alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 20 May 2022

Target Operasi Sabu Bongkar Kepemilikan Senjata Api dan Senjata Tajam

PELAIHARI – Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, hal ini yang dialami oleh Jajaran Kepolisian Polres Tanah Laut (Tala) berhasil mengungkap satu pelaku kepemilikan senjata api rakitan, senjata tajam dan sabu.

Hal ini disampaikan oleh Kapolres Tala AKBP Sentot Adhi Dharmawan SIK saat press release usai apel operasi lilin di Halaman Kantor Polres Tala, Jumat (21/12).

Diketahui, pemilik senjata api rakitan jenis revolver dengan 3 butir peluru itu Lukman warga Desa Kunyit Kecamatan, saat diamankan tidak melakukan perlawanan.

Sentot mengungkapkan, saat itu pelaku yang diamankan itu merupakan target operasi penyalahgunaan obat terlarang jenis sabu, kemudian saat jajarannya melakukan penangkapan di salah satu warung jablai di kawasan Kecamatan Tambang Ulang.

Di bagian kantong celana kiri ditemukan senjata api rakitan, kemudian juga senjata tajam jenis keris tersimpan di pinggang sebelah kiri.

Tidak berhenti disitu saja, kemudian pihaknya melakukan pemeriksaan kediaman tersangka, juga ditemukan sabu seberat 0,27 gram, bersama alat hisab dan juga timbangan digital.

Kini jajaran kepolisian menjerat pelaku tidak hanya Undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951 akan tetapi bertambah dengan undang-undang narkotika. “Ancaman hukuman bisa diatas lima tahun hingga 12 tahun,” terangnya.

Sementara itu, tersangka Lukman yang sehari-hari bekerja sebagai wakar (penjaga malam) di perusahaan batu gunung di Desa Martadah Kecamatan Tambang Ulang, mengaku pistol itu ditemukannya pada tahun 1992 lalu, di daerah Pelombokan Desa Pemalongan, Kecamatan Bajuin, dalam sebuah ember.

Saat itu, kawasan tersebut ramai dengan aktivitas tambang emas dan biji besi. Kesalahan Lukman, setelah menemukan pistol itu bersama peluru, ia terus menyimpan, tidak melaporkan dan menyerahkan kepada pihak berwajib.

“Tapi saya tidak pernah menggunakan, hanya untuk jaga-jaga saja,” tutupnya. (ard/by/bin)

PELAIHARI – Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, hal ini yang dialami oleh Jajaran Kepolisian Polres Tanah Laut (Tala) berhasil mengungkap satu pelaku kepemilikan senjata api rakitan, senjata tajam dan sabu.

Hal ini disampaikan oleh Kapolres Tala AKBP Sentot Adhi Dharmawan SIK saat press release usai apel operasi lilin di Halaman Kantor Polres Tala, Jumat (21/12).

Diketahui, pemilik senjata api rakitan jenis revolver dengan 3 butir peluru itu Lukman warga Desa Kunyit Kecamatan, saat diamankan tidak melakukan perlawanan.

Sentot mengungkapkan, saat itu pelaku yang diamankan itu merupakan target operasi penyalahgunaan obat terlarang jenis sabu, kemudian saat jajarannya melakukan penangkapan di salah satu warung jablai di kawasan Kecamatan Tambang Ulang.

Di bagian kantong celana kiri ditemukan senjata api rakitan, kemudian juga senjata tajam jenis keris tersimpan di pinggang sebelah kiri.

Tidak berhenti disitu saja, kemudian pihaknya melakukan pemeriksaan kediaman tersangka, juga ditemukan sabu seberat 0,27 gram, bersama alat hisab dan juga timbangan digital.

Kini jajaran kepolisian menjerat pelaku tidak hanya Undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951 akan tetapi bertambah dengan undang-undang narkotika. “Ancaman hukuman bisa diatas lima tahun hingga 12 tahun,” terangnya.

Sementara itu, tersangka Lukman yang sehari-hari bekerja sebagai wakar (penjaga malam) di perusahaan batu gunung di Desa Martadah Kecamatan Tambang Ulang, mengaku pistol itu ditemukannya pada tahun 1992 lalu, di daerah Pelombokan Desa Pemalongan, Kecamatan Bajuin, dalam sebuah ember.

Saat itu, kawasan tersebut ramai dengan aktivitas tambang emas dan biji besi. Kesalahan Lukman, setelah menemukan pistol itu bersama peluru, ia terus menyimpan, tidak melaporkan dan menyerahkan kepada pihak berwajib.

“Tapi saya tidak pernah menggunakan, hanya untuk jaga-jaga saja,” tutupnya. (ard/by/bin)

Most Read

Artikel Terbaru

/