alexametrics
25.1 C
Banjarmasin
Friday, 20 May 2022

Banyak Muncul TPS Liar, Kardi Sebut Banjarbaru Kekurangan TPS

BANJARBARU – Anggota Komisi II DPRD Kota Banjarbaru Kardi Gunawan menyoroti pengelolaan sampah di Banjarbaru. Menurutnya, Kota Idaman masih kekurangan tempat pembuangan sementara (TPS). Hal itu dapat dilihat dari munculnya sejumlah TPS liar di beberapa tempat.

“Ada beberapa TPS liar yang saya temukan. Salah satunya, di kawasan Liang Anggang dan Landasan Ulin. TPS tidak resmi ini muncul, lantaran kurangnya TPS resmi di Banjarbaru,” katanya kepada Radar Banjarmasin.

Dia mengungkapkan, Pemko Banjarbaru melalui instansi terkait seharusnya menambah TPS di tempat-tempat yang dianggap kurang. Sebab, kehadiran TPS liar cukup mengganggu masyarakat. “Warga terganggu dengan baunya. Apalagi, sampahnya jarang diangkut dan dibiarkan menumpuk,” ungkapnya.

Ironisnya, sampah yang ada di TPS liar ternyata bukan hanya limbah rumah tangga. Melainkan, ada pula limbah pabrik.

“Di TPS liar daerah Liang Anggang saya temukan ada beton bekas pabrik yang dibuang di sana. Harusnya, perusahaan punya TPS sendiri. Bukannya membuang limbah di TPS liar,” ucap pria yang akrab disapa Kardi ini.

Dia meminta agar instansi terkait mencaritahu perusahaan mana yang seringkali membuang sampah di TPS liar, sebab hal itu sangat merugikan. “Selain masyarakat, pemko juga rugi. Karena biaya operasional bertambah gara-gara membuang sampah milik pabrik ke TPA,” pungkasnya. (ris/ij/ris)

BANJARBARU – Anggota Komisi II DPRD Kota Banjarbaru Kardi Gunawan menyoroti pengelolaan sampah di Banjarbaru. Menurutnya, Kota Idaman masih kekurangan tempat pembuangan sementara (TPS). Hal itu dapat dilihat dari munculnya sejumlah TPS liar di beberapa tempat.

“Ada beberapa TPS liar yang saya temukan. Salah satunya, di kawasan Liang Anggang dan Landasan Ulin. TPS tidak resmi ini muncul, lantaran kurangnya TPS resmi di Banjarbaru,” katanya kepada Radar Banjarmasin.

Dia mengungkapkan, Pemko Banjarbaru melalui instansi terkait seharusnya menambah TPS di tempat-tempat yang dianggap kurang. Sebab, kehadiran TPS liar cukup mengganggu masyarakat. “Warga terganggu dengan baunya. Apalagi, sampahnya jarang diangkut dan dibiarkan menumpuk,” ungkapnya.

Ironisnya, sampah yang ada di TPS liar ternyata bukan hanya limbah rumah tangga. Melainkan, ada pula limbah pabrik.

“Di TPS liar daerah Liang Anggang saya temukan ada beton bekas pabrik yang dibuang di sana. Harusnya, perusahaan punya TPS sendiri. Bukannya membuang limbah di TPS liar,” ucap pria yang akrab disapa Kardi ini.

Dia meminta agar instansi terkait mencaritahu perusahaan mana yang seringkali membuang sampah di TPS liar, sebab hal itu sangat merugikan. “Selain masyarakat, pemko juga rugi. Karena biaya operasional bertambah gara-gara membuang sampah milik pabrik ke TPA,” pungkasnya. (ris/ij/ris)

Most Read

Artikel Terbaru

/