alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Kamis, 19 Mei 2022

Dinyatakan Meninggal, Salasiah Coba Dihidupkan Kembali Oleh Pihak Keluarga

Secara medis, Salasiah telah dinyatakan meninggal. Namun pihak keluarga masih punya “syariat lain untuk mengembalikan Salasiah dari Kematian.

MAULANA, Banjarmasin

“Mudahan panjang umur!” kalimat itu yang banyak keluar dari mulut para pengunjung yang melihat Salasiah (38).

Tubuh Salasiah direbahkan di atas sebuah meja dengan posisi berbaring. Kepalanya mengarah ke kiblat. Dia “disemayamkan” di bawah tenda berukuran 6×4.

Badannya terlihat kaku dan berwarna lesi, kuning langsat. Dari balik kain transparan, wajahnya dingin dengan mata terpejam rapat. Separuh tubuhnya hingga dada ditutup kain behalai atau sarung yang berukuran panjang.

Salasiah digigit ular berbisa ular saat mencari ikan di rawa yang tak jauh dari rumahnya di Kompleks Ar Rahmah, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, Senin (10/12) pagi.

Wanita berusia 38 tahun ini sempat dilarikan oleh kerabatnya ke RSUD Ulin Banjarmasin. Namun sesampainya di sana medis menyebut Salasiah telah meninggal dunia.

Meski secara medis Salasiah sudah meninggal namun usaha keluarga untuk membuat korban hidup terus dilakukan. Keluarga yakin Salasiah hanya mati suri.

“Tadi banyak orang pintar dan pawang ular bilang, istri saya masih bisa hidup dan syaratnya jangan dibawa masuk kedalam rumah,” cerita Tantowi Zauhari (40), suami Salasiah.

Meski merasa bahwa itu terkesan di luar akal, namun pihak keluarga, percaya sekadar berikhtiar agar Salasiah tetap siuman.

Salasiah sendiri telah didatangi beberapa orang pintar dari Kelayan, Anjir dan sekitarnya. “ Tetapi sampai sore ini tak terlihat reaksinya, saya bingung juga, kalau dilihat tak ada napas sama sekali nadinya tak berdenyut,” ujarnya yang mengatakan Salasiah digigit di bawah lutut sebelah kanan. Ada dua luka bekas gigitan di sana.

Tantowi mengatakan pagi itu ia berada di bengkel tempat kerjanya di kawasan terminal KM 6, saat mendapat kabar bahwa Salasiah sakit.

Saat dibawa ke rumah sakit, Salasiah menurutnya sudah tidak sadar. ‘Saat pulang, saya masih merasa badan istri saya panas,” ujarnya yang berharap istrinya bisa kembali sadar.

Salah seorang penenamba (pengobat) yang ditemui Radar Banjarmasin di lokasi terlihat menggunakan minyak special khusus yang dioleskan di titik bekas gigitan. Dia juga menggesekkan jengger ayam.

“Antara dua pilihan, bisa ular itu mati dan bisa juga korban yang kalah. Tapi saya yakin kalau atas izin-Nya, kita semua bertawakal korban akan siuman atau hidup,” ucap salah satu penenamba kepada dua orang kerabat korban.

Terpisah Amat, salah satu keluarga korban ikut yakin dengan metode penyembuhan tradisional ini. Dia mengaku pernah melihat yang seperti ini.

“Kebanyakan orang selama tiga hari didiamkan di luar rumah jangan dibawa masuk, kalau masih ada umurnya pasti akan siuman,” tambahnya.(lan/ay/ran)

Secara medis, Salasiah telah dinyatakan meninggal. Namun pihak keluarga masih punya “syariat lain untuk mengembalikan Salasiah dari Kematian.

MAULANA, Banjarmasin

“Mudahan panjang umur!” kalimat itu yang banyak keluar dari mulut para pengunjung yang melihat Salasiah (38).

Tubuh Salasiah direbahkan di atas sebuah meja dengan posisi berbaring. Kepalanya mengarah ke kiblat. Dia “disemayamkan” di bawah tenda berukuran 6×4.

Badannya terlihat kaku dan berwarna lesi, kuning langsat. Dari balik kain transparan, wajahnya dingin dengan mata terpejam rapat. Separuh tubuhnya hingga dada ditutup kain behalai atau sarung yang berukuran panjang.

Salasiah digigit ular berbisa ular saat mencari ikan di rawa yang tak jauh dari rumahnya di Kompleks Ar Rahmah, Kecamatan Kertak Hanyar, Kabupaten Banjar, Senin (10/12) pagi.

Wanita berusia 38 tahun ini sempat dilarikan oleh kerabatnya ke RSUD Ulin Banjarmasin. Namun sesampainya di sana medis menyebut Salasiah telah meninggal dunia.

Meski secara medis Salasiah sudah meninggal namun usaha keluarga untuk membuat korban hidup terus dilakukan. Keluarga yakin Salasiah hanya mati suri.

“Tadi banyak orang pintar dan pawang ular bilang, istri saya masih bisa hidup dan syaratnya jangan dibawa masuk kedalam rumah,” cerita Tantowi Zauhari (40), suami Salasiah.

Meski merasa bahwa itu terkesan di luar akal, namun pihak keluarga, percaya sekadar berikhtiar agar Salasiah tetap siuman.

Salasiah sendiri telah didatangi beberapa orang pintar dari Kelayan, Anjir dan sekitarnya. “ Tetapi sampai sore ini tak terlihat reaksinya, saya bingung juga, kalau dilihat tak ada napas sama sekali nadinya tak berdenyut,” ujarnya yang mengatakan Salasiah digigit di bawah lutut sebelah kanan. Ada dua luka bekas gigitan di sana.

Tantowi mengatakan pagi itu ia berada di bengkel tempat kerjanya di kawasan terminal KM 6, saat mendapat kabar bahwa Salasiah sakit.

Saat dibawa ke rumah sakit, Salasiah menurutnya sudah tidak sadar. ‘Saat pulang, saya masih merasa badan istri saya panas,” ujarnya yang berharap istrinya bisa kembali sadar.

Salah seorang penenamba (pengobat) yang ditemui Radar Banjarmasin di lokasi terlihat menggunakan minyak special khusus yang dioleskan di titik bekas gigitan. Dia juga menggesekkan jengger ayam.

“Antara dua pilihan, bisa ular itu mati dan bisa juga korban yang kalah. Tapi saya yakin kalau atas izin-Nya, kita semua bertawakal korban akan siuman atau hidup,” ucap salah satu penenamba kepada dua orang kerabat korban.

Terpisah Amat, salah satu keluarga korban ikut yakin dengan metode penyembuhan tradisional ini. Dia mengaku pernah melihat yang seperti ini.

“Kebanyakan orang selama tiga hari didiamkan di luar rumah jangan dibawa masuk, kalau masih ada umurnya pasti akan siuman,” tambahnya.(lan/ay/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/