alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 20 May 2022

Intip Proyek Pemprov di Tahun 2019 (1)

Ada banyak proyek pemerintah di tahun 2019. Sebagian yang dibangun adalah proyek stragis nasional yang sudah lama direncanakan dan dikerjakan.

Meski dipenuhi proyek-proyek infrastruktur, Pemprov Kalsel tak lalai dalam membangun estetika kota. Salah satunya adalah membangun taman dan ruang terbuka hijau.

Kantor Gubernur Kalsel di Banjarmasin segera dipercantik cantik dengan konsep taman bermain. Eks kawasan perkantoran Pemprov Kalsel di Jalan Sudirman Banjarmasin ini segera akan terealisasi menjadi ruang terbuka hijau tahun depan.

Proyek ini adalah salah satu proyek prestisius yang diinginkan gubernur sejak lama. Sahbirin Noor ingin menyediakan ruang terbuka bagi warga Kalsel, khususnya di ibukota provinsi. Proyeknya sendiri sudah dimulai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel tahun 2018.

Pekerjaan dilakukan dua tahapan, tahap pertama dibiayai APBD tahun 2018 senilai Rp6,6 miliar. Tahapan pengerjaan meliputi pedestarian, pembangunan taman, pembuatan gerbang masuk, lampu taman, vegatasi, box culvert, pembuatan pos jaga, kursi taman hingga pembangunan kolam air mancur untuk mempercantik taman.

Nah, tahun 2019 mendatang, pembuatan taman ini ditargetkan selesai. Pemprov menganggarkan dua kali lipat dari anggaran pertama. Yakni dengan pagu Rp15,5 miliar. Sokongan dana tersebut untuk pembuatan jogging trek, pembuatan toilet, musala, pekerjaan paving parkir, hingga membuat gazebo.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor mengatakan, pekerjaan taman perlu percepatan usai pembongkaran. “Taman 0 Km tahun depan akan selesai. Ini akan menjadi kawasan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya usai Rapat Paripurna DPRD Kalsel baru-baru tadi.

Selain melanjutkan pembangunan taman ini, proyek pembangunan lain juga dikerjakan. Yakni pembangunan Taman Budaya di Kawasan Perkantoran Pemprov di Banjarbaru.

Taman Budaya ini dibangun dengan luas kawasan yang direncanakan mencapai kurang lebih 6 hektar. Di Taman Budaya ini rencananya ada ruang ekspresi yang diperuntukkan bagi para seniman dan masyarakat umum. Panggung yang menyuguhkan berbagai acara seni.

“Tahun depan pekerjaan ini akan start juga,” ucap Kepala Dinas PUPR Kalsel, Roy Rizali Anwar melalui Kabid Cipta Karya, Mursyidah Amini.

Terpisah, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalsel, Nurul Fajar Desira mengungkapkan ada beberapa proyek-proyek strategis provinsi di tahun depan. Beberapa adalah lanjutan dari proyek tahun sebelumnya.

Dia mencontohkan, seperti pekerjaan lanjutan jalan bebas hambatan Batulicin-Banjarbaru, pemugaran kawasan Kubah Datu Kelampayan, hingga pembangunan Kawasan Industri Mekar Putih di Kotabaru. “Tahun depan juga akan dioperasionalkan Bus Rapid Transit (BRT) Banjarbakula,” beber Fajar.

Fajar mengungkapkan, pembangunan di sektor pertanian pun akan menjadi prioritas Pemprov. Tahun 2019 mendatang ada 10 ribu hektare lahan pertanian yang dibuka, melanjutkan 4 ribu hektare lahan di Jejangkit lalu. “Anggarannya Rp40 miliar dari APBN, Rp15 miliar dari APBD,” terangnya.

Ketua Komisi III DPRD Kalsel Supian HK mengatakan idealnya Pemprov juga harus memikirkan jalan-jalan provinsi, khususnya di kawasan Banua Anam yang masih perlu dilakukan peningkatan. (mof/ay/ran)

Ada banyak proyek pemerintah di tahun 2019. Sebagian yang dibangun adalah proyek stragis nasional yang sudah lama direncanakan dan dikerjakan.

