alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Senin, 16 Mei 2022

Serunya Belajar Panco, Emak-Emak Sampai Ikutan

Ada yang berbeda di Siring Piere Tendean, kemarin (9/12) pagi. Pengunjung beramai-ramai ikuti latihan panco. 

Kegiatan itu digelar oleh Banjarmasin Club Panco alias BCP. Pusat kegiatannya di bawah Menara Pandang, Banjarmasin. Dimulai sejak pukul 9.00 hingga 10.30 Wita.

Adu kekuatan ini tidak diperuntukkan untuk atlet. Melainkan semata untuk hiburan sekaligus mengedukasi masyarakat Banjarmasin.

Alhasil, kegiatan tersebut menyedot perhatian pengunjung. Meja tanding panco terlihat mencolok, hingga warga pun berkerumunan mengelilinginya.

Adu kekuatan dilakukan antara anggota BCP dan siapa saja yang hendak mencoba. Laki-laki ataupun perempuan.

Ketua BCP, Rivan menyebut bahwa antusiasme warga kota ini luar biasa. Mereka datang dengan rasa penasaran yang tinggi. “Masyarakat Banjarmasin begitu antusias, ada hampir 50 orang yang berani mencoba berpanco,” sebutnya.

Aktivitas ini rutin digelar setiap pekan. Untuk kali ini, mereka sengaja mengambil Menara Pandang sebagai venue. “Sebab ini lokasi yang strategis untuk misi kami,” ucap Rivan.

Dia menyebut, misi utama BCP yakni mengenalkan olahraga tangan ini sekaligus mengajarkan teknik-teknik yang benar. Sebab, belum banyak warga Banjarmasin yang tahu olahraga ini secara mendalam.

“Mereka yang tadi (kemarin,red) datang mencoba, 100 persen masih belum mengerti tekniknya,” katanya.

Padahal, memaksakan teknik yang salah dapat menyebabkan cedera. Inilah yang kerap terjadi pada lomba-lomba panco di tingkat sekolahan.

Bentuk cederanya bermacam-macam. Seperti terkilir, tendon putus, radang ligamen, bahkan hingga patah tulang. “Teknik untuk menghindari risiko itulah yang berusaha kita beritahukan kepada masyarakat,” ujar Rivan.

Warga yang mencoba berasal dari beragam usia. Baik anak-anak hingga orang tua. Bahkan ada satu turis asing tertarik untuk mencoba.

Anggota BCP sendiri terdiri dari berbagai tingkat usia. Dari 14 bahkan hingga 75 tahun. Totalnya ada 20 orang.

Lewat kegiatan kemarin, Rivan berharap masyarakat lebih suka berolahraga. Lebih-lebih tertarik untuk belajar panco. “Masyarakat jadi lebih tahu dan tertarik tentang olahraga ini,” harapnya.

Bagi yang hendak bergabung BCP, syaratnya cukup mudah. Yakni bertekad serius mendalami panco. Informasi menarik klub ini dapat dilihat dari akun Instagramnya @banjarmasin_club_panco.

Salah seorang pengunjung, Andi (25) penasaran dengan kegiatan itu. Ia pun ditantang mencoba. “Seru juga ya ada latihan beginian, saya jadi lebih tahu tentang panco,” ucapnya.

Nada serupa juga datang dari seorang ibu rumah tangga, bernama Yunita (40). Meski belum bisa sekuat lawannya, ia mengaku senang sudah mencoba.

“Baru kali ini ikutan, penasaran aja pengen tahu sampai mana kekuatan diri sendiri,” ujar warga Pekapuran itu. (tia/ma/nur)

Ada yang berbeda di Siring Piere Tendean, kemarin (9/12) pagi. Pengunjung beramai-ramai ikuti latihan panco. 

Kegiatan itu digelar oleh Banjarmasin Club Panco alias BCP. Pusat kegiatannya di bawah Menara Pandang, Banjarmasin. Dimulai sejak pukul 9.00 hingga 10.30 Wita.

Adu kekuatan ini tidak diperuntukkan untuk atlet. Melainkan semata untuk hiburan sekaligus mengedukasi masyarakat Banjarmasin.

Alhasil, kegiatan tersebut menyedot perhatian pengunjung. Meja tanding panco terlihat mencolok, hingga warga pun berkerumunan mengelilinginya.

Adu kekuatan dilakukan antara anggota BCP dan siapa saja yang hendak mencoba. Laki-laki ataupun perempuan.

Ketua BCP, Rivan menyebut bahwa antusiasme warga kota ini luar biasa. Mereka datang dengan rasa penasaran yang tinggi. “Masyarakat Banjarmasin begitu antusias, ada hampir 50 orang yang berani mencoba berpanco,” sebutnya.

Aktivitas ini rutin digelar setiap pekan. Untuk kali ini, mereka sengaja mengambil Menara Pandang sebagai venue. “Sebab ini lokasi yang strategis untuk misi kami,” ucap Rivan.

Dia menyebut, misi utama BCP yakni mengenalkan olahraga tangan ini sekaligus mengajarkan teknik-teknik yang benar. Sebab, belum banyak warga Banjarmasin yang tahu olahraga ini secara mendalam.

“Mereka yang tadi (kemarin,red) datang mencoba, 100 persen masih belum mengerti tekniknya,” katanya.

Padahal, memaksakan teknik yang salah dapat menyebabkan cedera. Inilah yang kerap terjadi pada lomba-lomba panco di tingkat sekolahan.

Bentuk cederanya bermacam-macam. Seperti terkilir, tendon putus, radang ligamen, bahkan hingga patah tulang. “Teknik untuk menghindari risiko itulah yang berusaha kita beritahukan kepada masyarakat,” ujar Rivan.

Warga yang mencoba berasal dari beragam usia. Baik anak-anak hingga orang tua. Bahkan ada satu turis asing tertarik untuk mencoba.

Anggota BCP sendiri terdiri dari berbagai tingkat usia. Dari 14 bahkan hingga 75 tahun. Totalnya ada 20 orang.

Lewat kegiatan kemarin, Rivan berharap masyarakat lebih suka berolahraga. Lebih-lebih tertarik untuk belajar panco. “Masyarakat jadi lebih tahu dan tertarik tentang olahraga ini,” harapnya.

Bagi yang hendak bergabung BCP, syaratnya cukup mudah. Yakni bertekad serius mendalami panco. Informasi menarik klub ini dapat dilihat dari akun Instagramnya @banjarmasin_club_panco.

Salah seorang pengunjung, Andi (25) penasaran dengan kegiatan itu. Ia pun ditantang mencoba. “Seru juga ya ada latihan beginian, saya jadi lebih tahu tentang panco,” ucapnya.

Nada serupa juga datang dari seorang ibu rumah tangga, bernama Yunita (40). Meski belum bisa sekuat lawannya, ia mengaku senang sudah mencoba.

“Baru kali ini ikutan, penasaran aja pengen tahu sampai mana kekuatan diri sendiri,” ujar warga Pekapuran itu. (tia/ma/nur)

Most Read

Artikel Terbaru

/