alexametrics
24.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

Viralkan Aksi Positif..!! Bakesbangpol Menggelar Workshop Revolusi Mental

BANJARBARU – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Banjarbaru menggelar Workshop Revolusi Mental dengan tema “Membangun Integritas, Mempererat Persatuan dan Kesatuan Menuju Banjarbaru yang Berkarakter, Aman dan Nyaman”, Senin (11/12). Acara digelar di aula Linggangan Intan Gedung DPRD Kota Banjarbaru.  

Acara sendiri langsung dibuka dan dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Said Abdullah. Dirinya juga bertindak sebagai narasumber yang dihadiri oleh puluhan orang dari berbagai unsur dan elemen ini.

Kemudian, turut hadir juga dari perwakilan Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Ahmad Muchlis Yusuf. Dirinya juga merupakan Anggota Gugus Tugas Nasional Revolusi Mental yang mana menyampaikan tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental.

Tema yang diangkat yakni Membangun integritas antar gerakan Indonesia melayani, Indonesia mandiri, Indonesia bersih, Indonesia tertib dan Indonesia bersatu.

Sekda Banjarbaru sendiri mengatakan bahwa workshop ini sangat positif dan bermanfaat bagi banyak orang. Baik di pemerintahan maupun masyarakat sekalipun.

“Workshop hari ini tentu sangat bagus berbicara soal revolusi mental. Apalagi kita kedatangan tamu yang tepat dari kementerian untuk lebih menjelaskan secara detail apa itu gugus tugas revolusi mental dan lainnya,” ucap Sekda.

Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Ahmad Muchlis Yusuf pun menjelaskan bahwa revolusi mental harus dieksekusi dengan aksi. Yakni bukan hanya habis di ajang diskusi atau workshop.

“Tentu harus ada saling berkumpul dan diskusi semua pihak, jadi apa yang masalah dihadapi lalu disepakati untuk aksi bersama,” sebutnya.

Adapun pelaku para gugus tugas revolusi mental ini sebutnya empat unsur. Yakni dari ASN, Dunia usaha, masyarakat, serta kalangan pendidik.

“Empat ini harus saling melengkapi dan mendukung, baik ditingkat nasional hingga ke Gubernur maupun Bupati/Walikota” katanya.

Lalu dikatakannya lagi bahwa dalam revolusi mental ini aksi yang dilakukan harus diviralkan.

“Viralkan yang positifnya. Misal ada aksi perubahan dari masyarakat, contohnya sungai yang sudah bersih, nah viralkan di media massa atau media sosial, hal-hal ini harus dilakukan, para jurnalis juga punya peran,” ujarnya.

Makanya dirinya mengimbau agar semua unsur terutama empat unsur tadi harus menyepakati untuk ada aksi positif. “Ini kebaikan bagi masyarakat untuk berubah lebih baik,” pungkasnya. (rvn/ij/bin)

BANJARBARU – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Banjarbaru menggelar Workshop Revolusi Mental dengan tema “Membangun Integritas, Mempererat Persatuan dan Kesatuan Menuju Banjarbaru yang Berkarakter, Aman dan Nyaman”, Senin (11/12). Acara digelar di aula Linggangan Intan Gedung DPRD Kota Banjarbaru.  

Acara sendiri langsung dibuka dan dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Said Abdullah. Dirinya juga bertindak sebagai narasumber yang dihadiri oleh puluhan orang dari berbagai unsur dan elemen ini.

Kemudian, turut hadir juga dari perwakilan Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Ahmad Muchlis Yusuf. Dirinya juga merupakan Anggota Gugus Tugas Nasional Revolusi Mental yang mana menyampaikan tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental.

Tema yang diangkat yakni Membangun integritas antar gerakan Indonesia melayani, Indonesia mandiri, Indonesia bersih, Indonesia tertib dan Indonesia bersatu.

Sekda Banjarbaru sendiri mengatakan bahwa workshop ini sangat positif dan bermanfaat bagi banyak orang. Baik di pemerintahan maupun masyarakat sekalipun.

“Workshop hari ini tentu sangat bagus berbicara soal revolusi mental. Apalagi kita kedatangan tamu yang tepat dari kementerian untuk lebih menjelaskan secara detail apa itu gugus tugas revolusi mental dan lainnya,” ucap Sekda.

Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Ahmad Muchlis Yusuf pun menjelaskan bahwa revolusi mental harus dieksekusi dengan aksi. Yakni bukan hanya habis di ajang diskusi atau workshop.

“Tentu harus ada saling berkumpul dan diskusi semua pihak, jadi apa yang masalah dihadapi lalu disepakati untuk aksi bersama,” sebutnya.

Adapun pelaku para gugus tugas revolusi mental ini sebutnya empat unsur. Yakni dari ASN, Dunia usaha, masyarakat, serta kalangan pendidik.

“Empat ini harus saling melengkapi dan mendukung, baik ditingkat nasional hingga ke Gubernur maupun Bupati/Walikota” katanya.

Lalu dikatakannya lagi bahwa dalam revolusi mental ini aksi yang dilakukan harus diviralkan.

“Viralkan yang positifnya. Misal ada aksi perubahan dari masyarakat, contohnya sungai yang sudah bersih, nah viralkan di media massa atau media sosial, hal-hal ini harus dilakukan, para jurnalis juga punya peran,” ujarnya.

Makanya dirinya mengimbau agar semua unsur terutama empat unsur tadi harus menyepakati untuk ada aksi positif. “Ini kebaikan bagi masyarakat untuk berubah lebih baik,” pungkasnya. (rvn/ij/bin)

Most Read

Artikel Terbaru

/