Meski dipenuhi proyek-proyek infrastruktur, Pemprov Kalsel tak lalai dalam membangun estetika kota. Salah satunya adalah membangun taman dan ruang terbuka hijau.

Kantor Gubernur Kalsel di Banjarmasin segera dipercantik cantik dengan konsep taman bermain. Eks kawasan perkantoran Pemprov Kalsel di Jalan Sudirman Banjarmasin ini segera akan terealisasi menjadi ruang terbuka hijau tahun depan.

Proyek ini adalah salah satu proyek prestisius yang diinginkan gubernur sejak lama. Sahbirin Noor ingin menyediakan ruang terbuka bagi warga Kalsel, khususnya di ibukota provinsi. Proyeknya sendiri sudah dimulai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kalsel tahun 2018.

Pekerjaan dilakukan dua tahapan, tahap pertama dibiayai APBD tahun 2018 senilai Rp6,6 miliar. Tahapan pengerjaan meliputi pedestarian, pembangunan taman, pembuatan gerbang masuk, lampu taman, vegatasi, box culvert, pembuatan pos jaga, kursi taman hingga pembangunan kolam air mancur untuk mempercantik taman.

Nah, tahun 2019 mendatang, pembuatan taman ini ditargetkan selesai. Pemprov menganggarkan dua kali lipat dari anggaran pertama. Yakni dengan pagu Rp15,5 miliar. Sokongan dana tersebut untuk pembuatan jogging trek, pembuatan toilet, musala, pekerjaan paving parkir, hingga membuat gazebo.

Gubernur Kalsel Sahbirin Noor mengatakan, pekerjaan taman perlu percepatan usai pembongkaran. “Taman 0 Km tahun depan akan selesai. Ini akan menjadi kawasan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya usai Rapat Paripurna DPRD Kalsel baru-baru tadi.

Selain melanjutkan pembangunan taman ini, proyek pembangunan lain juga dikerjakan. Yakni pembangunan Taman Budaya di Kawasan Perkantoran Pemprov di Banjarbaru.

Taman Budaya ini dibangun dengan luas kawasan yang direncanakan mencapai kurang lebih 6 hektar. Di Taman Budaya ini rencananya ada ruang ekspresi yang diperuntukkan bagi para seniman dan masyarakat umum. Panggung yang menyuguhkan berbagai acara seni.

“Tahun depan pekerjaan ini akan start juga,” ucap Kepala Dinas PUPR Kalsel, Roy Rizali Anwar melalui Kabid Cipta Karya, Mursyidah Amini.

Terpisah, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kalsel, Nurul Fajar Desira mengungkapkan ada beberapa proyek-proyek strategis provinsi di tahun depan. Beberapa adalah lanjutan dari proyek tahun sebelumnya.

Dia mencontohkan, seperti pekerjaan lanjutan jalan bebas hambatan Batulicin-Banjarbaru, pemugaran kawasan Kubah Datu Kelampayan, hingga pembangunan Kawasan Industri Mekar Putih di Kotabaru. “Tahun depan juga akan dioperasionalkan Bus Rapid Transit (BRT) Banjarbakula,” beber Fajar.

Fajar mengungkapkan, pembangunan di sektor pertanian pun akan menjadi prioritas Pemprov. Tahun 2019 mendatang ada 10 ribu hektare lahan pertanian yang dibuka, melanjutkan 4 ribu hektare lahan di Jejangkit lalu. “Anggarannya Rp40 miliar dari APBN, Rp15 miliar dari APBD,” terangnya.

Ketua Komisi III DPRD Kalsel Supian HK mengatakan idealnya Pemprov juga harus memikirkan jalan-jalan provinsi, khususnya di kawasan Banua Anam yang masih perlu dilakukan peningkatan. (mof/ay/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/