alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 1 July 2022

Momen Spesial Radar Banjarmasin

BANJARBARU – Hari ini menjadi momen spesial bagi Radar Banjarmasin. Tepat 25 Januari 2019, koran dengan tagline Paling Paham Soal Banua ini genap berusia 18 tahun. Perayaan anniversary digelar, Kamis (24/1) kemarin di Kantor Pusat Radar Banjarmasin.

Pesta ulang tahun yang dihadiri oleh sejumlah tamu undangan dan karyawan Radar Banjarmasin itu sangat berkesan. Lantaran, Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor turut berhadir.

Selain itu, Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani juga menyempatkan datang untuk mengucapkan HUT ke-18 Radar Banjarmasin sebelum acara dimulai. Pada siang harinya, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina juga hadir dengan membawa kue ulang tahun.

Favehotel Banjarmasin

Saat acara dimulai, suasana kemeriahan sangat terasa. Tamu undangan terus berdatangan. Mulai dari pimpinan perusahan BUMN dan swasta.

Serta, Mantan Gubernur Kalsel Rudy Arifin, Kapolres Banjarbaru AKBP Kelana Jaya dan sejumlah instansi kepolisian, TNI dan pemerintahan.

Dalam kesempatan itu, Direktur Radar Banjarmasin Suriansyah Achmad mengucapkan terima kasih kepada para tamu yang berkenan hadir.

Termasuk, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang menyempatkan datang sebelum menghadiri acara festival durian di Kiram Park, Kabupaten Banjar.

“Sebenarnya HUT ke-18 Radar Banjarmasin, 25 Januari besok (hari ini). Tapi, kami majukan sehari. Sebab, kami menghormati masyarakat yang mayoritas Islam melaksanakan ibadah Salat Jumat,” katanya.

Dia mengungkapkan, perjalanan Radar Banjarmasin cukup panjang untuk bisa eksis hingga di usia 18 tahun. Menurutnya, semuanya tidak dapat dicapai tanpa ada dukungan dari berbagai pihak. Seperti, para relasi,pembaca dan masyarakat luas.

“Dukungan menjadi penyemangat kami untuk terus mempersembahkan yang terbaik bagi masyarakat Kalsel, relasi dan pelanggan,” ungkapnya.

Untuk memuaskan pembaca, Suriansyah Achmad menyampaikan, Radar Banjarmasin terus melakukan pembenahan di segala sektor. Mulai dari mesin cetak, hasil cetakan hingga konten berita.

“Paling tidak satu setengah tahun sekali, kami mengupayakan perbaikan. Sampai saat ini ada sembilan perbaikan yang sudah kami lakukan,” ucapnya.

Dia merincikan, pembenahan pertama yang mereka lakukan yaitu saat baru berusia sembilan bulan. Ketika itu, Radar Banjarmasin menggebrak pasaran dengan menerbitkan koran berisi 16 halaman.

“Saat itu, kita koran paling tebal. Karena yang lain hanya 12 halaman,” paparnya.

Baca Juga :  Kerja Keras, Tidur Hanya 4 Jam Sehari

Kemudian, pada hari jadi yang pertama. Guna memuaskan pembaca, Koran Radar Banjarmasin kembali menambah halaman menjadi 24. Serta, dibagi jadi beberapa konten. Seperti, Banua, Olahraga, Ekonomi Bisnis dan lain-lain.

“Dalam satu kopel konten tidak ada sambungan di kopel lain. Jadi memudahkan pembaca untuk berbagi dengan keluarga,” ucap Suriansyah Achmad.

Lanjutnya, dalam rangka memperbaiki kualitas cetak untuk pembaca. Pada 2002 hingga 2008 juga dilakukan tiga kali perbaikan dan penggantian mesin cetak.

Lalu, pada tahun selanjutnya, Radar Banjarmasin mengenalkan sistem cetak back to back. Atau halaman berwarna bolak-baik. Guna mengakomodir para relasi dan pembaca, karena saat itu halaman berwarna masih jarang.

“Dengan teknik itu, maka semua yang menjadi keinginan pembaca bisa terpenuhi,” ujarnya.

Setelah itu, pada 2010 lagi-lagi Radar Banjarmasin menjadi yang pertama menggunakan huruf khusus untuk koran. Yang saat itu dibeli dengan harga sekitar Rp5 juta.

