alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Thursday, 26 May 2022

Dulunya Fan, Sekarang Dia Menjadi Bagian Penting Dalam Tim Barito

Berkat ilmunya, Dayan tak lagi menyaksikan laga Barito Putera dari tribun penonton. Berkat ilmunya, Dayan justru diizinkan masuk ke dalam lapangan.

M IDRIS JIAN SIDIK, Banjarmasin

“Tahaaan…Tahaan…,” ucap Dayan. Pemain belakang Barito Putera, Rony Beroperay saat itu sedang latihan penguatan hamstring. Didampingi Dayan di pinggir lapangan.

Kamis (6/12) sore adalah sesi latihan terakhir Barito Putera sebelum menjalani laga kandang terakhir di Bali kontra Persib Bandung. Di saat semua pemain sibuk mendengarkan instruksi tim pelatih, Rony justru disibukkan dengan arahan Dayan.

Dayan itu nama panggilan Akhmad Redhaian. Tugasnya sebagai fisioterapis. Membantu cedera pemain agar lebih cepat pulih. 

Tangan Dayan tak sekekar tukang pijat. Fisioterapis memang bukan tukang urut. Ilmu fisioterapi justru lebih spesifik mengajarkan pemain, bahkan orang awam untuk lebih mengetahui cedera jenis apa yang dialami? Bagaimana cara pengobatannya? Bagaimana cara memperlakukan cedera pasca pengobatan?

Menurut Dayan, memilih profesi sebagai fisioterapis ternyata hanya sebuah kebetulan. “Tujuan menjadi Fisio itu agar bisa jadi PNS saja,” ungkap warga Kompleks Mahligai Jalan A Yani Km 7 tersebut.

Dayan yang menempuh kuliah di Politeknik Kesehatan Surakarta memang gemar menyaksikan pertandingan sepak bola. Suatu hari saat menyaksikan pertandingan sepak bola di Yogyakarta, Dayan sering melihat sosok yang biasa menghampiri pemain saat mengalami cedera.

“Awalnya bingung, siapa sih orang itu. Kenapa bisa ke dalam lapangan,” pikirnya.

Ternyata, mereka adalah fisioterapis. “Siapa sangka, ilmu yang sedang saya pelajari di bangku kuliah bakal berguna dalam sebuah tim sepak bola,” pikir Dayan.

Sejak saat itu, terbersit lah tujuan Dayan bisa menjadi bagian tim Barito Putera suatu saat nanti. Barito adalah tim idolanya sejak kecil.

Setahun setelah lulus tahun 2008, Dayan mendaftarkan diri sebagai honorer di Hulu Sungai Selatan. Tepatnya honorer fisioterapis di RS Hasan Basri Kandangan.

Selama bertugas sebagai fisioterapis di Kandangan, hampir dalam lima musim kiprah Barito di kancah sepak bola Indonesia, Dayan selalu menyempatkan hadir mendukung Barito secara langsung.

Bahkan didaulat menjadi pentolan dirigen Barito Mania pada tahun 2009. Tugasnya mengajak suporter Barito bernyanyi bersama.

Baru di tahun 2013, Barito yang berhasil menembus kancah persepakbolaan tertinggi diharuskan memiliki seorang fisioterapis dalam sebuah tim.

Singkat cerita, salah seorang staf Barito yang sedang mencari tenaga fisioterapis menghubungi Norman. Ketua Barito Mania itu langsung menyodorkan nama Dayan. “Sejak saat itu saya bergabung menjadi bagian keluarga besar Barito hingga saat ini,” kenangnya. 

Apalagi Dayan setahun kemudian diangkat menjadi PNS. Di tahun 2014 itulah pindah tugas ke Rumah Sakit Ulin. Makin memudahkannya untuk mendekati Barito.

Musim ini, Barito Putera tercatat memiliki beberapa pemain mengalami cedera saat berlatih maupun bertanding. Mulai dari Matias Cordoba, Nazar Nurzaidin, Rony Beroperay, Gavin Kwan Adsit hingga Douglas Packer.

Dayan juga sering menangani cedera pergelangan kaki atau biasanya disebut keseleo atau mungkin kaki terkilir. Penanganannya sangat mudah. Bahkan tak perlu memakai tenaga ekstra, apalagi tenaga dalam.

Dayan masih ingat lima langkah penyembuhan cedera yang dikenal dengan sebutan PRICE. (P) Protection artinya memberikan perlindungan pada area cedera. (R) Rest, istirahat. (I) Ice lakukan kompres pada bagian cedera menggunakan es. (C) Compression maksudnya dilakukan balutan berguna untuk menahan bengkak yang kemungkinan akan terjadi. (E) Elevation maksudnya meninggikan bagian cedera.

