alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Selasa, 17 Mei 2022

Kalah Telak, Pelatih Perseban Akui Timnya kalah Kualitas

BANJARMASIN – Peseban Banjarmasin harus mengakui perbedaan kualitas tamunya Kalteng Putra pada babak 64 besar Piala Indonesia 2018. Bermain di Stadion 17 Mei Banjarmasin, tuan rumah takluk dengan skor telak 6-0 kemarin (8/12).

Sejak awal laga, Kalteng Putra yang baru saja memastikan satu tiket ke Liga 1 musim depan begitu leluasa menguasai permainan. Gol pembuka Kalteng sudah tercipta pada menit 9 lewat sontekan Beni Oktavianto. Ditambah gol Michael Rumere pada menit 16. Di babak pertama, Peseban sudah tertinggal 0-2.

Pada babak kedua, empat gol kembali bersarang di gawang Peseban yang dikawal Eko Budi Santoso. Masing-masing dicetak Kushedya Hari Yudo menit 47 dan 72, dan Beni Oktavianto menambah dua gol lagi menit 50 dan 54 untuk menciptakan hat-trick.

Pelatih Peseban, Priyo Hariyadi mengakui bahwa timnya memang kalah kualitas. “Kami kalah segalanya. Mulai fisik hingga individu kami kalah. Jadi saya sangat wajar dengan kekalahan ini,” ucap Priyo.

Apalagi para pemain Peseban dadakan diseleksi dan dikumpulkan kembali untuk menghadapi kompetisi ini. Namun, kekalahan ini sangat baik sebagai bahan evaluasi Peseban untuk menghadapi Liga 3 musim depan.

Priyo juga mengakui lawan memiliki kepercayaan diri. Itu bisa dilihat dari penguasaan bola. “Kalteng yang baru saja lolos ke Liga 1 begitu menikmati permainan,” nilainya.

Pemain Peseban, Denny S mendapatkan pelajaran berharga dari laga ini. “Kami belajar banyak dari lawan. Mulai dari teknik, taktik, dan mental bermain,” terangnya.

Pelatih Kalteng Putra, Kas Hartadi bersyukur tim polesannya masih menunjukkan performa apik. Padahal memastikan satu tiket ke Liga 1 cukup menguras fisik.

“Euforia kami memang berakhir dengan lolos ke Liga 1. Namun, di Piala Indonesia anak-anak ternyata cukup serius menatap laga ini,” kata Kas Hartadi.

Mengenai tim tuan rumah, Kas Hartadi memang tidak menampik jika timnya lebih unggul. “Secara kasta saja kita berbeda. Tentu kualitas permainan akan berbeda. Jika tim yang kami hadapi dari Liga 2 juga, pasti laga akan berjalan sengit,” lanjutnya.(bir/gr/dye)

BANJARMASIN – Peseban Banjarmasin harus mengakui perbedaan kualitas tamunya Kalteng Putra pada babak 64 besar Piala Indonesia 2018. Bermain di Stadion 17 Mei Banjarmasin, tuan rumah takluk dengan skor telak 6-0 kemarin (8/12).

Sejak awal laga, Kalteng Putra yang baru saja memastikan satu tiket ke Liga 1 musim depan begitu leluasa menguasai permainan. Gol pembuka Kalteng sudah tercipta pada menit 9 lewat sontekan Beni Oktavianto. Ditambah gol Michael Rumere pada menit 16. Di babak pertama, Peseban sudah tertinggal 0-2.

Pada babak kedua, empat gol kembali bersarang di gawang Peseban yang dikawal Eko Budi Santoso. Masing-masing dicetak Kushedya Hari Yudo menit 47 dan 72, dan Beni Oktavianto menambah dua gol lagi menit 50 dan 54 untuk menciptakan hat-trick.

Pelatih Peseban, Priyo Hariyadi mengakui bahwa timnya memang kalah kualitas. “Kami kalah segalanya. Mulai fisik hingga individu kami kalah. Jadi saya sangat wajar dengan kekalahan ini,” ucap Priyo.

Apalagi para pemain Peseban dadakan diseleksi dan dikumpulkan kembali untuk menghadapi kompetisi ini. Namun, kekalahan ini sangat baik sebagai bahan evaluasi Peseban untuk menghadapi Liga 3 musim depan.

Priyo juga mengakui lawan memiliki kepercayaan diri. Itu bisa dilihat dari penguasaan bola. “Kalteng yang baru saja lolos ke Liga 1 begitu menikmati permainan,” nilainya.

Pemain Peseban, Denny S mendapatkan pelajaran berharga dari laga ini. “Kami belajar banyak dari lawan. Mulai dari teknik, taktik, dan mental bermain,” terangnya.

Pelatih Kalteng Putra, Kas Hartadi bersyukur tim polesannya masih menunjukkan performa apik. Padahal memastikan satu tiket ke Liga 1 cukup menguras fisik.

“Euforia kami memang berakhir dengan lolos ke Liga 1. Namun, di Piala Indonesia anak-anak ternyata cukup serius menatap laga ini,” kata Kas Hartadi.

Mengenai tim tuan rumah, Kas Hartadi memang tidak menampik jika timnya lebih unggul. “Secara kasta saja kita berbeda. Tentu kualitas permainan akan berbeda. Jika tim yang kami hadapi dari Liga 2 juga, pasti laga akan berjalan sengit,” lanjutnya.(bir/gr/dye)

Most Read

Artikel Terbaru

/