alexametrics
28.1 C
Banjarmasin
Kamis, 19 Mei 2022

Polisi Ciduk Kawanan Pencuri Tutup Drainase

BANJARBARU – Kasus pencurian tutup drainase besi milik Dinas Pekerjaan Umum & Penataan Ruang (PUPR) Banjarbaru kembali terjadi. Kali ini, setidaknya tiga buah tutup besi raib digasak kawanan pencuri.

Peristiwa pencurian ini sendiri diketahui terjadi di sekitaran Kuburan Muslimin di Jalan Al Jafri Banjarbaru. Untuk waktu pencurian berbeda-beda. Namun kebanyakan mereka beroperasi ketika tengah malam saat kondisi sepi.

“Benar ada tindak pidana pencurian dengan pemberatan atas kasus tutup drainase di lokasi tersebut,” kata Kapolres Banjarbaru, AKBP Kelana Kaya melalui Kasat Reskrim Polres Banjarbaru, AKP Aryansyah membenarkan.

Adapun untuk jumlah pelaku pencurian disebutkan berjumlah lima orang. Yakni AR (21) warga kemuning, MA (21) Guntung Paikat, NS (21) warga Guntung Paikat, NF (20) warga Guntung Paikat, dan seorang perempuan IY (23) warga Guntung Paikat.

“Kelimanya beserta barang bukti sudah kita amankan pada Selasa (4/12) pukul 19.00 Wita. Saat ini kasus masih kita selidiki dan dilakukan pengembangan,” tambahnya.

Dari hasil tangkapan tim buser dan penyelidikan kepolisian. Kelimanya ditangkap bersama satu unit sepeda motor jenis matic. Kendaraan roda dua ini digunakan para pelaku untuk membawa hasil curian.

“Penangkapan sendiri usai menerima informasi dari masyarakat bahwa ada beberapa remaja yang mengambil tutup drainase,” tambahnya.

Kemudian, dari laporan Dinas PUPR Banjarbaru ke Polres Banjarbaru terkait hilangnya tutup drainase ini. Dilaporkan bahwa total rupiah dari ketiga tutup drainase yang raib adalah sebesar Rp.7.500.000.

Adapun dari hasil interogasi dari kelima pelaku oleh pihak kepolisian. Bahwa sebelumnya di bulan November 2017 lalu mereka (pelaku) pernah melakukan pencurian juga.

Belakangan diketahui bahwa barang curian tersebut disimpan di rumah kosong di kawasan Guntung Paikat. Lalu barang tersebut di dijual menggunakan gerobak dengan sistem timbang. “Hasil penjualan di bagi rata,” jelas Kasat Reskrim.

Terkait aksi mereka. Kelimanya akan disangkakan dijerat pasal 363 KUHP Ayat 1 ke 4 dan ke 5 KUHP dengan Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan.

Tertangkapnya kasus pencurian ini kembali menambah catatan soal hilangnya tutup drainase di wilayah Banjarbaru. Beberapa bulan sebelumnya juga terjadi kasus pencurian serupa. (rvn/ij/bin)

BANJARBARU – Kasus pencurian tutup drainase besi milik Dinas Pekerjaan Umum & Penataan Ruang (PUPR) Banjarbaru kembali terjadi. Kali ini, setidaknya tiga buah tutup besi raib digasak kawanan pencuri.

Peristiwa pencurian ini sendiri diketahui terjadi di sekitaran Kuburan Muslimin di Jalan Al Jafri Banjarbaru. Untuk waktu pencurian berbeda-beda. Namun kebanyakan mereka beroperasi ketika tengah malam saat kondisi sepi.

“Benar ada tindak pidana pencurian dengan pemberatan atas kasus tutup drainase di lokasi tersebut,” kata Kapolres Banjarbaru, AKBP Kelana Kaya melalui Kasat Reskrim Polres Banjarbaru, AKP Aryansyah membenarkan.

Adapun untuk jumlah pelaku pencurian disebutkan berjumlah lima orang. Yakni AR (21) warga kemuning, MA (21) Guntung Paikat, NS (21) warga Guntung Paikat, NF (20) warga Guntung Paikat, dan seorang perempuan IY (23) warga Guntung Paikat.

“Kelimanya beserta barang bukti sudah kita amankan pada Selasa (4/12) pukul 19.00 Wita. Saat ini kasus masih kita selidiki dan dilakukan pengembangan,” tambahnya.

Dari hasil tangkapan tim buser dan penyelidikan kepolisian. Kelimanya ditangkap bersama satu unit sepeda motor jenis matic. Kendaraan roda dua ini digunakan para pelaku untuk membawa hasil curian.

“Penangkapan sendiri usai menerima informasi dari masyarakat bahwa ada beberapa remaja yang mengambil tutup drainase,” tambahnya.

Kemudian, dari laporan Dinas PUPR Banjarbaru ke Polres Banjarbaru terkait hilangnya tutup drainase ini. Dilaporkan bahwa total rupiah dari ketiga tutup drainase yang raib adalah sebesar Rp.7.500.000.

Adapun dari hasil interogasi dari kelima pelaku oleh pihak kepolisian. Bahwa sebelumnya di bulan November 2017 lalu mereka (pelaku) pernah melakukan pencurian juga.

Belakangan diketahui bahwa barang curian tersebut disimpan di rumah kosong di kawasan Guntung Paikat. Lalu barang tersebut di dijual menggunakan gerobak dengan sistem timbang. “Hasil penjualan di bagi rata,” jelas Kasat Reskrim.

Terkait aksi mereka. Kelimanya akan disangkakan dijerat pasal 363 KUHP Ayat 1 ke 4 dan ke 5 KUHP dengan Tindak Pidana Pencurian dengan Pemberatan.

Tertangkapnya kasus pencurian ini kembali menambah catatan soal hilangnya tutup drainase di wilayah Banjarbaru. Beberapa bulan sebelumnya juga terjadi kasus pencurian serupa. (rvn/ij/bin)

Most Read

Artikel Terbaru

/