alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Senin, 16 Mei 2022

Dituding Tidak Adil, Ketua Dewan Hakim : Kalau keberatan silahkan ajukan banding

BANJARMASIN – Tim drum band Kalsel I merasa kecewa dan dirugikan. Mereka menuding juri dan dewan hakim Kejurnas Drum Band Satuan Kecil 2018 Paman Birin Cup tidak berlaku adil.

Gara-gara salah satu pemainnya divonis melanggar aturan. Akibatnya, peluang tim drum band Kalsel I meraih medali emas menjadi pupus.

Manajer tim drum band Kalsel I, Noorlatifah menceritakan kronologis kejadian yang membuat timnya kecewa.

M Ridho, salah satu penggawa tim drum band Kalsel I dikenai dua kali sanksi oleh juri yang menjadi pengadil Lomba Berbaris Jarak Pendek (LBJP) putra, Jumat (7/12) di Stadion 17 Mei Banjarmasin.

“Ridho dituding juri berlari. Padahal, dari rekaman video yang kami ambil, Ridho tidak lari, tapi berjalan cepat sesuai dengan aturan. Kakinya bahkan tidak menekuk,” ujar wanita yang akrab disapa Lala, kala menggelar jumpa pers di Sekretariat KONI Kalsel, Sabtu (8/12).

Lala dan timnya kemudian melayangkan protes ke dewan wasit. Bahkan, sudah menyiapkan bukti rekaman video untuk disaksikan bersama-sama.

“Yang bikin saya tambah kecewa, dewan wasit langsung memvonis Ridho melanggar aturan, tanpa melihat bukti video yang kami siapkan. Prosedur investigasi bukti justru diabaikan oleh dewan wasit, malah pemain kami divonis salah tanpa melalui proses penyelidikan,” ucapnya.

Akibatnya, peluang untuk meraih medali emas pupus dan hanya meraih medali perunggu pada nomor pertandingan tersebut. “Padahal, ini nomor pertandingan yang kami andalkan serta kami targetkan meraih medali emas. Saya dan tim kecewa sekali, kami merasa dirugikan,” sambungnya.

Ketua Dewan Hakim, Ibban Bedawi menyatakan pihaknya sudah bekerja sesuai prosedur. “Kalau keberatan, silakan ajukan pernyataan banding melalui surat resmi ke PDBI Pusat,” tegasnya.

Selain tim drum band Kalsel I, ada dua tim lagi yang juga merasa keberatan dengan kepemimpinan juri. Tim drum band Banten dan Jateng. Keduanya juga melayangkan protes, namun hingga saat ini belum ada kepastian keputusan dari dewan hakim.

Adanya protes ini juga membuat jadwal penutupan acara tersebut molor. Awalnya, penutupan dijadwalkan pukul 17.00 Wita di GOR Hasanudin HM. Namun, hingga berita ini diturunkan (8/12), seremoni penutupan juga masih belum dilangsungkan.(oza/jy/dye)

BANJARMASIN – Tim drum band Kalsel I merasa kecewa dan dirugikan. Mereka menuding juri dan dewan hakim Kejurnas Drum Band Satuan Kecil 2018 Paman Birin Cup tidak berlaku adil.

Gara-gara salah satu pemainnya divonis melanggar aturan. Akibatnya, peluang tim drum band Kalsel I meraih medali emas menjadi pupus.

Manajer tim drum band Kalsel I, Noorlatifah menceritakan kronologis kejadian yang membuat timnya kecewa.

M Ridho, salah satu penggawa tim drum band Kalsel I dikenai dua kali sanksi oleh juri yang menjadi pengadil Lomba Berbaris Jarak Pendek (LBJP) putra, Jumat (7/12) di Stadion 17 Mei Banjarmasin.

“Ridho dituding juri berlari. Padahal, dari rekaman video yang kami ambil, Ridho tidak lari, tapi berjalan cepat sesuai dengan aturan. Kakinya bahkan tidak menekuk,” ujar wanita yang akrab disapa Lala, kala menggelar jumpa pers di Sekretariat KONI Kalsel, Sabtu (8/12).

Lala dan timnya kemudian melayangkan protes ke dewan wasit. Bahkan, sudah menyiapkan bukti rekaman video untuk disaksikan bersama-sama.

“Yang bikin saya tambah kecewa, dewan wasit langsung memvonis Ridho melanggar aturan, tanpa melihat bukti video yang kami siapkan. Prosedur investigasi bukti justru diabaikan oleh dewan wasit, malah pemain kami divonis salah tanpa melalui proses penyelidikan,” ucapnya.

Akibatnya, peluang untuk meraih medali emas pupus dan hanya meraih medali perunggu pada nomor pertandingan tersebut. “Padahal, ini nomor pertandingan yang kami andalkan serta kami targetkan meraih medali emas. Saya dan tim kecewa sekali, kami merasa dirugikan,” sambungnya.

Ketua Dewan Hakim, Ibban Bedawi menyatakan pihaknya sudah bekerja sesuai prosedur. “Kalau keberatan, silakan ajukan pernyataan banding melalui surat resmi ke PDBI Pusat,” tegasnya.

Selain tim drum band Kalsel I, ada dua tim lagi yang juga merasa keberatan dengan kepemimpinan juri. Tim drum band Banten dan Jateng. Keduanya juga melayangkan protes, namun hingga saat ini belum ada kepastian keputusan dari dewan hakim.

Adanya protes ini juga membuat jadwal penutupan acara tersebut molor. Awalnya, penutupan dijadwalkan pukul 17.00 Wita di GOR Hasanudin HM. Namun, hingga berita ini diturunkan (8/12), seremoni penutupan juga masih belum dilangsungkan.(oza/jy/dye)

Most Read

Artikel Terbaru

/