alexametrics
24.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

Cerita Pemain Pantonim Cilik Asal Banjarbaru

Tidak terbersit bakal menjadi pemain pantomim. Sekarang, Rizky begitu mencintai seni pertunjukan yang memvisualisasikan suatu objek atau benda tanpa menggunakan kata-kata, namun hanya gerakan tubuh dan mimik wajah tersebut. Dia bahkan pernah juara kompetisi pantomim tingkat pelajar di Banjarbaru.

MUHAMMAD RIFANI, Banjarbaru

Pertama bertemu dengannya. Tentu tidak menyangka sosok pelajar yang satu ini piawai pantomim. Orangnya pendiam. Wajahnya pun juga tidak begitu ekspresif. Namun saat tampil memperagakan pantomim. Jangan diragukan keahliannya.

Muhammad Rizky Fauzan. Siswa SD Alam Muhammadiyah Banjarbaru ini hampir setahun terakhir mendalami pantomim. Beberapa waktu yang lalu sukses menjadi kampiun di kompetisi antar pelajar di Banjarbaru.

Berkat itu, dirinya pun menjadi delegasi Kota Idaman untuk berlaga di FLS2N tingkat Provinsi. Tapi sayang Dewi Furtona belum memihaknya.

“Gugur saat di tingkat Provinsi. Tapi Alhamdulillah bisa tembus ke babak itu. Jadi pengalaman,” cerita pelajar berusia 10 tahun ini kepada Radar Banjarmasin.

Coba dikulik kenapa sampai jatuh hati dengan pantomim. Yang notabene masih jarang peminatnya di Banjarbaru. Rizky hanya menjawab polos. “Tertarik saja, kayaknya lucu dan jarang yang memainkannya,” jawabnya.

Lalu bagaimana awal mula Rizky berkenalan dengan pantomim. Youtube adalah jawabannya. Dia bahkan belajar secara otodidak memulai dari video-video yang ada di Youtube.

“Awal mulanya melihat di Youtube. Lalu perlahan belajar gimana pantomim itu. Belajarnya pun juga dari mengamati video-video di Youtube,” ceritanya.

Tampil pantomim tentu membutuhkan rasa percaya diri yang besar. Hal inipun diakui Rizky. Putra dari pasangan Supiannor dengan Eva Lutfiana Sari ini pun tak menampik dirinya juga sempat dilanda demam panggung.

“Awalnya ya pasti gugup. Apalagi kalau tampil di hadapan orang banyak. Namun makin ke sini, sering latihan serta tampil sudah mulai terbiasa,” kisahnya.

Jika gugup sudah berhasil dikuasainya. Soal gerak tubuh rupanya masih jadi kendala Rizky. Menurutnya menyempurnakan dan mengorelasikan tema pantomim sama gerakan tubuh masih terus dipelajarinya

“Gerak tubuh sih yang agak susah. Soalnya harus pas ‘kan dan bisa menyampaikan tema pantomim itu sendiri. Lebih susah dari ekspresi mimik muka,” ujarnya.

Ditanya bagaimana target ke depannya. Rizky tidak kapok untuk tampil di ajang kompetisi pantomim. Menurutnya kegagalan yang lalu jadi suntikan semangat untuk lebih baik dan bisa ke level yang lebih baik lagi. (rvn/al/ris)

Tidak terbersit bakal menjadi pemain pantomim. Sekarang, Rizky begitu mencintai seni pertunjukan yang memvisualisasikan suatu objek atau benda tanpa menggunakan kata-kata, namun hanya gerakan tubuh dan mimik wajah tersebut. Dia bahkan pernah juara kompetisi pantomim tingkat pelajar di Banjarbaru.

MUHAMMAD RIFANI, Banjarbaru

Pertama bertemu dengannya. Tentu tidak menyangka sosok pelajar yang satu ini piawai pantomim. Orangnya pendiam. Wajahnya pun juga tidak begitu ekspresif. Namun saat tampil memperagakan pantomim. Jangan diragukan keahliannya.

Muhammad Rizky Fauzan. Siswa SD Alam Muhammadiyah Banjarbaru ini hampir setahun terakhir mendalami pantomim. Beberapa waktu yang lalu sukses menjadi kampiun di kompetisi antar pelajar di Banjarbaru.

Berkat itu, dirinya pun menjadi delegasi Kota Idaman untuk berlaga di FLS2N tingkat Provinsi. Tapi sayang Dewi Furtona belum memihaknya.

“Gugur saat di tingkat Provinsi. Tapi Alhamdulillah bisa tembus ke babak itu. Jadi pengalaman,” cerita pelajar berusia 10 tahun ini kepada Radar Banjarmasin.

Coba dikulik kenapa sampai jatuh hati dengan pantomim. Yang notabene masih jarang peminatnya di Banjarbaru. Rizky hanya menjawab polos. “Tertarik saja, kayaknya lucu dan jarang yang memainkannya,” jawabnya.

Lalu bagaimana awal mula Rizky berkenalan dengan pantomim. Youtube adalah jawabannya. Dia bahkan belajar secara otodidak memulai dari video-video yang ada di Youtube.

“Awal mulanya melihat di Youtube. Lalu perlahan belajar gimana pantomim itu. Belajarnya pun juga dari mengamati video-video di Youtube,” ceritanya.

Tampil pantomim tentu membutuhkan rasa percaya diri yang besar. Hal inipun diakui Rizky. Putra dari pasangan Supiannor dengan Eva Lutfiana Sari ini pun tak menampik dirinya juga sempat dilanda demam panggung.

“Awalnya ya pasti gugup. Apalagi kalau tampil di hadapan orang banyak. Namun makin ke sini, sering latihan serta tampil sudah mulai terbiasa,” kisahnya.

Jika gugup sudah berhasil dikuasainya. Soal gerak tubuh rupanya masih jadi kendala Rizky. Menurutnya menyempurnakan dan mengorelasikan tema pantomim sama gerakan tubuh masih terus dipelajarinya

“Gerak tubuh sih yang agak susah. Soalnya harus pas ‘kan dan bisa menyampaikan tema pantomim itu sendiri. Lebih susah dari ekspresi mimik muka,” ujarnya.

Ditanya bagaimana target ke depannya. Rizky tidak kapok untuk tampil di ajang kompetisi pantomim. Menurutnya kegagalan yang lalu jadi suntikan semangat untuk lebih baik dan bisa ke level yang lebih baik lagi. (rvn/al/ris)

Most Read

Artikel Terbaru

/