alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Saturday, 2 July 2022

Wisuda Perdana ULM di Gedung Sendiri

BANJARBARU – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menggelar wisuda ke-90 untuk lulusan program S0, S1 dan S2, , Selasa (12/2).

Ada yang berbeda dalam wisuda tahun ini, karena dilaksanakan di auditorium sendiri, setelah, selama puluhan tahun harus menyewa gedung.

“Cita-cita yang sudah lama diimpikan oleh seluruh civitas akademika ULM hari ini (kemarin) menjadi kenyataan, karena untuk pertama kalinya melaksanakan wisuda di auditorium sendiri,” kata Rektor ULM Sutarto Hadi, saat mengawali sambutannya di hadapan ratusan wisudawan.

Favehotel Banjarmasin

Dia mengungkapkan, setelah berdiri lebih dari 60 tahun akhirnya ULM memiliki auditorium yang dibangun melalui proyek IsDB 7in1 dan rampung pada 2018.

“Dengan adanya auditorium, wisuda tidak lagi menyewa gedung. Ibarat rumah tangga, selama ini kita menumpang di rumah orang. Sekarang kita menempati rumah sendiri. Rumah kebanggaan kita semua,” ungkapnya.

Dalam auditorium megah di kawasan ULM Banjarbaru tersebut, Sidang Terbuka Senat ULM dengan acara wisuda dilaksanakan sebanyak dua sesi.

Sesi pertama pagi harinya, dengan jumlah wisudawan 899 orang. Sementara sesi kedua pada siang hari total wisudawannya 894 orang.

Sutarto menyebut, pada wisuda tahun ini lulusan terbaik ternyata dikuasai wisudawati.

“Prestasi wisudawati sekarang sangat baik, karena yang terbaik semuanya wanita,” ucapnya.

Adapun wisudawan terbaik S2, diraih Ratna Purwanti dari Program Magister Pendidikan Guru PAUD dengan IPK sempurna; 4,00. Sedangkan, lulusan S1 terbaik diterima Al-Arofatus Naini dengan IPK 3,80 jurusan Program Studi S1 Kimia.

Sementara, Diploma III terbaik diraih Mira Rabiatul Adawiyah dari D3 Akuntansi dengan IPK 3,68.

Sutarto menyampaikan, para alumni yang diwisuda merupakan kebanggaan ULM. Dengan ilmu pengetahuan, keterampilan dan wawasan yang dimiliki mereka akan mengubah dunia menjadi lebih baik, damai, sejahtera, adil dan betadab.

“Alumni ULM adalah agen perubahan di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.

Dia berharap, para alumni ULM dapat bahu-membahu membuat jaringan yang kuat untuk mengisi berbagai posisi di tengah-tengah masyarakat.

“Alumni akan saling tolong-menolong untuk menciptakan peluang, mengubah kesulitan dan tantangan menjadi kesempatan,” paparnya.

Sementara itu, salah seorang wisudawati, Ratna Purwanti mengaku tak menyangka dirinya lulus dengan memperoleh IPK tertinggi pada wisuda tahun ini. “Sangat tidak menyangka dan bangga sekali,” ungkapnya.

Dia menyampaikan, apa yang diraihnya hasil dari jerih payahnya selama dua tahun menempuh S2 di ULM sembari bekerja.

“Saya kuliah sambil jadi dosen kontrak di PGSD dan FKIP S1 ULM, untuk biaya kuliah juga dibantu suami saya,” ujarnya.

Selain itu, dia mengungkapkan, hasil membanggakan yang diraihnya juga tak lepas dari keinginan kuatnya untuk memberikan yang terbaik dan terus berusaha maksimal.

“Bukan hanya itu, saya juga selalu yakin dengan potensi yang saya miliki. Juga, selalu berdoa dan minta restu kepada orang tua,” ungkapnya.

Usai lulus S2 Pendidikan Guru PAUD di ULM, warga Landasan Ulin, Banjarbaru ini berencana melanjutkan S3 di Malang.

“Semoga rencana itu bisa terwujud dalam waktu dekat ini,” harapnya.

Dia mengucapkan terima kasih kepada rektor, dekan dan seluruh civitas ULM karena sudah mendidiknya sejak S1 hingga lulus S2.