“Dengan huruf khusus ini, mata kita tidak lelah ketika membacanya. Sampai sekarang kami mengikuti Jawa Pos, masih menggunakannya,” papar Suriansyah Achmad.

Dia menuturkan, kemudian pada 2012 koran jaringan Jawa Pos ini kembali melakukan perbaikan dengan menghadirkan halaman tematik untuk memenuhi aspirasi pembaca. Seperti, Lietang, Female, Radar School dan lain-lain.

“Lalu pada HUT ke-13 lalu kami memberanikan diri mengubah ukuran kertas lebih kecil. Sehingga, menjadi simpel, ramping, elegan dan stylish. Selain itu, pada saat itu kami juga kembali menambah halaman dari 24 jadi 28,” tuturnya.

Seiring perjalanan waktu, melihat Kantor Biro Radar Banjarmasin di Kota Banjarmasin mulai padat. Pada 2016 dilakukan renovasi, guna mengakomodir kebutuhan relasi dan pembaca. Di tahun yang sama, Radar Banjarmasin juga meluncurkan portal online dengan nama Prokal.

“Prokal ini kepanjangan dari Pro Kalsel atau Pro Kalimantan. Pro artinya mendukung. Jadi, melalui portal itu kami mendukung kemajuan Kalsel. Sebab, kalau maju dan tumbuh akan membawa kesejahteraan masyarakat,” jelas Suriansyah Achmad.

Lalu perbaikan apa yang dilakukan di usia 18 tahun? Dia mengungkapkan, mereka memutuskan Radar Banjarmasin ke depan menjadi koran yang menginspirasi dan menyajikan berita lebih mendalam. Dengan melahirkan rubrik baru, seperti Sigi dan Fokus.

Baca Juga :  Bertumbuh dan Beradaptasi

“Perbaikan yang kami lakukan sejatinya didedikasikan untuk seluruh masyarakat Kalsel. Segala ikhtiar ini seiring dengan pengakuan dan penghargaan yang kami terima. Tidak hanya di lingkup Jawa Pos Group, tapi juga nasional,” ungkapnya.

Dia menyebut, salah satu pengakuan secara nasional diberikan Serikat Perusahaan Pers (SPS) Indonesia dengan memberikan penghargaan Gold Winner The Best of Kalimantan Newspaper IPMA 2018 pada Februari 2018.

“Semua raihan prestasi yang kami raih tidak bisa diraih sendiri. Selain dukungan dari luar, juga dari karyawan,” ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada Radar Banjarmasin yang sudah memasuki usia ke-18 tahun.

“Ini bukan usia muda ataupun tua. Tapi sedang atau tengah. Yang tengah-tengah ini yang bagus,” ujarnya.

Menurutnya, Radar Banjarmasin bagi masyarakat dan pemerintahan Kalsel merupakan satu jendela pembangunan yang bisa menghadirkan informasi apa saja yang sudah dilakukan pemerintan. Serta, mampu menambah pengetahuan dan ilmu rakyat Banua.

“Kalau saya, setiap bangun tidur pagi pasti membaca Radar Banjarmasin. Karena, menginspirasi,” katanya.

Dia menuturkan, perjuangan Radar Banjarmasin selama ini sangat panjang dan melelahkan. Namun, sekarang mampu berkembang pesat dan luar biasa.

“Kita doakan terus eksis mendampingi masyarakat. Serta, selalu menjadi mitra kerja pemerintah,” tuturnya.

Orang nomor satu di Kalsel ini mengaku bangga bisa hadir dalam HUT ke-18 Radar Banjarmasin. Sebab, dia menganggap Radar Banjarmasin sebagai sahabat.

“Karena sahabat Paman Birin, maka kami bawakan durian 400 biji,” ucapnya.

Tak lama kemudian, satu pikap durian masuk ke halaman Kantor Pusat Radar Banjarmasin. Dan langsung diserbu oleh karyawan dan para tamu undangan.

Selain membawakan durian, Paman Birin juga menggelar kuis bagi empat karyawan Radar Banjarmasin. Siapa yang berhasil menjawab pertanyaan yang dia berikan, masing-masing mendapatkan Rp1 juta.