“Simpelnya, lima langkah ini yang wajib dilakukan jika pemain atau atlet mengalami cedera,” ujar Dayan.

Lantas, bagaimana dengan orang biasa melakukan urut pada cedera yang dialami? “Boleh saja diurut, namun tidak dianjurkan. Beda jika memang otot sudah mulai tegang,” tegas Dayan.

Urut tak dianjurkan dalam dunia medis. Melakukan pengurutan pada saat terjadi trauma pada otot, ligamen, maupun tendon malah hanya akan memperberat kondisi trauma dan proses peradangan yang terjadi.

Ilmu Fisioterapi mengajarkan bagaimana seharusnya berlatih, melakukan pemanasan sebelum berlatih maupun bertanding agar cedera yang pernah atau sedang dialami tidak terulang. Bahkan bertambah parah. Intinya, peregangan bergerak lebih baik daripada peregangan diam dalam hal pencegahan cedera.

Dayan sudah jatuh hati pada Barito sejak kecil. Menjadi fisioterapis menjadi kebanggaannya karena bisa berkontribusi langsung pada tim.

“Saya dulu hanya bisa mendukung lewat tribun dengan teriakan dan nyanyian. Untuk bisa berfoto saja bisa senang sekali. Sekarang, bisa menjadi bagian penting tim ini. Luar biasa,” katanya.

Dua nama menjadi sosok yang paling dikaguminya selama musim Liga 1 2018. Douglas Packer, contohnya. Gelandang flamboyan asal Brasil yang pernah mencicipi kerasnya Liga Italia bersama Juventus itu sangat disiplin, sabar, dan mampu beradaptasi dengan baik dengan lingkungan sekitar.

Dayan pun menilai Packer adalah sosok pemain dengan kualitas di atas rata-rata. Bukan hanya lihai di dalam lapangan, juga menginspirasi di luar lapangan.

Selain itu, sosok Jacksen F Tiago yang dinilai memiliki kepribadian yang sangat baik. “Secara keilmuan dan profesionalitas Jacksen terbaik saya nilai hingga saat ini,” ungkap Dayan yang telah melewati masa tiga pelatih terdahulu Salahuddin, Milomir Seslija, dan Mundari Karya. (by/bin)

Berkat ilmunya, Dayan tak lagi menyaksikan laga Barito Putera dari tribun penonton. Berkat ilmunya, Dayan justru diizinkan masuk ke dalam lapangan.

M IDRIS JIAN SIDIK, Banjarmasin

“Tahaaan…Tahaan…,” ucap Dayan. Pemain belakang Barito Putera, Rony Beroperay saat itu sedang latihan penguatan hamstring. Didampingi Dayan di pinggir lapangan.

Kamis (6/12) sore adalah sesi latihan terakhir Barito Putera sebelum menjalani laga kandang terakhir di Bali kontra Persib Bandung. Di saat semua pemain sibuk mendengarkan instruksi tim pelatih, Rony justru disibukkan dengan arahan Dayan.

Dayan itu nama panggilan Akhmad Redhaian. Tugasnya sebagai fisioterapis. Membantu cedera pemain agar lebih cepat pulih. 

Tangan Dayan tak sekekar tukang pijat. Fisioterapis memang bukan tukang urut. Ilmu fisioterapi justru lebih spesifik mengajarkan pemain, bahkan orang awam untuk lebih mengetahui cedera jenis apa yang dialami? Bagaimana cara pengobatannya? Bagaimana cara memperlakukan cedera pasca pengobatan?

Menurut Dayan, memilih profesi sebagai fisioterapis ternyata hanya sebuah kebetulan. “Tujuan menjadi Fisio itu agar bisa jadi PNS saja,” ungkap warga Kompleks Mahligai Jalan A Yani Km 7 tersebut.

Dayan yang menempuh kuliah di Politeknik Kesehatan Surakarta memang gemar menyaksikan pertandingan sepak bola. Suatu hari saat menyaksikan pertandingan sepak bola di Yogyakarta, Dayan sering melihat sosok yang biasa menghampiri pemain saat mengalami cedera.

“Awalnya bingung, siapa sih orang itu. Kenapa bisa ke dalam lapangan,” pikirnya.

Ternyata, mereka adalah fisioterapis. “Siapa sangka, ilmu yang sedang saya pelajari di bangku kuliah bakal berguna dalam sebuah tim sepak bola,” pikir Dayan.

