alexametrics
27.1 C
Banjarmasin
Friday, 27 May 2022

Begini Kata Nadjmi Perihal Kecilnya Gaji Guru Honorer

BANJARBARU – Ribuan guru hadir dalam acara perayaan HUT PGRI ke-73 di GOR Rudy Resnawan Banjarbaru pada Selasa (4/12). Mengenakan seragam PGRI, mereka mengikuti berbagai rentetan acara yang sudah disiapkan.

Diketahui jumlah guru di Banjarbaru jumlahnya lebih dari 2200 orang. Baik yang sudah berstatus ASN maupun honorer. Untuk guru honorer sendiri lebih dari seribu orang.

Berkaitan perayaan HUT PGRI selaku organisasi resmi yang menaungi para guru. Rupanya di tengah gegap gempita perayaan. Soal besaran gaji honorer masih jadi atensi.

Misalnya adalah yang diceritakan oleh salah seorang guru honorer asal Banjarbaru, Ranti. Saat ditemui usai acara, guru TK Tresnania di Landasan Ulin ini menyebut kalau besaran gaji yang diterimanya masih tergolong rendah.

Dia menyebut total gaji yang diterimanya sebesar Rp900.000, Rp.500.000 dari sekolah, sisanya ditambah dari Pemerintah Kota Banjarbaru. “Ini tentu masih rendah dibanding sama yang sudah PNS,” kisahnya.

Itu pun ujarnya, insentif dari Pemko baru saja naik pada 2017 lalu, sebelumnya mereka hanya terima Rp200.000. “Tapi kenaikan ini tidak cukup untuk menutup biaya hidup sehari-hari. Harapannya semoga ada kenaikan gaji lagi untuk honorer,” harapnya.

Terkait harapan ini, Walikota Banjarbaru, Nadjmi Adhani mengaku tidak bisa memberi jawaban secara instan. Karena perlu perencanaan yang matang.

“Kita lihat nanti (untuk kenaikan). Karena untuk menaikkan gaji guru honorer bukan hal mudah, penganggarannya cukup besar, soalnya jumlahnya banyak,” paparnya.

Meskipun demikian, Nadjmi menegaskan kalau pihaknya berkomitmen memikirkan kesejahteraan para guru honorer. “Contohnya tidak akan ada lagi keterlambatan proses pembayaran guru honorer, kalau pun terlambat tidak melebihi tanggal 5, jadi Insya Allah lebih baik,” ujar Nadjmi yang mengaku sangat merasa terhormat karena mengenakan seragam guru juga.

Sementara itu, ketua PGRI Banjarbaru, Khairansyah mengklaim kalau selama ini pihaknya dengan pihak pemerintah Banjarbaru saling berkoordinasi terkait hal-hal yang berkaitan dengan guru honorer.

“Selama ini pemerintah kooperatif dengan PGRI, jadi kami selalu berkomunikasi, baik kepada dinas maupun walikota ketika ada permasalahan soal honorer,” pungkasnya. (rvn/ij/bin)

BANJARBARU – Ribuan guru hadir dalam acara perayaan HUT PGRI ke-73 di GOR Rudy Resnawan Banjarbaru pada Selasa (4/12). Mengenakan seragam PGRI, mereka mengikuti berbagai rentetan acara yang sudah disiapkan.

Diketahui jumlah guru di Banjarbaru jumlahnya lebih dari 2200 orang. Baik yang sudah berstatus ASN maupun honorer. Untuk guru honorer sendiri lebih dari seribu orang.

Berkaitan perayaan HUT PGRI selaku organisasi resmi yang menaungi para guru. Rupanya di tengah gegap gempita perayaan. Soal besaran gaji honorer masih jadi atensi.

Misalnya adalah yang diceritakan oleh salah seorang guru honorer asal Banjarbaru, Ranti. Saat ditemui usai acara, guru TK Tresnania di Landasan Ulin ini menyebut kalau besaran gaji yang diterimanya masih tergolong rendah.

Dia menyebut total gaji yang diterimanya sebesar Rp900.000, Rp.500.000 dari sekolah, sisanya ditambah dari Pemerintah Kota Banjarbaru. “Ini tentu masih rendah dibanding sama yang sudah PNS,” kisahnya.

Itu pun ujarnya, insentif dari Pemko baru saja naik pada 2017 lalu, sebelumnya mereka hanya terima Rp200.000. “Tapi kenaikan ini tidak cukup untuk menutup biaya hidup sehari-hari. Harapannya semoga ada kenaikan gaji lagi untuk honorer,” harapnya.

Terkait harapan ini, Walikota Banjarbaru, Nadjmi Adhani mengaku tidak bisa memberi jawaban secara instan. Karena perlu perencanaan yang matang.

“Kita lihat nanti (untuk kenaikan). Karena untuk menaikkan gaji guru honorer bukan hal mudah, penganggarannya cukup besar, soalnya jumlahnya banyak,” paparnya.

Meskipun demikian, Nadjmi menegaskan kalau pihaknya berkomitmen memikirkan kesejahteraan para guru honorer. “Contohnya tidak akan ada lagi keterlambatan proses pembayaran guru honorer, kalau pun terlambat tidak melebihi tanggal 5, jadi Insya Allah lebih baik,” ujar Nadjmi yang mengaku sangat merasa terhormat karena mengenakan seragam guru juga.

Sementara itu, ketua PGRI Banjarbaru, Khairansyah mengklaim kalau selama ini pihaknya dengan pihak pemerintah Banjarbaru saling berkoordinasi terkait hal-hal yang berkaitan dengan guru honorer.

“Selama ini pemerintah kooperatif dengan PGRI, jadi kami selalu berkomunikasi, baik kepada dinas maupun walikota ketika ada permasalahan soal honorer,” pungkasnya. (rvn/ij/bin)

Most Read

Artikel Terbaru

/