alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Sunday, 22 May 2022

Bukan Cuma Anak-Anak, DBD Tewaskan Seorang Ibu di Kandangan

KANDANGAN – Warga Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) patut waspada. Memasuki musim hujan, demam berdarah dengue (DBD) mulai mengancam.

Dalam beberapa bulan terakhir, kasusnya terus meningkat signifikan. Salah seorang warga bahkan dikabarkan meninggal dunia karena penyakit yang diakibatkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti itu.

Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan Dinkes HSS, Hanti Wahyuningsih membenarkan kabar adanya satu pasien DBD yang meninggal dunia.

Pasien tersebut seorang ibu rumah tangga yang berusia 43 tahun. Dia adalah warga Amawang Kanan, Kecamatan Kandangan. “Meninggalnya tanggal 7 Desember tadi di RSUD Hassan Basry Kandangan,” ujarnya.

Kasus DBD tahun ini di Kabupaten HSS memang meningkat cukup signifikan. Dirincikan sampai tanggal 12 Desember ditemukan 257 kasus. Padahal, tahun lalu hanya 66 kasus.

“Dibandingkan tahun lalu, kasus DBD naik 389 persen,” sebut Hanti. Meski demikian, pemerintah masih belum menetapkan kasus DBD di Kabupaten HSS sebagai kejadian luar biasa (KLB).

Yang jelas, berbagai antisipasi dilakukan Dinkes HSS untuk mencegah semakin berkembanganya wabah DBD. Diantaranya menggerakkan masyarakat dengan bergotong royong di desa/kelurahan dalam rangka pemberantasan sarang nyamuk demam berdarah. kegiatan ini dikoordinir camat dan kepala desa /lurah.

Selain itu, ada pemeriksaan rutin jentik berkala hingga penyuluhan ke desa dan sekolah. Selain itu, Dinkes HSS melakukan siaran keliling oleh petugas promosi kesehatan pukesmas dan pengasapan di rumah warga.

Terpisah Kepala Dinkes HSS, Siti Zainab mengatakan untuk mencegah semakin berkembangnya wabah ini, diperlukan dukungan masyarakat. Pemberantasan sarang nyamuk harus rutin dilakukan agar nyamuk Aedes Aegypti tidak berkembang biak.

“Kasus DBD kebanyakan terjadi karena ada jentik ditemukan di sekitar rumah,” ujarnya.

Bupati HSS, Achmad Fikry mengatakan bahwa kasus DBD tidak tergantung musim. “Musim kemarau bisa terjadi,” ujarnya. Fikry meminta masyarakat selalu menjaga kebersihan lingkungan. “Tutup tempat penampungan dan kuras secara rutin,” ucapnya. (shn/ay/ran)

KANDANGAN – Warga Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) patut waspada. Memasuki musim hujan, demam berdarah dengue (DBD) mulai mengancam.

Dalam beberapa bulan terakhir, kasusnya terus meningkat signifikan. Salah seorang warga bahkan dikabarkan meninggal dunia karena penyakit yang diakibatkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti itu.

Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Kesehatan Lingkungan Dinkes HSS, Hanti Wahyuningsih membenarkan kabar adanya satu pasien DBD yang meninggal dunia.

Pasien tersebut seorang ibu rumah tangga yang berusia 43 tahun. Dia adalah warga Amawang Kanan, Kecamatan Kandangan. “Meninggalnya tanggal 7 Desember tadi di RSUD Hassan Basry Kandangan,” ujarnya.

Kasus DBD tahun ini di Kabupaten HSS memang meningkat cukup signifikan. Dirincikan sampai tanggal 12 Desember ditemukan 257 kasus. Padahal, tahun lalu hanya 66 kasus.

“Dibandingkan tahun lalu, kasus DBD naik 389 persen,” sebut Hanti. Meski demikian, pemerintah masih belum menetapkan kasus DBD di Kabupaten HSS sebagai kejadian luar biasa (KLB).

Yang jelas, berbagai antisipasi dilakukan Dinkes HSS untuk mencegah semakin berkembanganya wabah DBD. Diantaranya menggerakkan masyarakat dengan bergotong royong di desa/kelurahan dalam rangka pemberantasan sarang nyamuk demam berdarah. kegiatan ini dikoordinir camat dan kepala desa /lurah.

Selain itu, ada pemeriksaan rutin jentik berkala hingga penyuluhan ke desa dan sekolah. Selain itu, Dinkes HSS melakukan siaran keliling oleh petugas promosi kesehatan pukesmas dan pengasapan di rumah warga.

Terpisah Kepala Dinkes HSS, Siti Zainab mengatakan untuk mencegah semakin berkembangnya wabah ini, diperlukan dukungan masyarakat. Pemberantasan sarang nyamuk harus rutin dilakukan agar nyamuk Aedes Aegypti tidak berkembang biak.

“Kasus DBD kebanyakan terjadi karena ada jentik ditemukan di sekitar rumah,” ujarnya.

Bupati HSS, Achmad Fikry mengatakan bahwa kasus DBD tidak tergantung musim. “Musim kemarau bisa terjadi,” ujarnya. Fikry meminta masyarakat selalu menjaga kebersihan lingkungan. “Tutup tempat penampungan dan kuras secara rutin,” ucapnya. (shn/ay/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/