alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

Ujian Kompetensi Wartawan, Hendro Beberkan Materi Tahun Depan Akan Semakin Sulit

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalsel setiap tahun memperbaiki kualitas wartawan. Tahun ini, hampir seluruh wartawan yang dites, berhasil lulus uji kompetensi. hampir

Hendro Basuki, Ketua Dewan Pendidikan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat terlihat bangga. Pasalnya, tingkat kelulusan Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) ke-9 yang digelar PWI Kalsel di Gedung PWI Kalsel, Banjarmasin selama dua hari, sejak Jumat (14/12) hingga kemarin, cukup tinggi.

Assessor yang berasal dari Semarang ini mengungkapkan dari 31 peserta sebanyak 28 wartawan yang dinyatakan berkompeten. Atau hanya 10 persennya yang dinyatakan tak lulus atau tak berkompeten. Persentase ini sebutnya sangat baik dan patut menjadi kebanggan PWI Kalsel.

Dia membandingkan ketika menguji di daerah lain. Dari 7 orang peserta, yang dinyatakan berkompeten hanya 1 orang. “Saya ketika itu sempat bingung. Salahnya dimana? Sampai yang tak lulus sebanyak itu,” ujar Hendro ketika memberi sambutan pada penutupan UKW PWI Kalsel ke-9, kemarin.

Pra UKW yang dilakukan oleh PWI Kalsel sebelum pelaksanaan, menurutnya salah satu faktor tingginya tingkat kelulusan tahun ini. “Persiapan sebelum mengikuti UKW ini yang penting. Sehingga dampaknya bagus. Di tempat lain, ada yang tak tahu-tahu langsung ikut,” terangnya.

Pelaksanaan UKW ke-9 di Kalsel ini adalah UKW terakhir dengan materi ujian sebelumnya. Mulai tahun depan, Hendro membeberkan materi ujian akan direvisi, bahkan ditambah.

Salah satunya materi uji Undang-Undang Perlindungan Anak. “PWI di daerah harus menyiapkan ini. Harus saling sharing dengan daerah lain,” cetusnya.

Hendro menambahkan, jika sebelumnya peserta boleh melompat ke jenjang Madya dan Utama. Mulai tahun depan, harus dimulai dari kelompok muda. “Tahun ini adalah kesempatan terakhir. Tahun depan dipastikan semakin rumit dan ketat,” sebutnya.

PWI adalah salah satu lembaga yang dipercaya Dewan Pers untuk menggelar UKW. Sampai saat ini, PWI sudah menelurkan sebanyak 10.200 anggotanya dengan status berkompeten.

Selain Kalsel, pelaksanaan UKW terakhir tahun ini, berbarengan dengan beberapa daerah lain. Seperti Riau dan Sumatera Selatan.

“Ada 15 daerah yang juga menggelar. Jika 100 orang saja yang dinyatakan berkompeten, artinya anggota PWI yang berkompeten jumlahnya mencapai 10.300. Ini sebuah kebanggaan,” katanya.

Selain Hendro, penguji lain Sasongko Tedjo. Dia adalah Sekretaris Dewan Kehormatan PWI Pusat dari Semarang. Sasongko secara khusus menguji tingkat utama atau jenjang Pimpinan Redaksi. Penguji lain adalah Ainur Rohim dari Surabaya, Ratna Sari Dewi, Zainal Helmie dan Fathurrahman dari Banjarmasin.

Ketua PWI Kalsel, Zainal Helmie bersyukur tingkat kelulusan UKW ke-9 ini sangat tinggi. Menurutnya, UKW bagi seorang wartawan sangat penting sebagai upaya menjadikan individu wartawan tersebut lebih profesional, berwawasan dan beretika hingga bermartabat.

