alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

Penyebab Internet Gratis Publik di Banjarmasin Belum Bisa Digunakan

BANJARMASIN – Sepuluh titik internet gratis yang tersebar di ruang-ruang publik kota ternyata belum bisa dinikmati masyarakat. Alasannya sepele. Modem WiFi-nya sudah terpasang, tapi belum dialiri listrik.

Pahrul pun dibuat kesal. Melihat plang layanan internet gratis di Taman Patung Maskot Bekantan, Jalan Pierre Tendean, buru-buru warga Sungai Andai itu menyalakan fitur penangkap sinyal WiFi di smartphone miliknya.

“Saya sampai berkeliling taman. Kesana-kemari mencari sinyal. Setelah saya tanyakan pada juru parkir di situ, ternyata masih mati,” ujarnya seraya tertawa.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistika Banjarmasin, Hermansyah membenarkan ketidaknyamanan itu. “Semua peralatan sebenarnya sudah terpasang. Tapi muncul kendala, suplai listriknya belum ada. Kami sudah koordinasi dengan PLN,” jelasnya.

Ke-10 titik WiFi tak berbayar itu antara lain berada di Balai Kota di Jalan RE Martadinata, Menara Pandang di Siring Pierre Tendean, Taman Kamboja di Jalan Anang Adenansi, dan taman bermain di kolong Jembatan Banua Anyar.

Hermansyah berjanji akan lekas menuntaskan masalah ini. “Target kami, pada malam pergantian tahun nanti, sepuluh titik internet gratis itu sudah bisa dinikmati warga kota,” tukasnya.

Setiap spot akan diberi kecepatan 50 MBps (mega byte per second). Karena terbatas, Hermansyah mengimbau warga untuk bijak dalam memanfaatkannya. “Tidak jor-joran. Seperti terus-menerus menonton YouTube. Atau mengunduh file-file berukuran besar. Supaya yang lain juga kebagian,” pintanya.

Pemasangan WiFi gratis dimulai sejak November lalu. Ini termasuk bagian dari program Smart City Banjarmasin. “Apalagi kalau dipakai untuk hal-hal negatif. Jangan lah,” pungkasnya.

Saat ini, internet telah menjadi kebutuhan primer. Untuk memudahkan pekerjaan, pemenuhan kebutuhan informasi, penggunaan sosial media hingga pencarian hiburan. (fud/at/nur)

BANJARMASIN – Sepuluh titik internet gratis yang tersebar di ruang-ruang publik kota ternyata belum bisa dinikmati masyarakat. Alasannya sepele. Modem WiFi-nya sudah terpasang, tapi belum dialiri listrik.

Pahrul pun dibuat kesal. Melihat plang layanan internet gratis di Taman Patung Maskot Bekantan, Jalan Pierre Tendean, buru-buru warga Sungai Andai itu menyalakan fitur penangkap sinyal WiFi di smartphone miliknya.

“Saya sampai berkeliling taman. Kesana-kemari mencari sinyal. Setelah saya tanyakan pada juru parkir di situ, ternyata masih mati,” ujarnya seraya tertawa.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistika Banjarmasin, Hermansyah membenarkan ketidaknyamanan itu. “Semua peralatan sebenarnya sudah terpasang. Tapi muncul kendala, suplai listriknya belum ada. Kami sudah koordinasi dengan PLN,” jelasnya.

Ke-10 titik WiFi tak berbayar itu antara lain berada di Balai Kota di Jalan RE Martadinata, Menara Pandang di Siring Pierre Tendean, Taman Kamboja di Jalan Anang Adenansi, dan taman bermain di kolong Jembatan Banua Anyar.

Hermansyah berjanji akan lekas menuntaskan masalah ini. “Target kami, pada malam pergantian tahun nanti, sepuluh titik internet gratis itu sudah bisa dinikmati warga kota,” tukasnya.

Setiap spot akan diberi kecepatan 50 MBps (mega byte per second). Karena terbatas, Hermansyah mengimbau warga untuk bijak dalam memanfaatkannya. “Tidak jor-joran. Seperti terus-menerus menonton YouTube. Atau mengunduh file-file berukuran besar. Supaya yang lain juga kebagian,” pintanya.

Pemasangan WiFi gratis dimulai sejak November lalu. Ini termasuk bagian dari program Smart City Banjarmasin. “Apalagi kalau dipakai untuk hal-hal negatif. Jangan lah,” pungkasnya.

Saat ini, internet telah menjadi kebutuhan primer. Untuk memudahkan pekerjaan, pemenuhan kebutuhan informasi, penggunaan sosial media hingga pencarian hiburan. (fud/at/nur)

Most Read

Artikel Terbaru

/