Sejak saat itu, terbersit lah tujuan Dayan bisa menjadi bagian tim Barito Putera suatu saat nanti. Barito adalah tim idolanya sejak kecil.

Setahun setelah lulus tahun 2008, Dayan mendaftarkan diri sebagai honorer di Hulu Sungai Selatan. Tepatnya honorer fisioterapis di RS Hasan Basri Kandangan.

Selama bertugas sebagai fisioterapis di Kandangan, hampir dalam lima musim kiprah Barito di kancah sepak bola Indonesia, Dayan selalu menyempatkan hadir mendukung Barito secara langsung.

Bahkan didaulat menjadi pentolan dirigen Barito Mania pada tahun 2009. Tugasnya mengajak suporter Barito bernyanyi bersama.

Baru di tahun 2013, Barito yang berhasil menembus kancah persepakbolaan tertinggi diharuskan memiliki seorang fisioterapis dalam sebuah tim.

Singkat cerita, salah seorang staf Barito yang sedang mencari tenaga fisioterapis menghubungi Norman. Ketua Barito Mania itu langsung menyodorkan nama Dayan. “Sejak saat itu saya bergabung menjadi bagian keluarga besar Barito hingga saat ini,” kenangnya. 

Apalagi Dayan setahun kemudian diangkat menjadi PNS. Di tahun 2014 itulah pindah tugas ke Rumah Sakit Ulin. Makin memudahkannya untuk mendekati Barito.

Musim ini, Barito Putera tercatat memiliki beberapa pemain mengalami cedera saat berlatih maupun bertanding. Mulai dari Matias Cordoba, Nazar Nurzaidin, Rony Beroperay, Gavin Kwan Adsit hingga Douglas Packer.

Dayan juga sering menangani cedera pergelangan kaki atau biasanya disebut keseleo atau mungkin kaki terkilir. Penanganannya sangat mudah. Bahkan tak perlu memakai tenaga ekstra, apalagi tenaga dalam.

Dayan masih ingat lima langkah penyembuhan cedera yang dikenal dengan sebutan PRICE. (P) Protection artinya memberikan perlindungan pada area cedera. (R) Rest, istirahat. (I) Ice lakukan kompres pada bagian cedera menggunakan es. (C) Compression maksudnya dilakukan balutan berguna untuk menahan bengkak yang kemungkinan akan terjadi. (E) Elevation maksudnya meninggikan bagian cedera.

“Simpelnya, lima langkah ini yang wajib dilakukan jika pemain atau atlet mengalami cedera,” ujar Dayan.

Lantas, bagaimana dengan orang biasa melakukan urut pada cedera yang dialami? “Boleh saja diurut, namun tidak dianjurkan. Beda jika memang otot sudah mulai tegang,” tegas Dayan.

Urut tak dianjurkan dalam dunia medis. Melakukan pengurutan pada saat terjadi trauma pada otot, ligamen, maupun tendon malah hanya akan memperberat kondisi trauma dan proses peradangan yang terjadi.

Ilmu Fisioterapi mengajarkan bagaimana seharusnya berlatih, melakukan pemanasan sebelum berlatih maupun bertanding agar cedera yang pernah atau sedang dialami tidak terulang. Bahkan bertambah parah. Intinya, peregangan bergerak lebih baik daripada peregangan diam dalam hal pencegahan cedera.

Dayan sudah jatuh hati pada Barito sejak kecil. Menjadi fisioterapis menjadi kebanggaannya karena bisa berkontribusi langsung pada tim.

“Saya dulu hanya bisa mendukung lewat tribun dengan teriakan dan nyanyian. Untuk bisa berfoto saja bisa senang sekali. Sekarang, bisa menjadi bagian penting tim ini. Luar biasa,” katanya.

Dua nama menjadi sosok yang paling dikaguminya selama musim Liga 1 2018. Douglas Packer, contohnya. Gelandang flamboyan asal Brasil yang pernah mencicipi kerasnya Liga Italia bersama Juventus itu sangat disiplin, sabar, dan mampu beradaptasi dengan baik dengan lingkungan sekitar.

Dayan pun menilai Packer adalah sosok pemain dengan kualitas di atas rata-rata. Bukan hanya lihai di dalam lapangan, juga menginspirasi di luar lapangan.

Selain itu, sosok Jacksen F Tiago yang dinilai memiliki kepribadian yang sangat baik. “Secara keilmuan dan profesionalitas Jacksen terbaik saya nilai hingga saat ini,” ungkap Dayan yang telah melewati masa tiga pelatih terdahulu Salahuddin, Milomir Seslija, dan Mundari Karya. (by/bin)

Most Read

Artikel Terbaru

/