alexametrics
33.1 C
Banjarmasin
Saturday, 28 May 2022

Kelewatan!! Baterai Lampu Taman Dimalingin Juga

MARABAHAN – Baru sekitar dua tahun didirikan, taman terbuka hijau eks SMPN 1 Marabahan yang dulunya terang, sekarang gelap.

Sebanyak 13 dari 25 lampu tenaga surya (solar cell) yang mengelilingi taman itu mati total. Kebanyakan lampu yang mati berada di sebelah ujung taman. 

Matinya lampu tersebut membuat Radar Banjarmasin penasaran. Dan melihat lampu tenaga surya tersebut pada malam hari. Ternyata lampu tersebut padam dikarenakan baterai penyimpan tenaga listriknya telah hilang.

Semua lampu yang mati baterainya hilang. Kotak pelindungnya dirusak. Semua engsel besi hancur dengan posisi kunci gembok masih tertutup. Padahal taman tersebut berada di tengah kota.

Saat dikonfirmasi, Kabid Tata Ruang dan Bina Konstruksi Dinas PUPR, Saraswati Dwi Putranti membenarkan hilangnya puluhan baterai lampu tenaga surya tersebut. “Hilangnya beterai lampu sudah kami laporkan ke pihak berwajib,” ujarnya.

Berkaitan pelaporan kejadian pencurian baterai, Saraswati mengungkapkan pihaknya telah membuat laporan di Polsek Marabahan Kota pada tanggal 16 November. Hanya saja, menurutnya, berkas laporan masih memerlukan perbaikan.

“Kami diminta untuk melengkapi laporan,” ujarnya yang mengaku sekarang masih melakukan pengumpulan data untuk melakukan pelaporan.

Sementara itu, berkaitan kerugian daerah akibat pencurian tersebut, Saraswati belum bisa memastikan. “Kita masih melakukan pengumpulan data,” ujarnya.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Batola Supriyono menyesalkan atas hilangnya baterai lampu tenaga surya tersebut. “Pencurinya sangat tega. Padahal Pemkab Batola sudah mengadakan fasilitas umum sebagus mungkin,” ucapnya.

Letak taman yang berada di depan rumah dinas sang sekda tersebut, ternyata sudah dilakukan pengecekan olehnya. Supriyono mengaku saat melakukan pengecekan beberapa hari yang lalu, menemukan 6 lampu yang mati dengan baterai yang hilang.

“Yang dibongkar engsel penutup baterai, bukan kunci gemboknya,” ujarnya. (mr-152)

MARABAHAN – Baru sekitar dua tahun didirikan, taman terbuka hijau eks SMPN 1 Marabahan yang dulunya terang, sekarang gelap.

Sebanyak 13 dari 25 lampu tenaga surya (solar cell) yang mengelilingi taman itu mati total. Kebanyakan lampu yang mati berada di sebelah ujung taman. 

Matinya lampu tersebut membuat Radar Banjarmasin penasaran. Dan melihat lampu tenaga surya tersebut pada malam hari. Ternyata lampu tersebut padam dikarenakan baterai penyimpan tenaga listriknya telah hilang.

Semua lampu yang mati baterainya hilang. Kotak pelindungnya dirusak. Semua engsel besi hancur dengan posisi kunci gembok masih tertutup. Padahal taman tersebut berada di tengah kota.

Saat dikonfirmasi, Kabid Tata Ruang dan Bina Konstruksi Dinas PUPR, Saraswati Dwi Putranti membenarkan hilangnya puluhan baterai lampu tenaga surya tersebut. “Hilangnya beterai lampu sudah kami laporkan ke pihak berwajib,” ujarnya.

Berkaitan pelaporan kejadian pencurian baterai, Saraswati mengungkapkan pihaknya telah membuat laporan di Polsek Marabahan Kota pada tanggal 16 November. Hanya saja, menurutnya, berkas laporan masih memerlukan perbaikan.

“Kami diminta untuk melengkapi laporan,” ujarnya yang mengaku sekarang masih melakukan pengumpulan data untuk melakukan pelaporan.

Sementara itu, berkaitan kerugian daerah akibat pencurian tersebut, Saraswati belum bisa memastikan. “Kita masih melakukan pengumpulan data,” ujarnya.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Batola Supriyono menyesalkan atas hilangnya baterai lampu tenaga surya tersebut. “Pencurinya sangat tega. Padahal Pemkab Batola sudah mengadakan fasilitas umum sebagus mungkin,” ucapnya.

Letak taman yang berada di depan rumah dinas sang sekda tersebut, ternyata sudah dilakukan pengecekan olehnya. Supriyono mengaku saat melakukan pengecekan beberapa hari yang lalu, menemukan 6 lampu yang mati dengan baterai yang hilang.

“Yang dibongkar engsel penutup baterai, bukan kunci gemboknya,” ujarnya. (mr-152)

Most Read

Artikel Terbaru

/