alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 20 May 2022

Otak Pelaku Pengeroyokan Menyerahkan Diri

BANJARMASIN – Abdul Aziz, 20 tahun. Pemuda ini masuk DPO (daftar pencarian orang) Polresta Banjarmasin. Ia kemudian menyerahkan diri setelah buron selama 45 hari.

Aziz menyerahkan diri, Selasa (25/12) tadi di Desa Ambingan, Barito Kuala. Warga yang tinggal di Jalan Teluk Masjid, Mantuil, Banjarmasin selatan itu adalah otak kasus pengeroyokan menggunakan senjata tajam.

Peristiwa itu terjadi 13 November lalu. Di Jalan Tembus Mantuil, Banjarmasin Selatan.

Kala itu Aziz tak sendiri. Ia bersama dua rekannya Ramadhani (23) dan Sadri (27). Mereka ditangkap lebih dulu. Keduanya warga Jalan Mantuil Permai, Teluk LGR, Kelurahan Mantuil.

Ramadhani tertangkap di Desa Salaman Kintab, Tanah Laut, Kamis (20/12) lalu. Sedangkan Sadri diringkus saat berada di Landasan Ulis, Jumat (21/12) dini hari.

Ketiga pelaku itu mengeroyok Zainudin (29) warga Alalak Tengah dan Rahim (27) warga Tamban Muara, Barito Kuala. Keduanya meenderita luka serius akibat sabetan senjata tajam.

Bahkan salah satu korban, Zainudin sempat sekarat. Tusukan sajam pelaku mengenai paru-parunya. Beruntung nyawanya masih tertolong.

Kembali pada Aziz, nyalinya ciut setelah personel gabungan Resmob Polda Kalsel, Jatanras dan Satpol Air Polresta Banjarmasin melayangkan ancaman. Mereka bakal menindak tegas jika tersangka ini tak kooperatif.

Kanit Gakkum Polresta Banjarmasin, Ipda Selamat menjelaskan, pemicu pengeroyokan lantaran masalah uang gadai handphone dengan Zainudin. Pelaku lalu marah, karena korban meminta tambahan nilai gadainya.

“Otak pelakunya adalah Aziz. Dia lalu memikirkan untuk memberikan perhitungan,” terang Selamat mewakili Kasat Polair Polresta Banjarmasin, Kompol Windy Syaputra, kemarin (27/12).

Menurut Selamat, penyerangan ini dilakukan secara tiba-tiba oleh para pelaku. Saat itu kedua korban hendak bekerja menjaga kapal. Aziz langsung menyerang dari belakang. Dia menusuk dengan sajam ke arah tubuh Zainudin.

Sedangkan Rahim mendapatkan serangan yang mengenai kepala dan ketiak. Dia lalu nekat menyelamatkan diri dengan bercebur ke sungai hingga ditolong warga yang melihat.

“Korban Zainudin tersungkur di dermaga dan sempat sekarat di RSUD Ulin Banjarmasin, tetapi berhasil selamat. Luka dideritanya sobek paha kiri, tangan kiri, bahu kiri belakang, dan dada kiri yang tembus,” terang Selamat. (lan/at/nur)

BANJARMASIN – Abdul Aziz, 20 tahun. Pemuda ini masuk DPO (daftar pencarian orang) Polresta Banjarmasin. Ia kemudian menyerahkan diri setelah buron selama 45 hari.

Aziz menyerahkan diri, Selasa (25/12) tadi di Desa Ambingan, Barito Kuala. Warga yang tinggal di Jalan Teluk Masjid, Mantuil, Banjarmasin selatan itu adalah otak kasus pengeroyokan menggunakan senjata tajam.

Peristiwa itu terjadi 13 November lalu. Di Jalan Tembus Mantuil, Banjarmasin Selatan.

Kala itu Aziz tak sendiri. Ia bersama dua rekannya Ramadhani (23) dan Sadri (27). Mereka ditangkap lebih dulu. Keduanya warga Jalan Mantuil Permai, Teluk LGR, Kelurahan Mantuil.

Ramadhani tertangkap di Desa Salaman Kintab, Tanah Laut, Kamis (20/12) lalu. Sedangkan Sadri diringkus saat berada di Landasan Ulis, Jumat (21/12) dini hari.

Ketiga pelaku itu mengeroyok Zainudin (29) warga Alalak Tengah dan Rahim (27) warga Tamban Muara, Barito Kuala. Keduanya meenderita luka serius akibat sabetan senjata tajam.

Bahkan salah satu korban, Zainudin sempat sekarat. Tusukan sajam pelaku mengenai paru-parunya. Beruntung nyawanya masih tertolong.

Kembali pada Aziz, nyalinya ciut setelah personel gabungan Resmob Polda Kalsel, Jatanras dan Satpol Air Polresta Banjarmasin melayangkan ancaman. Mereka bakal menindak tegas jika tersangka ini tak kooperatif.

Kanit Gakkum Polresta Banjarmasin, Ipda Selamat menjelaskan, pemicu pengeroyokan lantaran masalah uang gadai handphone dengan Zainudin. Pelaku lalu marah, karena korban meminta tambahan nilai gadainya.

“Otak pelakunya adalah Aziz. Dia lalu memikirkan untuk memberikan perhitungan,” terang Selamat mewakili Kasat Polair Polresta Banjarmasin, Kompol Windy Syaputra, kemarin (27/12).

Menurut Selamat, penyerangan ini dilakukan secara tiba-tiba oleh para pelaku. Saat itu kedua korban hendak bekerja menjaga kapal. Aziz langsung menyerang dari belakang. Dia menusuk dengan sajam ke arah tubuh Zainudin.

Sedangkan Rahim mendapatkan serangan yang mengenai kepala dan ketiak. Dia lalu nekat menyelamatkan diri dengan bercebur ke sungai hingga ditolong warga yang melihat.

“Korban Zainudin tersungkur di dermaga dan sempat sekarat di RSUD Ulin Banjarmasin, tetapi berhasil selamat. Luka dideritanya sobek paha kiri, tangan kiri, bahu kiri belakang, dan dada kiri yang tembus,” terang Selamat. (lan/at/nur)

Most Read

Artikel Terbaru

/