Selain itu, dirinya juga memberikan satu unit sepeda motor kepada Pemimpin Redaksi Radar Banjarmasin Toto Fachrudin lantaran mampu menjawab benar pertanyaan dalam kuis itu. (ris/ay/ran)

BANJARBARU – Hari ini menjadi momen spesial bagi Radar Banjarmasin. Tepat 25 Januari 2019, koran dengan tagline Paling Paham Soal Banua ini genap berusia 18 tahun. Perayaan anniversary digelar, Kamis (24/1) kemarin di Kantor Pusat Radar Banjarmasin.

Pesta ulang tahun yang dihadiri oleh sejumlah tamu undangan dan karyawan Radar Banjarmasin itu sangat berkesan. Lantaran, Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor turut berhadir.

Selain itu, Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani juga menyempatkan datang untuk mengucapkan HUT ke-18 Radar Banjarmasin sebelum acara dimulai. Pada siang harinya, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina juga hadir dengan membawa kue ulang tahun.

Favehotel Banjarmasin

Saat acara dimulai, suasana kemeriahan sangat terasa. Tamu undangan terus berdatangan. Mulai dari pimpinan perusahan BUMN dan swasta.

Serta, Mantan Gubernur Kalsel Rudy Arifin, Kapolres Banjarbaru AKBP Kelana Jaya dan sejumlah instansi kepolisian, TNI dan pemerintahan.

Dalam kesempatan itu, Direktur Radar Banjarmasin Suriansyah Achmad mengucapkan terima kasih kepada para tamu yang berkenan hadir.

Termasuk, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang menyempatkan datang sebelum menghadiri acara festival durian di Kiram Park, Kabupaten Banjar.

“Sebenarnya HUT ke-18 Radar Banjarmasin, 25 Januari besok (hari ini). Tapi, kami majukan sehari. Sebab, kami menghormati masyarakat yang mayoritas Islam melaksanakan ibadah Salat Jumat,” katanya.

Dia mengungkapkan, perjalanan Radar Banjarmasin cukup panjang untuk bisa eksis hingga di usia 18 tahun. Menurutnya, semuanya tidak dapat dicapai tanpa ada dukungan dari berbagai pihak. Seperti, para relasi,pembaca dan masyarakat luas.

“Dukungan menjadi penyemangat kami untuk terus mempersembahkan yang terbaik bagi masyarakat Kalsel, relasi dan pelanggan,” ungkapnya.

Untuk memuaskan pembaca, Suriansyah Achmad menyampaikan, Radar Banjarmasin terus melakukan pembenahan di segala sektor. Mulai dari mesin cetak, hasil cetakan hingga konten berita.

“Paling tidak satu setengah tahun sekali, kami mengupayakan perbaikan. Sampai saat ini ada sembilan perbaikan yang sudah kami lakukan,” ucapnya.

Dia merincikan, pembenahan pertama yang mereka lakukan yaitu saat baru berusia sembilan bulan. Ketika itu, Radar Banjarmasin menggebrak pasaran dengan menerbitkan koran berisi 16 halaman.

“Saat itu, kita koran paling tebal. Karena yang lain hanya 12 halaman,” paparnya.

Baca Juga :  Bertabur Doa dan Keberkahan

Kemudian, pada hari jadi yang pertama. Guna memuaskan pembaca, Koran Radar Banjarmasin kembali menambah halaman menjadi 24. Serta, dibagi jadi beberapa konten. Seperti, Banua, Olahraga, Ekonomi Bisnis dan lain-lain.

“Dalam satu kopel konten tidak ada sambungan di kopel lain. Jadi memudahkan pembaca untuk berbagi dengan keluarga,” ucap Suriansyah Achmad.

Lanjutnya, dalam rangka memperbaiki kualitas cetak untuk pembaca. Pada 2002 hingga 2008 juga dilakukan tiga kali perbaikan dan penggantian mesin cetak.

Lalu, pada tahun selanjutnya, Radar Banjarmasin mengenalkan sistem cetak back to back. Atau halaman berwarna bolak-baik. Guna mengakomodir para relasi dan pembaca, karena saat itu halaman berwarna masih jarang.

“Dengan teknik itu, maka semua yang menjadi keinginan pembaca bisa terpenuhi,” ujarnya.

Setelah itu, pada 2010 lagi-lagi Radar Banjarmasin menjadi yang pertama menggunakan huruf khusus untuk koran. Yang saat itu dibeli dengan harga sekitar Rp5 juta.

“Dengan huruf khusus ini, mata kita tidak lelah ketika membacanya. Sampai sekarang kami mengikuti Jawa Pos, masih menggunakannya,” papar Suriansyah Achmad.

