alexametrics
26.1 C
Banjarmasin
Rabu, 18 Mei 2022

Anak Usia 9 Tahun Meninggal Karena DBD

BANJARBARU – Memasuki musim hujan, DBD (Demam Berdarah Dengue) mulai mengancam. Dalam beberapa bulan terakhir, kasusnya terus meningkat. Bahkan, satu orang dikabarkan meninggal dunia lantaran penyakit yang diakibatkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti tersebut.

Kabar adanya satu pasien DBD yang meninggal dunia disampaikan oleh Pengelola Program DBD pada Puskesmas Landasan Ulin, Fitria.

Dia menyebut, pasien tersebut anak-anak berusia sembilan tahun. “Dia warga Kelurahan Landasan Ulin Tengah, meninggal dunia 30 November tadi,” katanya.

Dia mengungkapkan, kasus DBD tahun ini meningkat cukup signifikan. Di kawasan Landasan Ulin sendiri, sekarang telah ditemukan 22 kasus. Padahal, tahun lalu hanya 16 kasus.

“Kami sudah sering menggelar penyuluhan mengenai pemberantasan sarang nyamuk dan melakukan fogging. Tapi, kasusnya masih bertambah,” ungkapnya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Banjarbaru Agus Widjaja justru mengaku belum mengetahui ada pasien DBD yang meninggal dunia. “Kami belum dengar kabarnya,” singkatnya.

Namun, dia membenarkan jika kasus DBD tahun ini meningkat signifikan. Jumlah kasus yang sudah mereka rekap dari Januari hingga Oktober, penderita DBD yang ditemukan telah mencapai 123 orang.

“Naik dua kali lipat dibandingkan tahun lalu yang hanya 56 kasus,” ujar pria yang akrab disapa Agus ini.

Dia menduga, tingginya kasus DBD pada tahun ini dikarenakan belum maksimalnya perilaku hidup bersih yang dilakukan masyarakat.

“Masih banyak yang menyepelekan tiga M. Yaitu mengubur barang bekas, menguras bak mandi dan menutup tempat air yang dapat menjadi sarang nyamuk,” ucapnya.

DBD sendiri merupakan penyakit yang diakibatkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Jika lokasi berkembangnya jentik-jentik dibiarkan. Maka, nyamuk pembawa penyakit tersebut bakal berkembang.

Untuk itu, Agus meminta agar warga membiasakan diri hidup bersih. Agar nyamuk tidak dapat berkembang biak. “Pastikan lingkungan tetap bersih dan jangan membuang sampah sembarangan,” pungkasnya. (ris/by/bin)

BANJARBARU – Memasuki musim hujan, DBD (Demam Berdarah Dengue) mulai mengancam. Dalam beberapa bulan terakhir, kasusnya terus meningkat. Bahkan, satu orang dikabarkan meninggal dunia lantaran penyakit yang diakibatkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti tersebut.

Kabar adanya satu pasien DBD yang meninggal dunia disampaikan oleh Pengelola Program DBD pada Puskesmas Landasan Ulin, Fitria.

Dia menyebut, pasien tersebut anak-anak berusia sembilan tahun. “Dia warga Kelurahan Landasan Ulin Tengah, meninggal dunia 30 November tadi,” katanya.

Dia mengungkapkan, kasus DBD tahun ini meningkat cukup signifikan. Di kawasan Landasan Ulin sendiri, sekarang telah ditemukan 22 kasus. Padahal, tahun lalu hanya 16 kasus.

“Kami sudah sering menggelar penyuluhan mengenai pemberantasan sarang nyamuk dan melakukan fogging. Tapi, kasusnya masih bertambah,” ungkapnya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Banjarbaru Agus Widjaja justru mengaku belum mengetahui ada pasien DBD yang meninggal dunia. “Kami belum dengar kabarnya,” singkatnya.

Namun, dia membenarkan jika kasus DBD tahun ini meningkat signifikan. Jumlah kasus yang sudah mereka rekap dari Januari hingga Oktober, penderita DBD yang ditemukan telah mencapai 123 orang.

“Naik dua kali lipat dibandingkan tahun lalu yang hanya 56 kasus,” ujar pria yang akrab disapa Agus ini.

Dia menduga, tingginya kasus DBD pada tahun ini dikarenakan belum maksimalnya perilaku hidup bersih yang dilakukan masyarakat.

“Masih banyak yang menyepelekan tiga M. Yaitu mengubur barang bekas, menguras bak mandi dan menutup tempat air yang dapat menjadi sarang nyamuk,” ucapnya.

DBD sendiri merupakan penyakit yang diakibatkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Jika lokasi berkembangnya jentik-jentik dibiarkan. Maka, nyamuk pembawa penyakit tersebut bakal berkembang.

Untuk itu, Agus meminta agar warga membiasakan diri hidup bersih. Agar nyamuk tidak dapat berkembang biak. “Pastikan lingkungan tetap bersih dan jangan membuang sampah sembarangan,” pungkasnya. (ris/by/bin)

Most Read

Artikel Terbaru

/