“Jangan sombong bagi yang dinyatakan lulus. Terus kembangkan bakat hingga menjadi seorang wartawan professional,” tekan Helmie sembari mengatakan jangan berkecil hati bagi yang dinyatakan belum lulus, karena masih ada kesempatan tahun depan. (mof/by/ran)

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalsel setiap tahun memperbaiki kualitas wartawan. Tahun ini, hampir seluruh wartawan yang dites, berhasil lulus uji kompetensi. hampir

Hendro Basuki, Ketua Dewan Pendidikan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat terlihat bangga. Pasalnya, tingkat kelulusan Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) ke-9 yang digelar PWI Kalsel di Gedung PWI Kalsel, Banjarmasin selama dua hari, sejak Jumat (14/12) hingga kemarin, cukup tinggi.

Assessor yang berasal dari Semarang ini mengungkapkan dari 31 peserta sebanyak 28 wartawan yang dinyatakan berkompeten. Atau hanya 10 persennya yang dinyatakan tak lulus atau tak berkompeten. Persentase ini sebutnya sangat baik dan patut menjadi kebanggan PWI Kalsel.

Dia membandingkan ketika menguji di daerah lain. Dari 7 orang peserta, yang dinyatakan berkompeten hanya 1 orang. “Saya ketika itu sempat bingung. Salahnya dimana? Sampai yang tak lulus sebanyak itu,” ujar Hendro ketika memberi sambutan pada penutupan UKW PWI Kalsel ke-9, kemarin.

Pra UKW yang dilakukan oleh PWI Kalsel sebelum pelaksanaan, menurutnya salah satu faktor tingginya tingkat kelulusan tahun ini. “Persiapan sebelum mengikuti UKW ini yang penting. Sehingga dampaknya bagus. Di tempat lain, ada yang tak tahu-tahu langsung ikut,” terangnya.

Pelaksanaan UKW ke-9 di Kalsel ini adalah UKW terakhir dengan materi ujian sebelumnya. Mulai tahun depan, Hendro membeberkan materi ujian akan direvisi, bahkan ditambah.

Salah satunya materi uji Undang-Undang Perlindungan Anak. “PWI di daerah harus menyiapkan ini. Harus saling sharing dengan daerah lain,” cetusnya.

Hendro menambahkan, jika sebelumnya peserta boleh melompat ke jenjang Madya dan Utama. Mulai tahun depan, harus dimulai dari kelompok muda. “Tahun ini adalah kesempatan terakhir. Tahun depan dipastikan semakin rumit dan ketat,” sebutnya.

PWI adalah salah satu lembaga yang dipercaya Dewan Pers untuk menggelar UKW. Sampai saat ini, PWI sudah menelurkan sebanyak 10.200 anggotanya dengan status berkompeten.

Selain Kalsel, pelaksanaan UKW terakhir tahun ini, berbarengan dengan beberapa daerah lain. Seperti Riau dan Sumatera Selatan.

“Ada 15 daerah yang juga menggelar. Jika 100 orang saja yang dinyatakan berkompeten, artinya anggota PWI yang berkompeten jumlahnya mencapai 10.300. Ini sebuah kebanggaan,” katanya.

Selain Hendro, penguji lain Sasongko Tedjo. Dia adalah Sekretaris Dewan Kehormatan PWI Pusat dari Semarang. Sasongko secara khusus menguji tingkat utama atau jenjang Pimpinan Redaksi. Penguji lain adalah Ainur Rohim dari Surabaya, Ratna Sari Dewi, Zainal Helmie dan Fathurrahman dari Banjarmasin.

Ketua PWI Kalsel, Zainal Helmie bersyukur tingkat kelulusan UKW ke-9 ini sangat tinggi. Menurutnya, UKW bagi seorang wartawan sangat penting sebagai upaya menjadikan individu wartawan tersebut lebih profesional, berwawasan dan beretika hingga bermartabat.

“Jangan sombong bagi yang dinyatakan lulus. Terus kembangkan bakat hingga menjadi seorang wartawan professional,” tekan Helmie sembari mengatakan jangan berkecil hati bagi yang dinyatakan belum lulus, karena masih ada kesempatan tahun depan. (mof/by/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/