alexametrics
31.1 C
Banjarmasin
Friday, 20 May 2022

Waspada Rawan Ambruk!! Oprit Jembatan Jalan Lingkar Utara Sudah Longsor

BANJARBARU – Warga Jalan Lingkar Utara, Kelurahan Guntung Payung, Banjarbaru dalam beberapa bulan terakhir dibuat was-was akibat longsornya oprit jembatan yang ada di kawasan mereka.

Warga takut longsoran berdiameter sekitar tiga meter tersebut akan mengakibatkan jembatan ambruk, lantaran setiap kali hujan turun luasnya semakin membesar.

“Kalau opritnya terus tergerus, ketahanan jembatan bakal berkurang. Lalu roboh. Itu yang kami takutkan,” kata Norhayati, salah seorang warga sekitar.

Dia mengungkapkan, oprit jembatan atau timbunan tanah di belakang abutment mulai longsor sejak lima bulan yang lalu. Namun, tak ada penanganan dari instansi terkait. Sehingga, longsoran terus meluas.

“Ini harus ditangani secepatnya. Apalagi, saat ini musim hujan. Longsoran semakin cepat membesar,” ungkapnya.

Jembatan yang melintasi Sungai Lukudat itu sendiri sangat penting bagi masyarakat, karena satu-satunya akses yang menghubungkan Jalan Sapta Marga dan Karang Anyar. “Selain itu, jembatan ini juga disebut vital lantaran berada di Jalan Lingkar Utara. Akses untuk ke bandara nantinya,” ungkap Norhayati.

Secara terpisah, Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan penataan Ruang (PUPR) Banjarbaru Eka Yuliesda berjanji akan segera menangani oprit jembatan yang longsor.

“Kami akan berkoordinasi dengan pihak pemprov terlebih dahulu. Karena, jembatan itu berada di jalan akses ke bandara yang merupakan aset strategis mereka. Jadi, akan kita tanyakan. Mereka atau kami yang memperbaikinya,” ucapnya.

Jika Pemprov Kalsel menyerahkan penanganan ke Pemko Banjarbaru, wanita yang akrab disapa Eka ini menuturkan kemungkinan perbaikan baru bisa dilaksanakan tahun depan. Sebab, di akhir tahun ini anggaran telah habis.

“Untuk sementara lubang longsoran kami berikan pengaman untuk menghindari pengendara terperosok, sembari menunggu waktu perbaikan,” pungkasnya. (ris/ij/ris)

BANJARBARU – Warga Jalan Lingkar Utara, Kelurahan Guntung Payung, Banjarbaru dalam beberapa bulan terakhir dibuat was-was akibat longsornya oprit jembatan yang ada di kawasan mereka.

Warga takut longsoran berdiameter sekitar tiga meter tersebut akan mengakibatkan jembatan ambruk, lantaran setiap kali hujan turun luasnya semakin membesar.

“Kalau opritnya terus tergerus, ketahanan jembatan bakal berkurang. Lalu roboh. Itu yang kami takutkan,” kata Norhayati, salah seorang warga sekitar.

Dia mengungkapkan, oprit jembatan atau timbunan tanah di belakang abutment mulai longsor sejak lima bulan yang lalu. Namun, tak ada penanganan dari instansi terkait. Sehingga, longsoran terus meluas.

“Ini harus ditangani secepatnya. Apalagi, saat ini musim hujan. Longsoran semakin cepat membesar,” ungkapnya.

Jembatan yang melintasi Sungai Lukudat itu sendiri sangat penting bagi masyarakat, karena satu-satunya akses yang menghubungkan Jalan Sapta Marga dan Karang Anyar. “Selain itu, jembatan ini juga disebut vital lantaran berada di Jalan Lingkar Utara. Akses untuk ke bandara nantinya,” ungkap Norhayati.

Secara terpisah, Kepala Bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan penataan Ruang (PUPR) Banjarbaru Eka Yuliesda berjanji akan segera menangani oprit jembatan yang longsor.

“Kami akan berkoordinasi dengan pihak pemprov terlebih dahulu. Karena, jembatan itu berada di jalan akses ke bandara yang merupakan aset strategis mereka. Jadi, akan kita tanyakan. Mereka atau kami yang memperbaikinya,” ucapnya.

Jika Pemprov Kalsel menyerahkan penanganan ke Pemko Banjarbaru, wanita yang akrab disapa Eka ini menuturkan kemungkinan perbaikan baru bisa dilaksanakan tahun depan. Sebab, di akhir tahun ini anggaran telah habis.

“Untuk sementara lubang longsoran kami berikan pengaman untuk menghindari pengendara terperosok, sembari menunggu waktu perbaikan,” pungkasnya. (ris/ij/ris)

Most Read

Artikel Terbaru

/