karena tanjakan,” pandangnya.

Aspirasi yang sama juga diutarakan Faridah. Warga Mandiangin yang setiap hari melewati jalan PM Noor ini menyebut kawasan dekat TPS itu padat. Apalagi saat pagi maupun pulang kerja katanya arus lalu lintas sangat penuh.

“Kalau saya pribadi berharap TPS bisa dipindah ke lokasi yang tidak di pinggir jalan. Atau minimal masuk ke bagian dalam agar jangan mengganggu arus lalu lintas. Saya setiap sore kalau pulang kerja biasanya melihat banyak yang buang sampah di sana, kawatir kalau kesenggol karena pengendara di sini lumayan kencang,” ujarnya.

Terkait adanya aspirasi dari warga dan anggota dewan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarbaru, Sirajoni saat dikonfirmasi mengaku siap merelokasi keberadaan TPS tersebut. Bahkan katanya jika ingin ditutup tidak masalah.

“Kalau mau ditutup tidak masalah, jika itu keinginan warga. Tetapi tolong solusinya. Artinya, dimana pengganti lokasi TPS yang ditutup tersebut,” jawabnya.

Sirajoni juga menambahkan agar warga sekitar bisa membantu dan berkoordinasi terkait solusi penutupan TPS tersebut 

“Tolong bapak atau ibu anggota dewan dan masyarakat juga bantu kami untuk mengatasi kebutuhan warga akan TPS,” tegasnya. (rvn)

BANJARBARU – Kamis (7/2) lalu. Satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu & anak meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Sungai Ulin Banjarbaru.

Ketiganya meregang nyawa usai menabrak sebuah mobil jenis mini bus yang parkir memakan badan jalan untuk membuang sampah ke TPS di dekat lokasi kecelakaan.

Buntut dari kecelakaan maut yang menghilangkan tiga nyawa ini. Keberadaan TPS yang berada di bibir jalan PM Noor ini mulai dibicarakan.

Favehotel Banjarmasin

Beberapa pengguna jalan dan warga sekitar pun berharap TPS tersebut bisa direlokasi. Ke tempat yang tidak rawan memicu kemacetan hingga kecelakaan.

Nasri, warga sekitar saat diwawancarai Radar Banjarmasin mengatakan bahwa TPS yang berada di depan Gereja Betel Indonesia Sungai Ulin itu memang rawan. Sebab banyak warga yang membuang sampah memarkirkan kendaraannya memakan badan jalan.

“Kalau mobil bahaya lagi mas, hampir memakan separo badan jalan. Tambah rawan juga sebab pengendara di sini kencang-kencang, dan posisi TPS berada di tanjakan dan tikungan, sehingga kalau ada yang berhenti jadi kurang terpantau karena tanjakan,” pandangnya.

Aspirasi yang sama juga diutarakan Faridah. Warga Mandiangin yang setiap hari melewati jalan PM Noor ini menyebut kawasan dekat TPS itu padat. Apalagi saat pagi maupun pulang kerja katanya arus lalu lintas sangat penuh.

“Kalau saya pribadi berharap TPS bisa dipindah ke lokasi yang tidak di pinggir jalan. Atau minimal masuk ke bagian dalam agar jangan mengganggu arus lalu lintas. Saya setiap sore kalau pulang kerja biasanya melihat banyak yang buang sampah di sana, kawatir kalau kesenggol karena pengendara di sini lumayan kencang,” ujarnya.

Terkait adanya aspirasi dari warga dan anggota dewan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarbaru, Sirajoni saat dikonfirmasi mengaku siap merelokasi keberadaan TPS tersebut. Bahkan katanya jika ingin ditutup tidak masalah.

“Kalau mau ditutup tidak masalah, jika itu keinginan warga. Tetapi tolong solusinya. Artinya, dimana pengganti lokasi TPS yang ditutup tersebut,” jawabnya.

Sirajoni juga menambahkan agar warga sekitar bisa membantu dan berkoordinasi terkait solusi penutupan TPS tersebut 

“Tolong bapak atau ibu anggota dewan dan masyarakat juga bantu kami untuk mengatasi kebutuhan warga akan TPS,” tegasnya. (rvn)

Most Read

Artikel Terbaru

/