alexametrics
30.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

JENGAH!! Satpol PP Usir Penghuni Kolong Jembatan Pangeran Antasari

JENGAH dengan keberadaan penghuni kolong jembatan, pemko berencana memasang pagar pengaman. Khususnya di kolong Jembatan Pangeran Antasari.

Satpol PP Banjarmasin kembali mendatangi kolong jembatan di depan Swiss-Belhotel Borneo tersebut, kemarin (11/12) pagi. Enam orang yang masih meniduri kolong itu diusir petugas.

“Wali kota pengin kolong itu dipasangi pagar. Agar tak bisa lagi dimasuki orang. Tapi pas pembangunan pagar mau dimulai, ternyata penghuninya masih ada. Jadi kami turun membersihkan,” kata Kasi Ops Satpol PP Banjarmasin, Dani Matera. 

Satpol PP merasa tak perlu mengeluarkan peringatan. Lantaran penghuni kolong itu sudah “akrab” dengan Satpol PP. “Sudah teramat sering. Sehabis dibongkar, sempat bersih, beberapa bulan mereka balik lagi,” ungkapnya.

Terakhir kali, kawasan itu disambangi petugas pada awal Agustus tadi. Bilik-bilik di kolong jembatan itu habis dibongkar petugas. Kamar-kamar itu dibangun dari kardus dan triplek. Suasananya gelap dan lembap.

“Penertiban kali ini kondusif. Tidak ada perlawanan atau ribut-ribut,” tukas Dani. Seusai penertiban ini, dia menyilakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Banjarmasin untuk melanjutkan pembangunan pagar tersebut.

Sebagian penghuni kolong Jembatan Pangeran Antasari mencari nafkah dengan memulung botol plastik. Ada pula para janda korban penggusuran di Teluk Kelayan beberapa tahun silam.

Saat didekati wartawan, mereka memilih bungkam. “Kami tidak mau dikamera-kamera. Bikin malu,” cecar seorang perempuan.

Selain Jembatan Pangeran Antasari, kolong jembatan yang kerap dihuni tuna wisma adalah Jembatan Dewi dan Jembatan Merdeka. Ada yang merupakan penghuni tetap. Ada pula yang cuma mencari tempat bersembunyi untuk ngelem.

Pemasangan pagar kolong jembatan itu dibenarkan Kabid Sungai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Banjarmasin, Hizbul Wathoni. “Ya, besok pagi (hari ini) pagarnya dipasang. Sementara baru satu jembatan ini dulu yang dipagari,” ujarnya. (fud/at/dye)

 

JENGAH dengan keberadaan penghuni kolong jembatan, pemko berencana memasang pagar pengaman. Khususnya di kolong Jembatan Pangeran Antasari.

Satpol PP Banjarmasin kembali mendatangi kolong jembatan di depan Swiss-Belhotel Borneo tersebut, kemarin (11/12) pagi. Enam orang yang masih meniduri kolong itu diusir petugas.

“Wali kota pengin kolong itu dipasangi pagar. Agar tak bisa lagi dimasuki orang. Tapi pas pembangunan pagar mau dimulai, ternyata penghuninya masih ada. Jadi kami turun membersihkan,” kata Kasi Ops Satpol PP Banjarmasin, Dani Matera. 

Satpol PP merasa tak perlu mengeluarkan peringatan. Lantaran penghuni kolong itu sudah “akrab” dengan Satpol PP. “Sudah teramat sering. Sehabis dibongkar, sempat bersih, beberapa bulan mereka balik lagi,” ungkapnya.

Terakhir kali, kawasan itu disambangi petugas pada awal Agustus tadi. Bilik-bilik di kolong jembatan itu habis dibongkar petugas. Kamar-kamar itu dibangun dari kardus dan triplek. Suasananya gelap dan lembap.

“Penertiban kali ini kondusif. Tidak ada perlawanan atau ribut-ribut,” tukas Dani. Seusai penertiban ini, dia menyilakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Banjarmasin untuk melanjutkan pembangunan pagar tersebut.

Sebagian penghuni kolong Jembatan Pangeran Antasari mencari nafkah dengan memulung botol plastik. Ada pula para janda korban penggusuran di Teluk Kelayan beberapa tahun silam.

Saat didekati wartawan, mereka memilih bungkam. “Kami tidak mau dikamera-kamera. Bikin malu,” cecar seorang perempuan.

Selain Jembatan Pangeran Antasari, kolong jembatan yang kerap dihuni tuna wisma adalah Jembatan Dewi dan Jembatan Merdeka. Ada yang merupakan penghuni tetap. Ada pula yang cuma mencari tempat bersembunyi untuk ngelem.

Pemasangan pagar kolong jembatan itu dibenarkan Kabid Sungai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Banjarmasin, Hizbul Wathoni. “Ya, besok pagi (hari ini) pagarnya dipasang. Sementara baru satu jembatan ini dulu yang dipagari,” ujarnya. (fud/at/dye)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/