alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Selasa, 17 Mei 2022

Hermansyah Sampai Geram, Ternyata Karena Ini Walikota Sebelumnya Tak Menyentuh Sudimampir

BANJARMASIN – Perwakilan pedagang, pemilik dan penyewa toko dari Pasar Sudimampir dan Pasar Ujung Murung diundang ke Balai Kota, kemarin (18/12) siang. Sosialisasi itu masih terkait rencana pemko untuk meremajakan bangunan pasar.

Pertemuan berlangsung tertutup di Aula Kayuh Baimbai. Dipimpin Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hermansyah. “Saya menuntut pedagang untuk bersikap terbuka. Tidak mengklaim asal-asalan atau mengandalkan ujar-ujaran,” jelasnya sesuai pertemuan.

Hermansyah rupanya geram karena pendataan aset di kawasan Pasar Sudimampir Raya berlangsung lamban. Padahal, pendataan ditarget tuntas sebelum akhir tahun. Hingga kemarin, baru 80 persen data yang telah terverifikasi.

“Katanya pemiliknya sedang berada di Makkah. Adapula yang mengklaim punya sertifikat di atas tanah pemko, tapi buktinya saja enggan ngasih. Sampai kesabaran saya habis, saya takkan ragu-ragu menurunkan Satpol PP,” ancamnya.

Dia pun sekarang menyadari. Mengapa beberapa wali kota sebelumnya tak sanggup menyentuh Sudimampir. Wacana peremajaan ini bukanlah yang pertama. Padahal, pasar di jantung kota itu sudah kumuh. Banyak pula bangunan kios yang miring dan hampir roboh.

“Fokus saya adalah pendataan. Status kepemilikannya harus jelas dulu. Kalau masih bermasalah lalu buru-buru ditawarkan ke investor, sudah pasti mereka lari,” tukas Hermansyah.

Untuk memuluskan jalan perundingan, pemko menunjuk 14 perwakilan dari 14 blok pasar. “Ada 1.200 pedagang yang tersebar di 14 blok. Berembuk dengan seribu kepala manusia, jelas bikin pusing,” ujarnya.

Hermansyah menegaskan, Pasar Sudimampir Raya adalah wajah kota ini. Tersohor sebagai kota perdagangan dan jasa, menjadi aneh jika pasar di jantung kota itu malah dibiarkan terbengkalai. “Inilah Tanah Abangnya Banjarmasin,” tegasnya.

Relokasinya Jangan Kejauhan

Ahmad Fauzan Bawai menguasai dua toko. Satu di Sudimampir, satu lagi di Ujung Murung. “Yang di Ujung Murung itu warisan bapak. Sedangkan yang di Sudimampir milik saya sendiri,” ujarnya.

Fauzan bisa menangkap keinginan pemko. Dia juga menyetujui rencana peremajaan pasar. “Apalagi kalau dimodernisasi seperti mal, 100 persen saya setuju. Tapi entahlah pedagang yang lain. Suara saya tidak mewakili yang lain,” imbuhnya.

Pengamatannya selama ini, rencana renovasi selalu gagal lantaran status kepemilikan lahan dan bangunan pasar yang tumpang tindih. “Kalau semuanya milik pemerintah, mudah saja. Masalahnya, ada sertifikat-sertifikat hak milik di situ,” jelasnya.

Dari perbincangan di kalangan pedagang, Fauzan menyimak, pedagang tak masalah direlokasi selama renovasi pasar berlangsung. Yang penting tidak kelewat jauh dari Sudimampir.

“Dulu ditawarkan ke pal enam (Jalan Pramuka), jelas ditolak. Tapi belakangan ada tawaran ke Mitra Plaza, nah itu baru keren,” sarannya.

