alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Sunday, 3 July 2022

Sebelum Tewasnya Kamila Perasaan Sang Nenek Dilanda Rasa Gelisah

BANJARMASIN – Keluarga besar Sayuti berduka. Putri pertamanya bernama Cahaya Kamila (15) meninggal akibat kecelakaan maut, dini hari kemarin (10/2).

Kecelakaan maut itu terjadi di Jalan A Yani KM 2, 5 Banjarmasin Tengah. Persis di pertigaan Trafick Light penghubung Jalan Kuripan dan Ahmad Yani.

Motor yang membonceng Kamila bertabrakan dengan pengendara lain, M Nauval, warga Jalan Bumi Mas Raya, Kompleks Bumi Jaya, Banjarmasin Selatan.

Favehotel Banjarmasin

Insiden tersebut juga menewaskan Ahmad Kastalani (21) warga Kelayan A, Banjarmasin Selatan, yang membonceng korban Kamila. Sedangkan Nauval mengalami luka serius dan harus menjalni penanganan medis RSUD Ulin Banjarmasin.

Kematian Kamila, membuat sang nenek; Mahrita (65) bersedih. Ia tak menduga, cucu kesayangannya itu telah tiada. Sebab, berangkat dari rumah dalam keadaan sehat.

“Tadi malam sudah ditegur agar tak keluar rumah. Tapi orangya keras kepala. Bila keluar rumah saja curi kesempatan, mana berani dia izin sama saya,” ucap Mahrita yang merupakan orang tua ayahnya.

Sebelum meninggalkan rumah, Kamila sempat diajak adik perempuanya balik agar tak jalan. Namun karena diyakini sudah berjanji jalan dengan teman-temanya, belia ini mencuri kesempatan. Ketika neneknya sedang sibuk dirumah tetangga membantu memasak-masak untuk kawinan.

“Dia sempat minta uang Rp5 ribu. Bilangnya mau beli es di depan gang. Tak tahunya alasanya saja,” tutur Mahrita.

Kamila tinggal bersama neneknya di Jalan PH M Noor, Gang Seroja, Pelambuan, Banjarmasin Barat.

Sejak Kamila keluar rumah, perasaan Mahrita tak tenang. Dia was-was dan tak enak hati. Ia mencoba menepisnya dengan mendoakan yang terbaik untuk sang cucu.

“Saya sempat meluapkan rasa tak enak dengan tetangga saya. Tapi mereka bilang doakan saja nek Kamila baik-baik. Tapi ternyata benar terjadi. Cucu saya datang sudah jadi mayat,” ungkapnya.

Kemarin (10/2) siang, jasad Kamila dikuburkan di alkah kawasan Gambung Guntung Papuyu Kabupaten Banjar. Mahrita, harus merelakannya.

“Ya, ini mungkin sudah jalan hidup cucu saya,” ucapnya lirih.

Insiden tabrakan itu terjadi ketika kendaraan Honda Beat yang dikemudikan Kastalani hendak memutar balik menuju arah luar kota. Tepat di pertigaan lampu merah Ahmad Yani dan Kuripan.

Saat berputar, muncul kendaraan yang dikendarai Nauval. Saat itu dia mengikuti isyarat lampu hijau menuju arah luar kota. Tabarakan pun tak bisa dihindari. Hingga ketiganya terpental dan terseret. (lan/ma/nur)

BANJARMASIN – Keluarga besar Sayuti berduka. Putri pertamanya bernama Cahaya Kamila (15) meninggal akibat kecelakaan maut, dini hari kemarin (10/2).

Kecelakaan maut itu terjadi di Jalan A Yani KM 2, 5 Banjarmasin Tengah. Persis di pertigaan Trafick Light penghubung Jalan Kuripan dan Ahmad Yani.

Motor yang membonceng Kamila bertabrakan dengan pengendara lain, M Nauval, warga Jalan Bumi Mas Raya, Kompleks Bumi Jaya, Banjarmasin Selatan.

Favehotel Banjarmasin

Insiden tersebut juga menewaskan Ahmad Kastalani (21) warga Kelayan A, Banjarmasin Selatan, yang membonceng korban Kamila. Sedangkan Nauval mengalami luka serius dan harus menjalni penanganan medis RSUD Ulin Banjarmasin.

Kematian Kamila, membuat sang nenek; Mahrita (65) bersedih. Ia tak menduga, cucu kesayangannya itu telah tiada. Sebab, berangkat dari rumah dalam keadaan sehat.

“Tadi malam sudah ditegur agar tak keluar rumah. Tapi orangya keras kepala. Bila keluar rumah saja curi kesempatan, mana berani dia izin sama saya,” ucap Mahrita yang merupakan orang tua ayahnya.

Sebelum meninggalkan rumah, Kamila sempat diajak adik perempuanya balik agar tak jalan. Namun karena diyakini sudah berjanji jalan dengan teman-temanya, belia ini mencuri kesempatan. Ketika neneknya sedang sibuk dirumah tetangga membantu memasak-masak untuk kawinan.

“Dia sempat minta uang Rp5 ribu. Bilangnya mau beli es di depan gang. Tak tahunya alasanya saja,” tutur Mahrita.

Kamila tinggal bersama neneknya di Jalan PH M Noor, Gang Seroja, Pelambuan, Banjarmasin Barat.

Sejak Kamila keluar rumah, perasaan Mahrita tak tenang. Dia was-was dan tak enak hati. Ia mencoba menepisnya dengan mendoakan yang terbaik untuk sang cucu.

“Saya sempat meluapkan rasa tak enak dengan tetangga saya. Tapi mereka bilang doakan saja nek Kamila baik-baik. Tapi ternyata benar terjadi. Cucu saya datang sudah jadi mayat,” ungkapnya.

Kemarin (10/2) siang, jasad Kamila dikuburkan di alkah kawasan Gambung Guntung Papuyu Kabupaten Banjar. Mahrita, harus merelakannya.

“Ya, ini mungkin sudah jalan hidup cucu saya,” ucapnya lirih.

Insiden tabrakan itu terjadi ketika kendaraan Honda Beat yang dikemudikan Kastalani hendak memutar balik menuju arah luar kota. Tepat di pertigaan lampu merah Ahmad Yani dan Kuripan.

Saat berputar, muncul kendaraan yang dikendarai Nauval. Saat itu dia mengikuti isyarat lampu hijau menuju arah luar kota. Tabarakan pun tak bisa dihindari. Hingga ketiganya terpental dan terseret. (lan/ma/nur)

Most Read

Artikel Terbaru

/