Dia menuturkan, kemudian pada 2012 koran jaringan Jawa Pos ini kembali melakukan perbaikan dengan menghadirkan halaman tematik untuk memenuhi aspirasi pembaca. Seperti, Lietang, Female, Radar School dan lain-lain.

“Lalu pada HUT ke-13 lalu kami memberanikan diri mengubah ukuran kertas lebih kecil. Sehingga, menjadi simpel, ramping, elegan dan stylish. Selain itu, pada saat itu kami juga kembali menambah halaman dari 24 jadi 28,” tuturnya.

Seiring perjalanan waktu, melihat Kantor Biro Radar Banjarmasin di Kota Banjarmasin mulai padat. Pada 2016 dilakukan renovasi, guna mengakomodir kebutuhan relasi dan pembaca. Di tahun yang sama, Radar Banjarmasin juga meluncurkan portal online dengan nama Prokal.

“Prokal ini kepanjangan dari Pro Kalsel atau Pro Kalimantan. Pro artinya mendukung. Jadi, melalui portal itu kami mendukung kemajuan Kalsel. Sebab, kalau maju dan tumbuh akan membawa kesejahteraan masyarakat,” jelas Suriansyah Achmad.

Lalu perbaikan apa yang dilakukan di usia 18 tahun? Dia mengungkapkan, mereka memutuskan Radar Banjarmasin ke depan menjadi koran yang menginspirasi dan menyajikan berita lebih mendalam. Dengan melahirkan rubrik baru, seperti Sigi dan Fokus.

Baca Juga :  Warga Membeludak di Gelaran Vaksinasi Radar Banjarmasin

“Perbaikan yang kami lakukan sejatinya didedikasikan untuk seluruh masyarakat Kalsel. Segala ikhtiar ini seiring dengan pengakuan dan penghargaan yang kami terima. Tidak hanya di lingkup Jawa Pos Group, tapi juga nasional,” ungkapnya.

Dia menyebut, salah satu pengakuan secara nasional diberikan Serikat Perusahaan Pers (SPS) Indonesia dengan memberikan penghargaan Gold Winner The Best of Kalimantan Newspaper IPMA 2018 pada Februari 2018.

“Semua raihan prestasi yang kami raih tidak bisa diraih sendiri. Selain dukungan dari luar, juga dari karyawan,” ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Kalsel Sahbirin Noor dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada Radar Banjarmasin yang sudah memasuki usia ke-18 tahun.

“Ini bukan usia muda ataupun tua. Tapi sedang atau tengah. Yang tengah-tengah ini yang bagus,” ujarnya.

Menurutnya, Radar Banjarmasin bagi masyarakat dan pemerintahan Kalsel merupakan satu jendela pembangunan yang bisa menghadirkan informasi apa saja yang sudah dilakukan pemerintan. Serta, mampu menambah pengetahuan dan ilmu rakyat Banua.

“Kalau saya, setiap bangun tidur pagi pasti membaca Radar Banjarmasin. Karena, menginspirasi,” katanya.

Dia menuturkan, perjuangan Radar Banjarmasin selama ini sangat panjang dan melelahkan. Namun, sekarang mampu berkembang pesat dan luar biasa.

“Kita doakan terus eksis mendampingi masyarakat. Serta, selalu menjadi mitra kerja pemerintah,” tuturnya.

Orang nomor satu di Kalsel ini mengaku bangga bisa hadir dalam HUT ke-18 Radar Banjarmasin. Sebab, dia menganggap Radar Banjarmasin sebagai sahabat.

“Karena sahabat Paman Birin, maka kami bawakan durian 400 biji,” ucapnya.

Tak lama kemudian, satu pikap durian masuk ke halaman Kantor Pusat Radar Banjarmasin. Dan langsung diserbu oleh karyawan dan para tamu undangan.

Selain membawakan durian, Paman Birin juga menggelar kuis bagi empat karyawan Radar Banjarmasin. Siapa yang berhasil menjawab pertanyaan yang dia berikan, masing-masing mendapatkan Rp1 juta.

Selain itu, dirinya juga memberikan satu unit sepeda motor kepada Pemimpin Redaksi Radar Banjarmasin Toto Fachrudin lantaran mampu menjawab benar pertanyaan dalam kuis itu. (ris/ay/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/