“Saya dulu S1 juga lulus di ULM, Fakultas FKIP,” pungkasnya. (ris/ay/ran)

BANJARBARU – Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menggelar wisuda ke-90 untuk lulusan program S0, S1 dan S2, , Selasa (12/2).

Ada yang berbeda dalam wisuda tahun ini, karena dilaksanakan di auditorium sendiri, setelah, selama puluhan tahun harus menyewa gedung.

“Cita-cita yang sudah lama diimpikan oleh seluruh civitas akademika ULM hari ini (kemarin) menjadi kenyataan, karena untuk pertama kalinya melaksanakan wisuda di auditorium sendiri,” kata Rektor ULM Sutarto Hadi, saat mengawali sambutannya di hadapan ratusan wisudawan.

Favehotel Banjarmasin

Dia mengungkapkan, setelah berdiri lebih dari 60 tahun akhirnya ULM memiliki auditorium yang dibangun melalui proyek IsDB 7in1 dan rampung pada 2018.

“Dengan adanya auditorium, wisuda tidak lagi menyewa gedung. Ibarat rumah tangga, selama ini kita menumpang di rumah orang. Sekarang kita menempati rumah sendiri. Rumah kebanggaan kita semua,” ungkapnya.

Dalam auditorium megah di kawasan ULM Banjarbaru tersebut, Sidang Terbuka Senat ULM dengan acara wisuda dilaksanakan sebanyak dua sesi.

Sesi pertama pagi harinya, dengan jumlah wisudawan 899 orang. Sementara sesi kedua pada siang hari total wisudawannya 894 orang.

Sutarto menyebut, pada wisuda tahun ini lulusan terbaik ternyata dikuasai wisudawati.

“Prestasi wisudawati sekarang sangat baik, karena yang terbaik semuanya wanita,” ucapnya.

Adapun wisudawan terbaik S2, diraih Ratna Purwanti dari Program Magister Pendidikan Guru PAUD dengan IPK sempurna; 4,00. Sedangkan, lulusan S1 terbaik diterima Al-Arofatus Naini dengan IPK 3,80 jurusan Program Studi S1 Kimia.

Sementara, Diploma III terbaik diraih Mira Rabiatul Adawiyah dari D3 Akuntansi dengan IPK 3,68.

Sutarto menyampaikan, para alumni yang diwisuda merupakan kebanggaan ULM. Dengan ilmu pengetahuan, keterampilan dan wawasan yang dimiliki mereka akan mengubah dunia menjadi lebih baik, damai, sejahtera, adil dan betadab.

“Alumni ULM adalah agen perubahan di tengah-tengah masyarakat,” ujarnya.

Dia berharap, para alumni ULM dapat bahu-membahu membuat jaringan yang kuat untuk mengisi berbagai posisi di tengah-tengah masyarakat.

“Alumni akan saling tolong-menolong untuk menciptakan peluang, mengubah kesulitan dan tantangan menjadi kesempatan,” paparnya.

Sementara itu, salah seorang wisudawati, Ratna Purwanti mengaku tak menyangka dirinya lulus dengan memperoleh IPK tertinggi pada wisuda tahun ini. “Sangat tidak menyangka dan bangga sekali,” ungkapnya.

Dia menyampaikan, apa yang diraihnya hasil dari jerih payahnya selama dua tahun menempuh S2 di ULM sembari bekerja.

“Saya kuliah sambil jadi dosen kontrak di PGSD dan FKIP S1 ULM, untuk biaya kuliah juga dibantu suami saya,” ujarnya.

Selain itu, dia mengungkapkan, hasil membanggakan yang diraihnya juga tak lepas dari keinginan kuatnya untuk memberikan yang terbaik dan terus berusaha maksimal.

“Bukan hanya itu, saya juga selalu yakin dengan potensi yang saya miliki. Juga, selalu berdoa dan minta restu kepada orang tua,” ungkapnya.

Usai lulus S2 Pendidikan Guru PAUD di ULM, warga Landasan Ulin, Banjarbaru ini berencana melanjutkan S3 di Malang.

“Semoga rencana itu bisa terwujud dalam waktu dekat ini,” harapnya.

Dia mengucapkan terima kasih kepada rektor, dekan dan seluruh civitas ULM karena sudah mendidiknya sejak S1 hingga lulus S2.

“Saya dulu S1 juga lulus di ULM, Fakultas FKIP,” pungkasnya. (ris/ay/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/