alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Wednesday, 25 May 2022

Cuaca Ekstrem Terus Landa Kalsel, BMKG Keluarkan Peringatan Dini

BANJARBARU – Hujan lebat disertai angin kencang dan petir terjadi di sejumlah wilayah di Kalsel dalam dua hari terakhir.

BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Syamsudin Noor pun mengeluarkan peringatan dini. Agar masyarakat waspada dengan kondisi cuaca ekstrem saat ini.

“Masyarakat harus waspada, karena potensi hujan deras disertai angin kencang masih berlangsung untuk dua hingga tiga hari ke depan,” kata Herin Hutri Istyarini selaku Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Syamsudin Noor, kemarin.

Dia menjelaskan, hujan deras yang terjadi dalam beberapa hari terakhir dipengaruhi oleh massa udara basah akibat adanya daerah shearline atau belokan angin di wilayah Kalsel.

“Shearline ini menyebabkan perlambatan angin yang mendukung pertumbuhan awan-awan penghasil hujan,” jelasnya.

Daerah yang berpotensi diguyur hujan deras sendiri cukup merata. Yaitu, wilayah Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Barito Kuala, Tapin, Hulu Sungai Selatan dan Tanah Laut.

“Dari beberapa daerah yang berpotensi hujan, sebagian akan diguyur hujan lokal. Serta, ada pula yang diguyur hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang dan petir,” ucap Herin Hutri Istyarini.

Ditanya mengenai perkiraan kecepatan angin, dia menyebut kemungkinan masih dalam kondisi normal. Rata-rata sekitar 20 kilometer perjam. “Sementara suhu paling rendah kemungkinan sekitar 23 derajat celsius,” pungkasnya.

Sementara itu, hujan lebat disertai petir kemarin sore mengakibatkan jalan-jalan protokol di Martapura tergenang sekitar 10 menit.

Air yang tersumbat terpantau di Jalan A Yani KM 39 depan kantor Bupati Banjar, parkiran Masjid Al Karomah dan sebagian kecil di Jalan Tanjung Rema Martapura.

Angin juga menumbangkan pohon trembesi di tepi Jalan KM 38 Martapura. Kejadian itu terpantau di CCTV sekitar pukul 15.57 Wita. Saat kejadian, kendaraan cukup ramai melintas. Beruntung, mobil berhasil terhindar dari jatuh dahan besar.

“Selisih sekitar 2 detik mobil melintas, pohon langsung roboh dan menutup jalan A Yani di jalur kiri arah ke Banjabaru,” kata Sairi, saksi mata.

Pohon besar itu berhasil dievakuasi sekitar 1 jam kemudian setelah relawan dan anggota polisi turun langsung memotong dahan yang ambruk. Lalu lintas dari Martapura ke Banjarbaru sempat mengalami perlambatan saat evakuasi berlangsung.

Angin dan hujan lebat juga merobohkan rumah milik Amah, Jalan Reel, Kelurahan Pasayangan sekitar pukul 15.30 Wita.

Tempat tinggal yang berada di atas rawa ini sebenarnya dalam proses pembangunan. Atapnya jatuh nyaris menimpa rumah tetangga. Beruntung, saat kejadian tidak ada tukang. (ris/mam/ay/ran)

BANJARBARU – Hujan lebat disertai angin kencang dan petir terjadi di sejumlah wilayah di Kalsel dalam dua hari terakhir.

BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Syamsudin Noor pun mengeluarkan peringatan dini. Agar masyarakat waspada dengan kondisi cuaca ekstrem saat ini.

“Masyarakat harus waspada, karena potensi hujan deras disertai angin kencang masih berlangsung untuk dua hingga tiga hari ke depan,” kata Herin Hutri Istyarini selaku Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Syamsudin Noor, kemarin.

Dia menjelaskan, hujan deras yang terjadi dalam beberapa hari terakhir dipengaruhi oleh massa udara basah akibat adanya daerah shearline atau belokan angin di wilayah Kalsel.

“Shearline ini menyebabkan perlambatan angin yang mendukung pertumbuhan awan-awan penghasil hujan,” jelasnya.

Daerah yang berpotensi diguyur hujan deras sendiri cukup merata. Yaitu, wilayah Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Barito Kuala, Tapin, Hulu Sungai Selatan dan Tanah Laut.

“Dari beberapa daerah yang berpotensi hujan, sebagian akan diguyur hujan lokal. Serta, ada pula yang diguyur hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang dan petir,” ucap Herin Hutri Istyarini.

Ditanya mengenai perkiraan kecepatan angin, dia menyebut kemungkinan masih dalam kondisi normal. Rata-rata sekitar 20 kilometer perjam. “Sementara suhu paling rendah kemungkinan sekitar 23 derajat celsius,” pungkasnya.

Sementara itu, hujan lebat disertai petir kemarin sore mengakibatkan jalan-jalan protokol di Martapura tergenang sekitar 10 menit.

Air yang tersumbat terpantau di Jalan A Yani KM 39 depan kantor Bupati Banjar, parkiran Masjid Al Karomah dan sebagian kecil di Jalan Tanjung Rema Martapura.

Angin juga menumbangkan pohon trembesi di tepi Jalan KM 38 Martapura. Kejadian itu terpantau di CCTV sekitar pukul 15.57 Wita. Saat kejadian, kendaraan cukup ramai melintas. Beruntung, mobil berhasil terhindar dari jatuh dahan besar.

“Selisih sekitar 2 detik mobil melintas, pohon langsung roboh dan menutup jalan A Yani di jalur kiri arah ke Banjabaru,” kata Sairi, saksi mata.

Pohon besar itu berhasil dievakuasi sekitar 1 jam kemudian setelah relawan dan anggota polisi turun langsung memotong dahan yang ambruk. Lalu lintas dari Martapura ke Banjarbaru sempat mengalami perlambatan saat evakuasi berlangsung.

Angin dan hujan lebat juga merobohkan rumah milik Amah, Jalan Reel, Kelurahan Pasayangan sekitar pukul 15.30 Wita.

Tempat tinggal yang berada di atas rawa ini sebenarnya dalam proses pembangunan. Atapnya jatuh nyaris menimpa rumah tetangga. Beruntung, saat kejadian tidak ada tukang. (ris/mam/ay/ran)

Most Read

Artikel Terbaru

/