alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

DPRD Minta Pedagang Pasar Untuk Lebih Kooperatif Dengan Pemko

BANJARMASIN – Pemko sedang berjibaku dengan ruwetnya pendataan aset di Pasar Sudimampir dan Pasar Ujung Murung. Ini langkah awal sebelum meremajakan kawasan perdagangan di Banjarmasin Tengah itu. DPRD Banjarmasin pun memberikan dukungan.

“Niat pemko itu bagus. Saya bisa memahaminya. Demi membenahi Sudimampir dan Ujung Murung, maka saya meminta pedagang untuk bersikap kooperatif,” kata Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Suprayogi, kemarin (26/12).

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hermansyah sempat mencak-mencak. Dia kesal dengan pedagang yang secara asal-asalan mengklaim kepemilikan tanah dan kios pasar. Menurutnya, klaim tanpa bukti itu melambatkan kinerja tim aset pemko.

Pendataan itu penting untuk mengurai tumpang-tindih antara aset pedagang dan milik pemko. Begitu pendataan rampung, baru pemko mencari investor. Untuk mengongkosi pembangunan ulang bangunan kedua pasar tersebut.

“Kalau bangunan pasarnya sudah bagus, semua pihak diuntungkan. Pedagang enak, pembeli pun nyaman. PAD (Pendapatan Asli Daerah) pemko pun membesar,” imbuh Suprayogi.

Namun, dia melihat ada segelintir pedagang yang memang sengaja mengulur-ulur waktu. Enggan direlokasi karena takut kehilangan pelanggan. “Sekalipun terlihat kumuh dan bobrok, karena terlanjur kelamaan di situ, perasaannya betah saja,” tukasnya.

Suprayogi mengambil contoh relokasi pedagang ayam di Pasar Sudi Rapi pada Maret silam. Relokasi itu berlangsung alot. “Sekalipun niatnya bagus, banyak yang menolak. Dimana-mana, pedagang memakai hitung-hitungan untung dan rugi,” jelasnya.

Peremajaan Pasar Sudimampir dan Ujung Murung sudah digaungkan sejak zaman wali kota terdahulu. Desain bangunan pasar yang baru bahkan pernah diumumkan ke publik. Tapi rencana itu selalu terganjal status tanah dan bangunan pasar. (fud/at/nur)

BANJARMASIN – Pemko sedang berjibaku dengan ruwetnya pendataan aset di Pasar Sudimampir dan Pasar Ujung Murung. Ini langkah awal sebelum meremajakan kawasan perdagangan di Banjarmasin Tengah itu. DPRD Banjarmasin pun memberikan dukungan.

“Niat pemko itu bagus. Saya bisa memahaminya. Demi membenahi Sudimampir dan Ujung Murung, maka saya meminta pedagang untuk bersikap kooperatif,” kata Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Suprayogi, kemarin (26/12).

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hermansyah sempat mencak-mencak. Dia kesal dengan pedagang yang secara asal-asalan mengklaim kepemilikan tanah dan kios pasar. Menurutnya, klaim tanpa bukti itu melambatkan kinerja tim aset pemko.

Pendataan itu penting untuk mengurai tumpang-tindih antara aset pedagang dan milik pemko. Begitu pendataan rampung, baru pemko mencari investor. Untuk mengongkosi pembangunan ulang bangunan kedua pasar tersebut.

“Kalau bangunan pasarnya sudah bagus, semua pihak diuntungkan. Pedagang enak, pembeli pun nyaman. PAD (Pendapatan Asli Daerah) pemko pun membesar,” imbuh Suprayogi.

Namun, dia melihat ada segelintir pedagang yang memang sengaja mengulur-ulur waktu. Enggan direlokasi karena takut kehilangan pelanggan. “Sekalipun terlihat kumuh dan bobrok, karena terlanjur kelamaan di situ, perasaannya betah saja,” tukasnya.

Suprayogi mengambil contoh relokasi pedagang ayam di Pasar Sudi Rapi pada Maret silam. Relokasi itu berlangsung alot. “Sekalipun niatnya bagus, banyak yang menolak. Dimana-mana, pedagang memakai hitung-hitungan untung dan rugi,” jelasnya.

Peremajaan Pasar Sudimampir dan Ujung Murung sudah digaungkan sejak zaman wali kota terdahulu. Desain bangunan pasar yang baru bahkan pernah diumumkan ke publik. Tapi rencana itu selalu terganjal status tanah dan bangunan pasar. (fud/at/nur)

Most Read

Artikel Terbaru

/