alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

Minim Peminat, Judo Sentra Kalsel Masih Disibukan Menjaring Minat Atlet

BANJARMASIN –  Cabang olahraga Judo Sentra Kalsel masih disibukkan menjaring atlet yang mau  mengikuti latihan Judo. Pasalnya, sejauh ini Cabang Olahraga (Cabor) Judo binaan sentra Kalsel itu kurang diminati oleh kaula muda.

Padahal secara prosedur jika ingin menjadi atlet profesional judo Kalsel mereka harus melalui tahapan pertama dengan masuk ke sentra Kalsel terlebih dahulu.

Seperti yang disampaikan oleh pelatih kepala judo sentra Kalsel, Rudi. Bahwa sejauh ini ia masih kesulitan mencari bibit-bibit unggul untuk menjadi atlet judo. Ia juga sempat mengeluhkan karena atlet yang mengikuti latihan judo sangat sedikit.

“Sampai sekarang belum ada tambahan atlet baru. Yang latihan juga kadang datang 10 orang. Besoknya tinggal 3 orang. Kemarin yang latihan 5 orang sekarang tinggal 2,” kata Rudi.

Hal ini disebabkan, dalam latihan judo sentra Kalsel ini, pelatih tidak bisa memberikan intervensi kepada atlet. Sebab di sentra ini hanya melatih atlet yang serius ingin menjadi atlet judo. Jadi pelatih tidak bisa memaksa dan memberi sanksi bagi atlet yang tidak turun latihan.

“Kita juga gak bisa memaksa. Di sentra tidak seperti di PPLP, kalau sudah masuk PPLP mereka tidak turun latihan pasti kena sanksi. Kalau disini tidak,” ungkap Rudi.

Sejauh ini tercatat jumlah atlet yang diketahui Rudi sebagai pelatih ada 11 atlet. Namun, tidak sepenuhnya atlet bisa hadir latihan saat jadwal latihan sudah berjalan. Nama-nama atlet judo yang tercantum di latihan judo sentra Kalsel adalah Riskon spesialis tanding 60 kg, Fikri 55 kg, Malik 81 kg, Apri 45 kg, dan Husein 55 kg. Untuk atlet putri, Ester spesial tanding 52 kg, Yani 45 kg, Novi 48 kg, Maria 57 kg, Tibi kelas 45 kg, dan Mia kelas 44 kg.

“Padahal saya ada presensi untuk atlet yang latihan, tapi jarang terbuka. Kadang lupa, kadang habis latihan kita keringatan banyak jadi males dan gak ingat mengabsen,” kata Rudi.

Ditambah lagi, beberapa atlet yang terdaftar, ternyata tidak hanya mengikuti satu cabor saja. Ada beberapa atlet yang mengikuti Cabor lain seperti futsal.

“Dari 5 atlet yang sering latihan ternyata 3 dari mereka ikut futsal. Jadi kalau mereka tidak latihan kami cuma latihan 2 orang saja. Dan itu sering terjadi. Saya juga gak bisa memaksa mereka, karena ini sifatnya hanya binaan dan mengarahkan tidak seperti latihan di PPLP,” pungkasnya.(mr-151)

BANJARMASIN –  Cabang olahraga Judo Sentra Kalsel masih disibukkan menjaring atlet yang mau  mengikuti latihan Judo. Pasalnya, sejauh ini Cabang Olahraga (Cabor) Judo binaan sentra Kalsel itu kurang diminati oleh kaula muda.

Padahal secara prosedur jika ingin menjadi atlet profesional judo Kalsel mereka harus melalui tahapan pertama dengan masuk ke sentra Kalsel terlebih dahulu.

Seperti yang disampaikan oleh pelatih kepala judo sentra Kalsel, Rudi. Bahwa sejauh ini ia masih kesulitan mencari bibit-bibit unggul untuk menjadi atlet judo. Ia juga sempat mengeluhkan karena atlet yang mengikuti latihan judo sangat sedikit.

“Sampai sekarang belum ada tambahan atlet baru. Yang latihan juga kadang datang 10 orang. Besoknya tinggal 3 orang. Kemarin yang latihan 5 orang sekarang tinggal 2,” kata Rudi.

Hal ini disebabkan, dalam latihan judo sentra Kalsel ini, pelatih tidak bisa memberikan intervensi kepada atlet. Sebab di sentra ini hanya melatih atlet yang serius ingin menjadi atlet judo. Jadi pelatih tidak bisa memaksa dan memberi sanksi bagi atlet yang tidak turun latihan.

“Kita juga gak bisa memaksa. Di sentra tidak seperti di PPLP, kalau sudah masuk PPLP mereka tidak turun latihan pasti kena sanksi. Kalau disini tidak,” ungkap Rudi.

Sejauh ini tercatat jumlah atlet yang diketahui Rudi sebagai pelatih ada 11 atlet. Namun, tidak sepenuhnya atlet bisa hadir latihan saat jadwal latihan sudah berjalan. Nama-nama atlet judo yang tercantum di latihan judo sentra Kalsel adalah Riskon spesialis tanding 60 kg, Fikri 55 kg, Malik 81 kg, Apri 45 kg, dan Husein 55 kg. Untuk atlet putri, Ester spesial tanding 52 kg, Yani 45 kg, Novi 48 kg, Maria 57 kg, Tibi kelas 45 kg, dan Mia kelas 44 kg.

“Padahal saya ada presensi untuk atlet yang latihan, tapi jarang terbuka. Kadang lupa, kadang habis latihan kita keringatan banyak jadi males dan gak ingat mengabsen,” kata Rudi.

Ditambah lagi, beberapa atlet yang terdaftar, ternyata tidak hanya mengikuti satu cabor saja. Ada beberapa atlet yang mengikuti Cabor lain seperti futsal.

“Dari 5 atlet yang sering latihan ternyata 3 dari mereka ikut futsal. Jadi kalau mereka tidak latihan kami cuma latihan 2 orang saja. Dan itu sering terjadi. Saya juga gak bisa memaksa mereka, karena ini sifatnya hanya binaan dan mengarahkan tidak seperti latihan di PPLP,” pungkasnya.(mr-151)

Most Read

Artikel Terbaru

/