alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Monday, 23 May 2022

Honorer Mengamuk Lantaran Tidak Diberi Uang

BANJARMASIN – Mengamuk di warung bibinya di Jalan Sultan Adam, MR berusia (23) ditahan polisi.

Pemuda yang tinggal di Jalan Pondok Kelapa Kompleks H Idris Unang Kelurahan Sungai Miai Banjarmasin Utara itu diringkus Rabu (5/12) sore sekira pukul 17.00 Wita.

Warga melaporkan kelakuannya ke polisi usai mengamuk di warung bibinya. Polisi lalu bergegas ke lokasi, dan berhasil mendapati pelaku yang masih berada di warung itu. Begitu diperiksa, polisi mendapati sebilah senjata tajam (Sajam) di dalam saku celana sebelah kanan.

Ditanya tentang surat kepemilikan, pelaku tak bisa menunjukkan. MR pun digiring ke markas Polsekta Banjarmasin Utara untuk proses hukum.

Kapolsekta Banjarmasin Utara, Kompol Ukkas M Kitta mengungkapan bahwa pelaku MR dijerat pasal 2 ayat 1 UU no 12 darurat tahun 1951 karena membawa sajam tanpa izin.

“Anggota bergerak cepat untuk mengantisipasi hal tak diinginkan. Awalnya kami terima laporan hanya mengamuk. Setelah digeledah, badannya ada sajam dan dia tak bisa menunjukkan surat kelegalannnya,” terang Ukkas.

Sementara pemicu pelaku mengamuk dikarenakan tak diberi uang. Bibinya pun ketakutan.

“Pelaku ini seorang honorer di salah satu dinas di Kalsel. Saat ini dia sudah diamankan dan masih mejalani pemeriksaan intensif,” ungkap Ukkas.(lan/at/dye)

BANJARMASIN – Mengamuk di warung bibinya di Jalan Sultan Adam, MR berusia (23) ditahan polisi.

Pemuda yang tinggal di Jalan Pondok Kelapa Kompleks H Idris Unang Kelurahan Sungai Miai Banjarmasin Utara itu diringkus Rabu (5/12) sore sekira pukul 17.00 Wita.

Warga melaporkan kelakuannya ke polisi usai mengamuk di warung bibinya. Polisi lalu bergegas ke lokasi, dan berhasil mendapati pelaku yang masih berada di warung itu. Begitu diperiksa, polisi mendapati sebilah senjata tajam (Sajam) di dalam saku celana sebelah kanan.

Ditanya tentang surat kepemilikan, pelaku tak bisa menunjukkan. MR pun digiring ke markas Polsekta Banjarmasin Utara untuk proses hukum.

Kapolsekta Banjarmasin Utara, Kompol Ukkas M Kitta mengungkapan bahwa pelaku MR dijerat pasal 2 ayat 1 UU no 12 darurat tahun 1951 karena membawa sajam tanpa izin.

“Anggota bergerak cepat untuk mengantisipasi hal tak diinginkan. Awalnya kami terima laporan hanya mengamuk. Setelah digeledah, badannya ada sajam dan dia tak bisa menunjukkan surat kelegalannnya,” terang Ukkas.

Sementara pemicu pelaku mengamuk dikarenakan tak diberi uang. Bibinya pun ketakutan.

“Pelaku ini seorang honorer di salah satu dinas di Kalsel. Saat ini dia sudah diamankan dan masih mejalani pemeriksaan intensif,” ungkap Ukkas.(lan/at/dye)

Most Read

Artikel Terbaru

/