alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

Tanggulangi Lahan Kritis dengan Penanaman Pohon

BANJARBARU – Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani, Rabu (12/120 kemarin menghadiri peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) yang disatukan dengan Pencanangan Gerakan Nasional Pemulihan Daerah Aliran Sungai (GN PDAS) yang diselenggarakan oleh Badan Pengelolaan Daerah Alisan Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Barito.

Kegiatan yang diselenggarakan di Jalan Taruna Bhakti, Kelurahan Bangkal, Kecamatan Cempaka itu diisi dengan penanaman pohon di sepanjang Jalan Taruna Bhakti dan penandatanganan Piagam Pencanangan Gerakan Nasional Pemulihan DAS oleh Walikota Banjarbaru.

Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani sangat menyambut baik kegiatan tersebut. Apalagi lokasi dilakukan penanaman berada di sub DAS Banyuhirang yang merupakan bagian dari DAS Maluka.

Sub DAS Banyuhiran memiliki lahan kritis seluas 15.876 hektare, dengan kondisi berupa lahan kosong, semak belukar dan tepi jalan yang masih gersang.

“Lahan kritis ini menjadi sumber permasalahan, seperti longsor, kebakaran lahan, sumber erosi dan langganan banjir. Oleh karena itu Pemko Banjarbaru bersama BPDADHL Barito bertekad berkerja sama menanggulangi sumber permasalahan lahan kritis dengan kegiatan penanaman pohon,” ucap walikota dalam sambutannya.

Kemudian untuk ke depannya. Nadjmi menyebut penanaman akan dilakukan secara berkelanjutan. “Tentu tak hanya hari ini, empat bulan ke depan kembali disiapkan bibit. Pemko juga akan terus memotivasi masyarakat untuk melakukan penanaman,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPDASHL Barito M Zainal Arifin mengatakan, dalam kegiatan itu ada 1000 bibit tanaman yang ditanam. Terdiri dari beringin, kencana, tanjung, angsana, mangga, rambutan, langsat dan sirsak.

Dikatakan Zainal, bahwa membangun Banjarbaru berkarakter salah satu misi dari walikota.

“Salah satunya berkarakter itu cinta lingkungan. Makanya dengan ini, kita selalu mendukung program-program kegiatan penanaman pohon. Terutama di wilayah yang Daerah Aliran Sungai (DAS) kritis. Sehingga bisa dijadikan lahan produktif. Jadi itu bisa menyejahterakan rakyat,” jabarnya.

Dalam acara tersebut juga diperkenalkan Senam Pemulihan DAS yang digagas oleh Kementerian LHK sebagai simbolisasi gerak pandu seluruh lapisan masyarakat dalam memulihkan kondisi DAS yang mulai kritis.

Hal ini agar dapat menyeimbangkan ekosistem DAS guna menopang kehidupan manusia. Walikota besama Kepala BPDASHL Barito serta seluruh peserta yang hadir turut melakukan senam bersama sebelum melakukan penanaman. (rvn/ij/ris)

BANJARBARU – Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani, Rabu (12/120 kemarin menghadiri peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) yang disatukan dengan Pencanangan Gerakan Nasional Pemulihan Daerah Aliran Sungai (GN PDAS) yang diselenggarakan oleh Badan Pengelolaan Daerah Alisan Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Barito.

Kegiatan yang diselenggarakan di Jalan Taruna Bhakti, Kelurahan Bangkal, Kecamatan Cempaka itu diisi dengan penanaman pohon di sepanjang Jalan Taruna Bhakti dan penandatanganan Piagam Pencanangan Gerakan Nasional Pemulihan DAS oleh Walikota Banjarbaru.

Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani sangat menyambut baik kegiatan tersebut. Apalagi lokasi dilakukan penanaman berada di sub DAS Banyuhirang yang merupakan bagian dari DAS Maluka.

Sub DAS Banyuhiran memiliki lahan kritis seluas 15.876 hektare, dengan kondisi berupa lahan kosong, semak belukar dan tepi jalan yang masih gersang.

“Lahan kritis ini menjadi sumber permasalahan, seperti longsor, kebakaran lahan, sumber erosi dan langganan banjir. Oleh karena itu Pemko Banjarbaru bersama BPDADHL Barito bertekad berkerja sama menanggulangi sumber permasalahan lahan kritis dengan kegiatan penanaman pohon,” ucap walikota dalam sambutannya.

Kemudian untuk ke depannya. Nadjmi menyebut penanaman akan dilakukan secara berkelanjutan. “Tentu tak hanya hari ini, empat bulan ke depan kembali disiapkan bibit. Pemko juga akan terus memotivasi masyarakat untuk melakukan penanaman,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPDASHL Barito M Zainal Arifin mengatakan, dalam kegiatan itu ada 1000 bibit tanaman yang ditanam. Terdiri dari beringin, kencana, tanjung, angsana, mangga, rambutan, langsat dan sirsak.

Dikatakan Zainal, bahwa membangun Banjarbaru berkarakter salah satu misi dari walikota.

“Salah satunya berkarakter itu cinta lingkungan. Makanya dengan ini, kita selalu mendukung program-program kegiatan penanaman pohon. Terutama di wilayah yang Daerah Aliran Sungai (DAS) kritis. Sehingga bisa dijadikan lahan produktif. Jadi itu bisa menyejahterakan rakyat,” jabarnya.

Dalam acara tersebut juga diperkenalkan Senam Pemulihan DAS yang digagas oleh Kementerian LHK sebagai simbolisasi gerak pandu seluruh lapisan masyarakat dalam memulihkan kondisi DAS yang mulai kritis.

Hal ini agar dapat menyeimbangkan ekosistem DAS guna menopang kehidupan manusia. Walikota besama Kepala BPDASHL Barito serta seluruh peserta yang hadir turut melakukan senam bersama sebelum melakukan penanaman. (rvn/ij/ris)

Most Read

Artikel Terbaru

/