Pedagang mengusulkan, agar renovasi dilaksanakan bertahap. Ujung Murung rampung, baru bergeser ke Sudimampir. “Sebab, di Sudimampir ada beberapa HGB (Hak Guna Bangunan) yang masa berlakunya masih lama. Antara 2021 sampai 2025,” pungkas Fauzan. (fud)

BANJARMASIN – Perwakilan pedagang, pemilik dan penyewa toko dari Pasar Sudimampir dan Pasar Ujung Murung diundang ke Balai Kota, kemarin (18/12) siang. Sosialisasi itu masih terkait rencana pemko untuk meremajakan bangunan pasar.

Pertemuan berlangsung tertutup di Aula Kayuh Baimbai. Dipimpin Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hermansyah. “Saya menuntut pedagang untuk bersikap terbuka. Tidak mengklaim asal-asalan atau mengandalkan ujar-ujaran,” jelasnya sesuai pertemuan.

Hermansyah rupanya geram karena pendataan aset di kawasan Pasar Sudimampir Raya berlangsung lamban. Padahal, pendataan ditarget tuntas sebelum akhir tahun. Hingga kemarin, baru 80 persen data yang telah terverifikasi.

“Katanya pemiliknya sedang berada di Makkah. Adapula yang mengklaim punya sertifikat di atas tanah pemko, tapi buktinya saja enggan ngasih. Sampai kesabaran saya habis, saya takkan ragu-ragu menurunkan Satpol PP,” ancamnya.

Dia pun sekarang menyadari. Mengapa beberapa wali kota sebelumnya tak sanggup menyentuh Sudimampir. Wacana peremajaan ini bukanlah yang pertama. Padahal, pasar di jantung kota itu sudah kumuh. Banyak pula bangunan kios yang miring dan hampir roboh.

“Fokus saya adalah pendataan. Status kepemilikannya harus jelas dulu. Kalau masih bermasalah lalu buru-buru ditawarkan ke investor, sudah pasti mereka lari,” tukas Hermansyah.

Untuk memuluskan jalan perundingan, pemko menunjuk 14 perwakilan dari 14 blok pasar. “Ada 1.200 pedagang yang tersebar di 14 blok. Berembuk dengan seribu kepala manusia, jelas bikin pusing,” ujarnya.

Hermansyah menegaskan, Pasar Sudimampir Raya adalah wajah kota ini. Tersohor sebagai kota perdagangan dan jasa, menjadi aneh jika pasar di jantung kota itu malah dibiarkan terbengkalai. “Inilah Tanah Abangnya Banjarmasin,” tegasnya.

Relokasinya Jangan Kejauhan

Ahmad Fauzan Bawai menguasai dua toko. Satu di Sudimampir, satu lagi di Ujung Murung. “Yang di Ujung Murung itu warisan bapak. Sedangkan yang di Sudimampir milik saya sendiri,” ujarnya.

Fauzan bisa menangkap keinginan pemko. Dia juga menyetujui rencana peremajaan pasar. “Apalagi kalau dimodernisasi seperti mal, 100 persen saya setuju. Tapi entahlah pedagang yang lain. Suara saya tidak mewakili yang lain,” imbuhnya.

Pengamatannya selama ini, rencana renovasi selalu gagal lantaran status kepemilikan lahan dan bangunan pasar yang tumpang tindih. “Kalau semuanya milik pemerintah, mudah saja. Masalahnya, ada sertifikat-sertifikat hak milik di situ,” jelasnya.

Dari perbincangan di kalangan pedagang, Fauzan menyimak, pedagang tak masalah direlokasi selama renovasi pasar berlangsung. Yang penting tidak kelewat jauh dari Sudimampir.

“Dulu ditawarkan ke pal enam (Jalan Pramuka), jelas ditolak. Tapi belakangan ada tawaran ke Mitra Plaza, nah itu baru keren,” sarannya.

Pedagang mengusulkan, agar renovasi dilaksanakan bertahap. Ujung Murung rampung, baru bergeser ke Sudimampir. “Sebab, di Sudimampir ada beberapa HGB (Hak Guna Bangunan) yang masa berlakunya masih lama. Antara 2021 sampai 2025,” pungkas Fauzan. (fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/