alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Sunday, 3 July 2022

Sriwijaya Bersiap Lakukan Restrukturisasi

BANJARMASIN – Rencana restrukturisasi Distrik Sriwijaya Air dan NAM Air di daerah berembus kencang. Kabar yang beredar, kantor cabang penerbangan ini bakal ditutup dan karyawannya akan dikurangi.

Distrik Manager Sriwijaya Air Banjarmasin Fajar Kirana sendiri belum bisa memastikan detail hal tersebut. Dia mengatakan belum mendapat informasi dari pusat.

Dia hanya mengetahui bahwa kedepan akan ada perubahan struktur saja. Hal itu terjadi setelah Garuda Indonesia Group (GIG) mengambilalih pengelolaan operasional Sriwijaya Air dan NAM Air dalam bentuk Kerjasama Operasi (KSO) pada November silam.

Favehotel Banjarmasin

Bagaimana dampaknya bagi manajemen?

“Dulu distrik Banjarmasin akan berubah menjadi Branch Office Banjarmasin. Pimpinannya nanti bukan dipimpin Distrik Manager lagi melainkan Sales Manager, mirip dengan GIG,” terangnya.

Setiap branch office nantinya akan melaporkan semua kegiatannya kepada manager area per kelompok (Cluster).

Di Indonesia sendiri akan dibagi menjadi tujuh area. Area Sumatera, Jakarta Raya, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi dan Maluku dan terakhir Papua.

“Banjarmasin masuk Area Kalimantan, nanti laporan di sini masuknya ke sana,” jelasnya.

Meski ada restrukturisasi, dia berharap jangan sampai hal itu berdampak terhadap pengurangan karyawan di cabang.

Saat ini jumlah karyawan di distrik Banjarmasin berjumlah 15 orang, termasuk pimpinan cabang. Dari jumlah itu, sebagian besar dari mereka bertugas di lapangan.

Dia mengatakan restrukturisasi tidak berdampak penurunan penumpang. Sejauh ini, penumpang maskapai Sriwijaya tetap normal seperti biasa.

Setiap bulan, jumlah penumpang Sriwijaya di Kalsel sekitar 9000 orang. Pertahun ada 91.300 orang.

Jumlah itu adalah penumpang Sriwijaya Air dan NAM Air yang melayani rute Banjarmasin-Balikpapan, Banjarmasin-Ujung Panjang, Banjarmasin-Sampit, Banjarmasin-Samarinda dan Banjarmasin-Batu Licin.

Dia mengatakan, jumlah penumpang yang normal karena harga tiket yang tidak mengalami kenaikan.

Contohnya saja tiket Banjarmasin-Balikpapan, harganya sebesar Rp 632 ribu, Banjarmasin-Batu Licin Rp396 Ribu, Banjarmasin-Samarinda Rp704 Ribu dan Banjarmasin-Ujung Pandang Rp900 Ribu. Sriwijaya juga belum menerapkan biaya bagasi.

“Terbaru, kita sedang mengembangkan rute potensial jalur penerbangan Banjarmasin-Solo dan Banjarmasin-Malang,” promosinya. (gmp/ay/ran)

BANJARMASIN – Rencana restrukturisasi Distrik Sriwijaya Air dan NAM Air di daerah berembus kencang. Kabar yang beredar, kantor cabang penerbangan ini bakal ditutup dan karyawannya akan dikurangi.

Distrik Manager Sriwijaya Air Banjarmasin Fajar Kirana sendiri belum bisa memastikan detail hal tersebut. Dia mengatakan belum mendapat informasi dari pusat.

Dia hanya mengetahui bahwa kedepan akan ada perubahan struktur saja. Hal itu terjadi setelah Garuda Indonesia Group (GIG) mengambilalih pengelolaan operasional Sriwijaya Air dan NAM Air dalam bentuk Kerjasama Operasi (KSO) pada November silam.

Favehotel Banjarmasin

Bagaimana dampaknya bagi manajemen?

“Dulu distrik Banjarmasin akan berubah menjadi Branch Office Banjarmasin. Pimpinannya nanti bukan dipimpin Distrik Manager lagi melainkan Sales Manager, mirip dengan GIG,” terangnya.

Setiap branch office nantinya akan melaporkan semua kegiatannya kepada manager area per kelompok (Cluster).

Di Indonesia sendiri akan dibagi menjadi tujuh area. Area Sumatera, Jakarta Raya, Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi dan Maluku dan terakhir Papua.

“Banjarmasin masuk Area Kalimantan, nanti laporan di sini masuknya ke sana,” jelasnya.

Meski ada restrukturisasi, dia berharap jangan sampai hal itu berdampak terhadap pengurangan karyawan di cabang.

Saat ini jumlah karyawan di distrik Banjarmasin berjumlah 15 orang, termasuk pimpinan cabang. Dari jumlah itu, sebagian besar dari mereka bertugas di lapangan.

Dia mengatakan restrukturisasi tidak berdampak penurunan penumpang. Sejauh ini, penumpang maskapai Sriwijaya tetap normal seperti biasa.

Setiap bulan, jumlah penumpang Sriwijaya di Kalsel sekitar 9000 orang. Pertahun ada 91.300 orang.

Jumlah itu adalah penumpang Sriwijaya Air dan NAM Air yang melayani rute Banjarmasin-Balikpapan, Banjarmasin-Ujung Panjang, Banjarmasin-Sampit, Banjarmasin-Samarinda dan Banjarmasin-Batu Licin.

Dia mengatakan, jumlah penumpang yang normal karena harga tiket yang tidak mengalami kenaikan.

Contohnya saja tiket Banjarmasin-Balikpapan, harganya sebesar Rp 632 ribu, Banjarmasin-Batu Licin Rp396 Ribu, Banjarmasin-Samarinda Rp704 Ribu dan Banjarmasin-Ujung Pandang Rp900 Ribu. Sriwijaya juga belum menerapkan biaya bagasi.

“Terbaru, kita sedang mengembangkan rute potensial jalur penerbangan Banjarmasin-Solo dan Banjarmasin-Malang,” promosinya. (gmp/ay/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/