alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

Beruntung, Ambruknya Ruang Kelas SMKN 1 Daha Selatan Tidak Makan Korban

KANDANGAN – Satu ruang kelas belajar SMKN 1 Daha Selatan yang terletak di Jalan Lingkar Selatan Tumbukan Banyu, Desa Tumbukan Banyu, Kecamatan Daha Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) ambruk, Jumat (14/12) siang sekitar pukul 13.00 Wita.

Beruntung, ambruknya bangunan sekolah yang digunakan Kelas XI Jurusan Teknik Permesinan II itu tidak mengakibatkan korban jiwa. Karena terjadi setelah proses belajar mengajar usai.

Kepala Sekolah (Kepsek) SMKN 1 Daha Selatan, Mulkan saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.  “Paginya digunakan untuk belajar seperti biasa, tidak ada tanda-tanda akan ambruk,” ujarnya.

Sepengetahuan Mulkan, ruang belajar yang ambruk itu dibangun pada 2009 lalu, pembangunan dari Pemprov Kalsel, dengan konstruksi beton permanen yang berdiri di atas rawa. “Bagaimana proses pembangunan saya tidak tahu, karena baru menjabat di sini sejak 2013,” ujarnya.

Seluruh bangunan SMKN 1 Daha Selatan memang berdiri di atas rawa, jika musim kemarau kering dan saat musim hujan akan berair. “Diduga pondasi tidak kuat sehingga ambruk,” tambah Mulkan yang mengaku sudah melaporkan kejadian ini ke Dinas Pendidikan Kalsel.

Sementara itu, untuk kegiatan belajar, siswa Kelas XI Teknik Permesinan II akan dipindah ke gudang. “Sabtu-Minggu tidak ada kegiatan belajar. Jadi ada kesempatan membersihkan gudang untuk proses belajar sementara,” ujarnya. (shn/by/bin)

KANDANGAN – Satu ruang kelas belajar SMKN 1 Daha Selatan yang terletak di Jalan Lingkar Selatan Tumbukan Banyu, Desa Tumbukan Banyu, Kecamatan Daha Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) ambruk, Jumat (14/12) siang sekitar pukul 13.00 Wita.

Beruntung, ambruknya bangunan sekolah yang digunakan Kelas XI Jurusan Teknik Permesinan II itu tidak mengakibatkan korban jiwa. Karena terjadi setelah proses belajar mengajar usai.

Kepala Sekolah (Kepsek) SMKN 1 Daha Selatan, Mulkan saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.  “Paginya digunakan untuk belajar seperti biasa, tidak ada tanda-tanda akan ambruk,” ujarnya.

Sepengetahuan Mulkan, ruang belajar yang ambruk itu dibangun pada 2009 lalu, pembangunan dari Pemprov Kalsel, dengan konstruksi beton permanen yang berdiri di atas rawa. “Bagaimana proses pembangunan saya tidak tahu, karena baru menjabat di sini sejak 2013,” ujarnya.

Seluruh bangunan SMKN 1 Daha Selatan memang berdiri di atas rawa, jika musim kemarau kering dan saat musim hujan akan berair. “Diduga pondasi tidak kuat sehingga ambruk,” tambah Mulkan yang mengaku sudah melaporkan kejadian ini ke Dinas Pendidikan Kalsel.

Sementara itu, untuk kegiatan belajar, siswa Kelas XI Teknik Permesinan II akan dipindah ke gudang. “Sabtu-Minggu tidak ada kegiatan belajar. Jadi ada kesempatan membersihkan gudang untuk proses belajar sementara,” ujarnya. (shn/by/bin)

Most Read

Artikel Terbaru

/