alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Senin, 16 Mei 2022

Kopi Amil, Ngopi Sambil Beramal

BANJARMASIN – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kalsel meluncurkan program Kopi Amil. Produk non komersial ini akan dijadikan sarana dakwah.

“Bukan keuntungan yang kami kejar, tapi keikhlasan masyarakat,” kata Kepala Bagian Pengumpulan Ritel dan Digital Baznas Kalsel, Muhammad Adi Riswan Al Mubarak, kemarin (29/12).

“Seluruh keuntungan dipakai untuk donasi program sosial dan kemanusiaan. Asalkan balik modal, diputar lagi,” tambahnya.

Idenya datang dari maraknya kedai-kedai kopi di Banjarmasin selama beberapa tahun terakhir. Baik yang berupa warung pinggiran dengan harga miring hingga kafe berkelas dengan harga yang lumayan mahal.

Sasarannya bukan hanya anak muda, tapi juga orang tua. Yang penting gemar ngopi. “Kami ingin menggugah penikmat kopi dalam membantu sesama,” tukasnya.

Sebenarnya, Kopi Amil bukan produk baru. Sudah dimulai sebelum pandemi. “Awalnya kami bekerja sama dengan sebuah kedai kopi di Banjarmasin. Sekarang, kami sudah punya merek sendiri,” kisahnya.

Soal rasa, baru dirilis dua varian, yakni kopi susu gula aren dan kopi susu karamel. Harganya terjangkau, Rp18 ribu per gelas.

“Tapi sejak covid, Kopi Amil sempat vakum. Baru buka lagi dalam sepekan terakhir,” sambungnya.

Untuk stan penjualan, masih terbatas di depan kantor Baznas di halaman Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Dia berharap, ke depan, Kopi Amil juga bisa dijual di kota dan kabupaten lainnya. (gmp/fud)

BANJARMASIN – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kalsel meluncurkan program Kopi Amil. Produk non komersial ini akan dijadikan sarana dakwah.

“Bukan keuntungan yang kami kejar, tapi keikhlasan masyarakat,” kata Kepala Bagian Pengumpulan Ritel dan Digital Baznas Kalsel, Muhammad Adi Riswan Al Mubarak, kemarin (29/12).

“Seluruh keuntungan dipakai untuk donasi program sosial dan kemanusiaan. Asalkan balik modal, diputar lagi,” tambahnya.

Idenya datang dari maraknya kedai-kedai kopi di Banjarmasin selama beberapa tahun terakhir. Baik yang berupa warung pinggiran dengan harga miring hingga kafe berkelas dengan harga yang lumayan mahal.

Sasarannya bukan hanya anak muda, tapi juga orang tua. Yang penting gemar ngopi. “Kami ingin menggugah penikmat kopi dalam membantu sesama,” tukasnya.

Sebenarnya, Kopi Amil bukan produk baru. Sudah dimulai sebelum pandemi. “Awalnya kami bekerja sama dengan sebuah kedai kopi di Banjarmasin. Sekarang, kami sudah punya merek sendiri,” kisahnya.

Soal rasa, baru dirilis dua varian, yakni kopi susu gula aren dan kopi susu karamel. Harganya terjangkau, Rp18 ribu per gelas.

“Tapi sejak covid, Kopi Amil sempat vakum. Baru buka lagi dalam sepekan terakhir,” sambungnya.

Untuk stan penjualan, masih terbatas di depan kantor Baznas di halaman Masjid Raya Sabilal Muhtadin. Dia berharap, ke depan, Kopi Amil juga bisa dijual di kota dan kabupaten lainnya. (gmp/fud)

Most Read

Artikel Terbaru

/