alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Senin, 16 Mei 2022

Kapolda Tegaskan Pelaku Penyiraman Asep Masih Diselidiki, Jangan Percaya Hoax

BANJARMASIN – Satu bulan lebih kasus penyiraman air keras terhadap Kadivas Asep Sarifudin terjadi. Namun sampai kini masih misterius. Belakangan beredar berita, pelakunya sudah tertangkap. Kabar tertangkapnya pelaku pun mengundang perhatian banyak, pihak termasuk awak media.

Karena sampai saat ini, kepolisian masih belum ada ekspos mengenai penangkapan pelakunya. Namun kabar itu akhirnya ditepis Kapolda Kalsel, Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Yazid Fanani.

“Saya nyatakan masih dalam proses, jangan percaya hoax,” tegas Yazid usai Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Lilin 2018, di Halaman Mapolresta Banjarmasin, Jumat (21/12).

Karena saat ini, anggota masih mencari pelaku, Yazid di hadapan awak media memastikan bahwa berita yang beredar itu tidak benar.

Menyegarkan ingatan, Asep harus mendapat perawatan medis secara intensif, setelah disiram oleh orang tak dikenal pada Selasa (20/11) malam. Kejadian itu tidak lama setelah dia keluar dari kafe Capung di kawasan Perempatan Jalan S Parman, Banjarmasin.

Tak ada yang mengetahui bahkan mengenali ciri-ciri pelaku yang diketahui seorang pria tersebut. Di lokasi hanya tertinggal gelas plastik yang masih tersisa cairan air keras dan tisu. Korban ditolong warga dan pelayan kafe yang membawanya ke rumah sakit.

Karena kondisi kerusakan akibat siraman air keras itupun memaksa dokter harus melakukan operasi plastik sampai tiga kali. Operasi pertama dilakukan tanggal 21 November, dua hari kemudian atau 23 November, operasi kembali dilakukan, dan terakhir tanggal 27 November.

Terpisah, Anggota Komisi III DPR RI, Bambang Heri Purnama secara khusus kepada Radar Banjarmasin menegaskan, dari keterangan Polda Kalsel kepada dirinya Rabu (19/12) tadi, ada dua orang yang diduga pelaku, saat ini sedang dilakukan pemeriksaan secara intensif dan pengembangan.

Dia menyarankan, untuk informasi lebih lanjut bisa ditanyakan langsung ke penyidik. “Saya mendapat informasi ini dari Wadir Krimum Polda Kalsel, kata beliau sudah ada titik terang. Silahkan konfirmasi langsung ke Polda Kalsel,” kata Bambang kemarin.

Disisi lain Kabag Program dan Humas Kanwil Kemenkumham Kalsel, Sugito tak berani berspekulasi menyangkut tertangkap atau belumnya tersangka penyiraman air keras terhadap rekannya lalu.

“Kami menyerahkan sepenuhnya kepada pihak Kepolisian, sebelum adanya keterangan resmi, kami tidak berani berspekulasi,” kata Sugito melalui pesan WhatsApp kemarin. (gmp/mof)

BANJARMASIN – Satu bulan lebih kasus penyiraman air keras terhadap Kadivas Asep Sarifudin terjadi. Namun sampai kini masih misterius. Belakangan beredar berita, pelakunya sudah tertangkap. Kabar tertangkapnya pelaku pun mengundang perhatian banyak, pihak termasuk awak media.

Karena sampai saat ini, kepolisian masih belum ada ekspos mengenai penangkapan pelakunya. Namun kabar itu akhirnya ditepis Kapolda Kalsel, Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol) Yazid Fanani.

“Saya nyatakan masih dalam proses, jangan percaya hoax,” tegas Yazid usai Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Lilin 2018, di Halaman Mapolresta Banjarmasin, Jumat (21/12).

Karena saat ini, anggota masih mencari pelaku, Yazid di hadapan awak media memastikan bahwa berita yang beredar itu tidak benar.

Menyegarkan ingatan, Asep harus mendapat perawatan medis secara intensif, setelah disiram oleh orang tak dikenal pada Selasa (20/11) malam. Kejadian itu tidak lama setelah dia keluar dari kafe Capung di kawasan Perempatan Jalan S Parman, Banjarmasin.

Tak ada yang mengetahui bahkan mengenali ciri-ciri pelaku yang diketahui seorang pria tersebut. Di lokasi hanya tertinggal gelas plastik yang masih tersisa cairan air keras dan tisu. Korban ditolong warga dan pelayan kafe yang membawanya ke rumah sakit.

Karena kondisi kerusakan akibat siraman air keras itupun memaksa dokter harus melakukan operasi plastik sampai tiga kali. Operasi pertama dilakukan tanggal 21 November, dua hari kemudian atau 23 November, operasi kembali dilakukan, dan terakhir tanggal 27 November.

Terpisah, Anggota Komisi III DPR RI, Bambang Heri Purnama secara khusus kepada Radar Banjarmasin menegaskan, dari keterangan Polda Kalsel kepada dirinya Rabu (19/12) tadi, ada dua orang yang diduga pelaku, saat ini sedang dilakukan pemeriksaan secara intensif dan pengembangan.

Dia menyarankan, untuk informasi lebih lanjut bisa ditanyakan langsung ke penyidik. “Saya mendapat informasi ini dari Wadir Krimum Polda Kalsel, kata beliau sudah ada titik terang. Silahkan konfirmasi langsung ke Polda Kalsel,” kata Bambang kemarin.

Disisi lain Kabag Program dan Humas Kanwil Kemenkumham Kalsel, Sugito tak berani berspekulasi menyangkut tertangkap atau belumnya tersangka penyiraman air keras terhadap rekannya lalu.

“Kami menyerahkan sepenuhnya kepada pihak Kepolisian, sebelum adanya keterangan resmi, kami tidak berani berspekulasi,” kata Sugito melalui pesan WhatsApp kemarin. (gmp/mof)

Most Read

Artikel Terbaru

/