alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Friday, 20 May 2022

Juventini Banjarmasin Sukses Taklukan Euro Futsal Championship 2018

BEKASI – Pada turnamen futsal antar fans klub bola Eropa se-Indonesia, kabar gembira ditorehkan salah satu fans club di Banjarmasin.

Juventini Banjarmasin sukses menjuarai grand final Euro Futsal Championship setelah menundukkan JCI Solo 3-1, di Summarecon Mall, Bekasi, Sabtu (8/12).

Turnamen yang dimulai sejak Oktober 2018, terbagi dalam fase area, regional, dan grand final. Terhitung sejak fase area, ajang ini diikuti oleh 250 tim dari 15 kota.

Babak grand final menghadirkan 12 tim yang bertarung mulai dari fase grup, semifinal, dan final. Hanya juara grup yang mendapatkan jatah bermain pada semifinal. Tim yang kalah pada semifinal memperebutkan tempat ketiga.

Hebatnya, Juventini merupakan juara baru, yang juga sekaligus menyingkirkan juara bertahan, PRMI Bandung, pada fase grup.

Pada babak final, Juventini Banjarmasin lebih dulu unggul 2-0 melalui gol  yang dicetak oleh Noor Apriado (Ncek), dan Muhaimin. JCI Solo sempat memangkas jarak menjadi 2-1.

Pada pertengahan babak kedua, Juventini Banjarmasin kembali menjauh dua angka lewat aksi sang kapten, Fahmi. Skor 3-1 pun bertahan hingga laga usai.

Atas raihan prestisius tahun ini, pelatih Juventini Banjarmasin, Muhammad Normansyah mengaku sangat bersyukur karena sudah menjadi juara.

“Diluar target yang kami canangkan. Namun, pemain terus menunjukkan tekad yang besar untuk bermain baik setiap laga dan memenangkan pertandingan hingga menjadi juara,” katanya.

Pria yang akrab disapa Norman itu juga mengungkapkan kunci keberhasilan mereka dalam turnamen ini. “Kami bisa bermain konsisten di setiap laga. Meski menempuh proses yang begitu panjang, konsistensi adalah kunci keberhasilan kami,” tambahnya.

Selain itu, Muhammad Thaha yang dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam turnamen ini mengaku senang dan bersyukur. “Semuanya tentu berkat usaha semua pemain, dan gelar yang saya raih semua tidak lepas dari perjuangan semua pemain,” imbuh Thaha.

Eks pemain futsal PON Kalsel XIX 2016 ini juga membeberkan gelar pemain terbaik yang Ia dapat akan menjadi kesempatannya mencicipi Liga Pro. “Memang menurut kabar saya akan menjalani trial di salah satu klub Liga Pro. Dan salah satunya adalah Halus FC,” pungkas Thaha.(bir)

BEKASI – Pada turnamen futsal antar fans klub bola Eropa se-Indonesia, kabar gembira ditorehkan salah satu fans club di Banjarmasin.

Juventini Banjarmasin sukses menjuarai grand final Euro Futsal Championship setelah menundukkan JCI Solo 3-1, di Summarecon Mall, Bekasi, Sabtu (8/12).

Turnamen yang dimulai sejak Oktober 2018, terbagi dalam fase area, regional, dan grand final. Terhitung sejak fase area, ajang ini diikuti oleh 250 tim dari 15 kota.

Babak grand final menghadirkan 12 tim yang bertarung mulai dari fase grup, semifinal, dan final. Hanya juara grup yang mendapatkan jatah bermain pada semifinal. Tim yang kalah pada semifinal memperebutkan tempat ketiga.

Hebatnya, Juventini merupakan juara baru, yang juga sekaligus menyingkirkan juara bertahan, PRMI Bandung, pada fase grup.

Pada babak final, Juventini Banjarmasin lebih dulu unggul 2-0 melalui gol  yang dicetak oleh Noor Apriado (Ncek), dan Muhaimin. JCI Solo sempat memangkas jarak menjadi 2-1.

Pada pertengahan babak kedua, Juventini Banjarmasin kembali menjauh dua angka lewat aksi sang kapten, Fahmi. Skor 3-1 pun bertahan hingga laga usai.

Atas raihan prestisius tahun ini, pelatih Juventini Banjarmasin, Muhammad Normansyah mengaku sangat bersyukur karena sudah menjadi juara.

“Diluar target yang kami canangkan. Namun, pemain terus menunjukkan tekad yang besar untuk bermain baik setiap laga dan memenangkan pertandingan hingga menjadi juara,” katanya.

Pria yang akrab disapa Norman itu juga mengungkapkan kunci keberhasilan mereka dalam turnamen ini. “Kami bisa bermain konsisten di setiap laga. Meski menempuh proses yang begitu panjang, konsistensi adalah kunci keberhasilan kami,” tambahnya.

Selain itu, Muhammad Thaha yang dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam turnamen ini mengaku senang dan bersyukur. “Semuanya tentu berkat usaha semua pemain, dan gelar yang saya raih semua tidak lepas dari perjuangan semua pemain,” imbuh Thaha.

Eks pemain futsal PON Kalsel XIX 2016 ini juga membeberkan gelar pemain terbaik yang Ia dapat akan menjadi kesempatannya mencicipi Liga Pro. “Memang menurut kabar saya akan menjalani trial di salah satu klub Liga Pro. Dan salah satunya adalah Halus FC,” pungkas Thaha.(bir)

Most Read

Artikel Terbaru

/