alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Senin, 16 Mei 2022

Diluar Dugaan, Dhea Amelia Akhiri Puasa Gelar Tim Taekwondo Kalsel

BANJARMASIN-Tim taekwondo Kalsel harus puas membawa pulang satu medali perak di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Taekwondo 2018 di GOR Popki Cibubur, 14-16 Desember tadi.

Hasil ini dinilai melampaui ekspektasi, pasalnya tim taekwondo Kalsel tak memasang target di Kejurnas tersebut. Satu-satunya medali perak buat Kalsel disabet oleg Dhea Amelia Putri pada nomor pertandingan kyurogi (tanding) kelas over 68 kilogram.

Ferdyan Hartanto, manajer tim taekwondo Kalsel menjelaskan di babak final, Dhea kalah atas taekwondoin Jateng.

“Sebelumnya, Dhea mampu melewati tiap babak dengan mulus. Yakni, menang atas taekwondoin Sulteng dan Papua. Di babak final, Dhea kalah poin dengan Jateng,” ungkap Ferdy yang turut mendampingi para taekwondoin Kalsel di Kejurnas tersebut.

Diceritakan Ferdy, tim Kalsel sebenarnya sempat berpeluang mendapatkan satu medali perunggu sebagai tambahan. Yakni, melalui penampilan Lita Muzdalifah di kyorugi kelas 46 kilogram putri.

“Sayang, Lita kalah di babak perempat final atas taekwondoin Kaltim Padahal, di babak penyisihan Lita menang atas taekwondoin NTB dan Kepri,” sambungnya.

Selebihnya, ada enam taekwondoin Kalsel lainnya yang juga ikut Kejurnas ini. Namun, mereka semua rontok di babak penyisihan.

“Menurut saya, prestasi ini sudah cukup bagus dan menunjukkan peningkatan. Soalnya, sudah lama Kalsel absen di Kejurnas. Sekarang merupakan momen come back, hasilnya cukup memuaskan walaupun hanya satu perak,” ujarnya.

Ke depan, Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Kalsel akan berupaya lebih keras lagi supaya bisa mendapatkan prestasi yang lebih baik di masa mendatang.

“Kami akan fokus menyiapkan atlet menuju Pra Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (Pra PON) 2019. Beberapa taekwondoin junior dari Kejurnas ini akan kami poles lagi supaya bisa tampil cemerlang di Pra PON 2019,” tandasnya.(oza)

BANJARMASIN-Tim taekwondo Kalsel harus puas membawa pulang satu medali perak di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Taekwondo 2018 di GOR Popki Cibubur, 14-16 Desember tadi.

Hasil ini dinilai melampaui ekspektasi, pasalnya tim taekwondo Kalsel tak memasang target di Kejurnas tersebut. Satu-satunya medali perak buat Kalsel disabet oleg Dhea Amelia Putri pada nomor pertandingan kyurogi (tanding) kelas over 68 kilogram.

Ferdyan Hartanto, manajer tim taekwondo Kalsel menjelaskan di babak final, Dhea kalah atas taekwondoin Jateng.

“Sebelumnya, Dhea mampu melewati tiap babak dengan mulus. Yakni, menang atas taekwondoin Sulteng dan Papua. Di babak final, Dhea kalah poin dengan Jateng,” ungkap Ferdy yang turut mendampingi para taekwondoin Kalsel di Kejurnas tersebut.

Diceritakan Ferdy, tim Kalsel sebenarnya sempat berpeluang mendapatkan satu medali perunggu sebagai tambahan. Yakni, melalui penampilan Lita Muzdalifah di kyorugi kelas 46 kilogram putri.

“Sayang, Lita kalah di babak perempat final atas taekwondoin Kaltim Padahal, di babak penyisihan Lita menang atas taekwondoin NTB dan Kepri,” sambungnya.

Selebihnya, ada enam taekwondoin Kalsel lainnya yang juga ikut Kejurnas ini. Namun, mereka semua rontok di babak penyisihan.

“Menurut saya, prestasi ini sudah cukup bagus dan menunjukkan peningkatan. Soalnya, sudah lama Kalsel absen di Kejurnas. Sekarang merupakan momen come back, hasilnya cukup memuaskan walaupun hanya satu perak,” ujarnya.

Ke depan, Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Kalsel akan berupaya lebih keras lagi supaya bisa mendapatkan prestasi yang lebih baik di masa mendatang.

“Kami akan fokus menyiapkan atlet menuju Pra Kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (Pra PON) 2019. Beberapa taekwondoin junior dari Kejurnas ini akan kami poles lagi supaya bisa tampil cemerlang di Pra PON 2019,” tandasnya.(oza)

Most Read

Artikel Terbaru

/