alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Thursday, 19 May 2022

Tidak Wajar, Teka-Teki Kematian Agnes Masih Belum Terungkap

BANJARMASIN – Dua pekan berlalu, kematian Subhan alias Riesa Febri Rosady alias Agnes, masih menjadi teka-teki. Hingga kini kepolisian belum berhasil mengungkap kasus pembunuhan tersebut.

“Kasusnya masih kami selidiki. Kami masih mempelajari dan mengurutkan kronologi kasus ini untuk ungkap pelakunya,” terang Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Sumarto.

Seperti diketahui, 26 November lalu, Subhan ditemukan tak bernyawa di dalam salon miliknya di kawasan Stadion Lambung Mangkurat Jalan Ahmad Yani. Diduga, korban sudah meninggal beberapa hari.

Saat gelar perkara, polisi menemukan ada yang tak wajar dari kematiannya.

“Dari gelar perkara yang dilakukan penyidik, diketahui kematian korban memang dilihat tak wajar. Untuk menentukan pelakunya, penyidik juga perlu menemukan motif dari pembunuhan,” ujar Sumarto.

Menurutnya, berdasarkan penyelidikan sementara, ada kemungkinan korban dibunuh orang terdekatnya. Sebab ketika olah TKP, personel tak menemukan barang berharga milik korban yang diduga hilang.

Namun Sumarto belum berani memastikan penyebab ataupun motif kematian korban. Mengingat, pelakuknya masih belum tertangkap.

“Jika terungkap siapa pelakunya, maka motif pasti diterungkap. Sementara ini, jangan berspekulasi dulu,” tuturnya.

Polisi memang masih kesusahan. Apalagi identitas dan siapa keluarga belum jelas. Bahkan, mayatnya sempat tiga hari ditempat di lemari pendingin kamar jenazah RSUD Ulin Banjarmasin. Hingga akhirnya, dimakamkan oleh Dinas Sosial Kota Banjarmasin, di pemakaman milik pemko. (lan/at/nur)

BANJARMASIN – Dua pekan berlalu, kematian Subhan alias Riesa Febri Rosady alias Agnes, masih menjadi teka-teki. Hingga kini kepolisian belum berhasil mengungkap kasus pembunuhan tersebut.

“Kasusnya masih kami selidiki. Kami masih mempelajari dan mengurutkan kronologi kasus ini untuk ungkap pelakunya,” terang Kapolresta Banjarmasin Kombes Pol Sumarto.

Seperti diketahui, 26 November lalu, Subhan ditemukan tak bernyawa di dalam salon miliknya di kawasan Stadion Lambung Mangkurat Jalan Ahmad Yani. Diduga, korban sudah meninggal beberapa hari.

Saat gelar perkara, polisi menemukan ada yang tak wajar dari kematiannya.

“Dari gelar perkara yang dilakukan penyidik, diketahui kematian korban memang dilihat tak wajar. Untuk menentukan pelakunya, penyidik juga perlu menemukan motif dari pembunuhan,” ujar Sumarto.

Menurutnya, berdasarkan penyelidikan sementara, ada kemungkinan korban dibunuh orang terdekatnya. Sebab ketika olah TKP, personel tak menemukan barang berharga milik korban yang diduga hilang.

Namun Sumarto belum berani memastikan penyebab ataupun motif kematian korban. Mengingat, pelakuknya masih belum tertangkap.

“Jika terungkap siapa pelakunya, maka motif pasti diterungkap. Sementara ini, jangan berspekulasi dulu,” tuturnya.

Polisi memang masih kesusahan. Apalagi identitas dan siapa keluarga belum jelas. Bahkan, mayatnya sempat tiga hari ditempat di lemari pendingin kamar jenazah RSUD Ulin Banjarmasin. Hingga akhirnya, dimakamkan oleh Dinas Sosial Kota Banjarmasin, di pemakaman milik pemko. (lan/at/nur)

Most Read

Artikel Terbaru

/