alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Friday, 20 May 2022

Tak Seperti Jalan Amblas di Surabaya, Dua Pekan Jalan Amblas di Tabalong Belum Ditangani

TANJUNG – Tak hanya di Surabaya ada jalanan yang ambles. Di Tabalong, jalan yang menghubungkan Desa Banua Lawas dan Desa Sungai Anyar juga mengalami hal serupa. Tapi tak seperti di Surabaya yang langsung ditangani, di Tabalong jalanan ambles ini relatif lambat diperbaiki.

Jalan selebar 5 meter itu ambles keseluruhan badan jalannya dan membuat air sungai di tepi jalan meluap dan menutupi semua bagian yang ambles.

Air kemudian masuk ke kawasan permukiman dan persawahan warga.Sebagian warga memanfaatkannya untuk mandi dan mencuci kendaraan. Padahal, arus air yang melintasi jalan cukup deras.

Pani, warga setempat, mengatakan penurunan badan jalan itu tidak tiba-tiba dalam melainkan perlahan-lahan. “Waktu turun sempat bunyi dum. Tali seling siring jalan putus dan membuat siring jalan longsor,” ujarnya.

Siring beton pada bagian sisi sungai dan jalan terlihat miring. Sedangkan siring batu pada sisi lainnya pecah lantaran ikut terbawa amblesnya jalan.

Parahnya, warga mengatakan jalan ini sebenarnya sudah ambles sejak dua pekan lalu. Meski harus memutar jalan ke Desa Hariang dan ke Desa Purai, warga relatif tidak peduli.

Camat Benua Lawas Jainudin mengatakan jalan itu ternyata juga menjadi tanggul penghalang masuknya air sungai. Sejak jalan ambles, sawah warga juga terendam. Padahal, sudah memasuki masa tanam padi periode kedua tahun 2018.

“Muspika (musyawarah pimpinan kecamatan) sudah merapatkan ingin menyelamatkan sawah yang akan tanam dua kali,” jelasnya yang mengatakan ada lima desa di Benua Lawas yang sawahnya terendam.

Muspika yang terdiri dari dirinya, Danramil dan Kapolsek setempat berniat membendung aliran sungai yang melintasi jalan dengan membuat tanggul ban bekas kendaraan tambang batu bara. Posisinya tidak di jalan, melainkan di sisi dalam beberapa meter sebelah badan jalan.

“Rencana mau minta sebanyak 300 ban yang mau dipasang dijadikan tanggul,” cetusnya.

Apakah ada perbaikan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR)?

Jainudin mengatakan beberapa hari lalu, jalan sudah ditinjau oleh Dinas PUPR dan Balai Besar Aliran Sungai. “Tapi, peninjauan yang dilakukan sampai saat ini belum diketahui solusinya,” ucapnya.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tabalong, H Muhammad Noor Rifani mengatakan setelah ditinjau ternyata jalan ambles tersebut masih bisa dilintasi, kecuali saat sungai meluap. “Jalan itu masih bisa dilewati. Pas banjir saja yang tidak bisa,” ujarnya.

Solusi sementara adalah menunggu aliran sungai yang menyeberang itu surut. Setelahnya, akan dilakukan pengurukan menggunakan tanah ke badan jalan ambles. “Akan segera kami tangani. Akan kami uruk jalannya yang turun,” imbuhnya. (ibn/ay/ran)

TANJUNG – Tak hanya di Surabaya ada jalanan yang ambles. Di Tabalong, jalan yang menghubungkan Desa Banua Lawas dan Desa Sungai Anyar juga mengalami hal serupa. Tapi tak seperti di Surabaya yang langsung ditangani, di Tabalong jalanan ambles ini relatif lambat diperbaiki.

Jalan selebar 5 meter itu ambles keseluruhan badan jalannya dan membuat air sungai di tepi jalan meluap dan menutupi semua bagian yang ambles.

Air kemudian masuk ke kawasan permukiman dan persawahan warga.Sebagian warga memanfaatkannya untuk mandi dan mencuci kendaraan. Padahal, arus air yang melintasi jalan cukup deras.

Pani, warga setempat, mengatakan penurunan badan jalan itu tidak tiba-tiba dalam melainkan perlahan-lahan. “Waktu turun sempat bunyi dum. Tali seling siring jalan putus dan membuat siring jalan longsor,” ujarnya.

Siring beton pada bagian sisi sungai dan jalan terlihat miring. Sedangkan siring batu pada sisi lainnya pecah lantaran ikut terbawa amblesnya jalan.

Parahnya, warga mengatakan jalan ini sebenarnya sudah ambles sejak dua pekan lalu. Meski harus memutar jalan ke Desa Hariang dan ke Desa Purai, warga relatif tidak peduli.

Camat Benua Lawas Jainudin mengatakan jalan itu ternyata juga menjadi tanggul penghalang masuknya air sungai. Sejak jalan ambles, sawah warga juga terendam. Padahal, sudah memasuki masa tanam padi periode kedua tahun 2018.

“Muspika (musyawarah pimpinan kecamatan) sudah merapatkan ingin menyelamatkan sawah yang akan tanam dua kali,” jelasnya yang mengatakan ada lima desa di Benua Lawas yang sawahnya terendam.

Muspika yang terdiri dari dirinya, Danramil dan Kapolsek setempat berniat membendung aliran sungai yang melintasi jalan dengan membuat tanggul ban bekas kendaraan tambang batu bara. Posisinya tidak di jalan, melainkan di sisi dalam beberapa meter sebelah badan jalan.

“Rencana mau minta sebanyak 300 ban yang mau dipasang dijadikan tanggul,” cetusnya.

Apakah ada perbaikan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR)?

Jainudin mengatakan beberapa hari lalu, jalan sudah ditinjau oleh Dinas PUPR dan Balai Besar Aliran Sungai. “Tapi, peninjauan yang dilakukan sampai saat ini belum diketahui solusinya,” ucapnya.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tabalong, H Muhammad Noor Rifani mengatakan setelah ditinjau ternyata jalan ambles tersebut masih bisa dilintasi, kecuali saat sungai meluap. “Jalan itu masih bisa dilewati. Pas banjir saja yang tidak bisa,” ujarnya.

Solusi sementara adalah menunggu aliran sungai yang menyeberang itu surut. Setelahnya, akan dilakukan pengurukan menggunakan tanah ke badan jalan ambles. “Akan segera kami tangani. Akan kami uruk jalannya yang turun,” imbuhnya. (ibn/ay/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/